Ngiklan di TikTok Ads kini jadi strategi yang paling banyak dipakai pebisnis online untuk meningkatkan penjualan. Apalagi TikTok Ads juga punya banyak tipe kampanye seperti GMV Max, Website Conversion Ads, Community Interaction Ads dan lain-lain. Namun, sayangnya tak jarang pengiklan masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya soal top up saldo TikTok Ads.
Bagi pengiklan pemula, top up saldo dan mempertimbangkan budget iklan adalah hal yang baru. Sehingga, pengiklan kerap kesulitan dengan cara top up saldo, metode pembayaran yang dipakai, hingga bingung memperkirakan nominal yang ideal untuk di top up.
Belum lagi kalau ngiklan pakai akun biasa, proses top up bisa berlangsung lama atau tertunda. Bahkan, ketika akun tiba-tiba dibatasi, saldo untuk ngiklan bisa tiba-tiba habis. Bikin panik, bukan?
Nah, untuk mengatasi kendala ini, hadir TikTok Whitelist sebagai solusi. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!
Apa itu Top Up Saldo TikTok Ads dan Cara Kerjanya
Top up saldo TikTok Ads adalah langkah menambahkan dana ke akun TikTok Ads Manager pengiklan supaya bisa dipakai untuk membiayai berjalannya berbagai tipe kampanye iklan, termasuk iklan product GMV Max.
Tanpa saldo yang cukup, TikTok tidak akan menampilkan iklan kamu, menghentikan kampanye yang tiba-tiba berjalan, hingga menolak kampanye baru yang akan diluncurkan. Nah, inilah yang membuat saldo TikTok Ads itu sangat penting!
Supaya makin paham, berikut cara kerja saldo TikTok Ads:
- Pengiklan menambahkan saldo di TikTok Ads Manager.
- Pengiklan menentukan jumlah dana yang ingin ditambahkan.
- Memilih metode pembayaran yang tersedia.
- Melakukan pembayaran sampai berhasil.
- Setelah pembayaran berhasil, saldo terisi di akun pengiklan dan siap dipakai untuk kampanye iklan.
Kendala yang Sering Terjadi Saat Top Up Saldo TikTok Ads
Kalau cara kerjanya tidak begitu sulit, lalu mengapa top up saldo sering jadi kendala bagi beberapa pengiklan? Nah, berikut masalah yang sering dihadapi perihal top up saldo TikTok Ads:
1. Metode Pembayaran yang Terbatas
Tidak semua pengiklan bisa langsung menemukan opsi pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Misalnya, hanya tersedia kartu debit tertentu, kredit, atau e-wallet yang spesifik. Hal ini tentu menghambat proses beriklan karena saldo yang belum kunjung terisi.
2. Bingung Mengatur Budget Iklan
Bagi pengiklan pemula, mengatur budget iklan masih hal yang awam, termasuk menentukan nominal yang ideal untuk memulai iklan dengan tujuan yang berbeda-beda.
Alhasil, kalau dilanjutkan dengan modal nekat, budget iklan malah tidak sesuai, baik dari segi tujuan kampanye, bisa bikin boncos karena pengeluaran membengkak, atau justru iklan nggak perform sama sekali.
3. Proses Top Up Saldo yang Lama dan Tertunda
Saat saldo sudah menipis sementara kampanye masih berjalan, proses top up saldo yang lama atau tertunda sering kali jadi kendala. Hal ini bisa berdampak ke iklan yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan, sehingga momentum promosi hilang dan iklan berjalan kurang maksimal.
4. Saldo Hangus karena Terdampak Akun Disabled
Ketika beriklan dengan akun biasa, tak jarang pengiklan menghadapi akun yang tiba-tiba dibatasi tanpa peringatan yang jelas. Ini karena sistem TikTok yang cukup ketat dalam mendeteksi aktivitas mencurigakan, bahkan meskipun pengiklan tidak merasa melakukan pelanggaran.
Akun TikTok ditangguhkan ini bisa mengarah ke saldo iklan yang tidak bisa dipakai lagi meskipun masih tersisa. Kondisi ini hanya akan membuat pengiklan kehilangan dana dan mengacaukan strategi promosi.
5. Layanan Pelanggan yang Kurang Support
Saat semua kendala di atas terjadi, layanan pelanggan jadi salah satu jalan keluarnya. Namun, sering kali layanan Customer Service (CS) juga kurang support, dari respons yang lambat hingga tidak tersedia 24 jam.
Ini tentu juga membuat pengiklan kesulitan, apalagi jika berada di situasi yang mendesak, seperti top up saldo TikTok yang tiba-tiba tertunda atau akun yang tiba-tiba dibatasi.
TikTok Whitelist, Solusi Top Up Saldo yang Lebih Lancar
Masalah yang berkaitan dengan saldo tentu cukup krusial dan bisa merambah ke masalah-masalah lainnya. Namun, pengiklan tak perlu khawatir karena ada solusi untuk mengatasi dan mengantisipasinya, yaitu lewat akun TikTok Whitelist!
TikTok Whitelist adalah akun iklan resmi dari TikTok yang kasih keuntungan lebih ke pebisnis, diantaranya:
- Akun iklan minim risiko diblokir atau dibatasi.
- Top up saldo lebih mudah dengan beragam pilihan metode pembayaran.
- Ada panduan untuk top up saldo yang lengkap dan rinci untuk pengiklan pemula.
- Proses top up saldo lebih aman dan lancar.
- Saldo lebih aman meskipun ada kendala pada akun.
- Batas pengisian saldo lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan.
Everpro Ads Sebagai Platform Penyedia TikTok Whitelist Terbaik
Di mana pengiklan bisa dapat TikTok Whitelist? Layanan ini umumnya disediakan oleh TikTok Partner Indonesia, salah satunya Everpro. Lewat Everpro Ads, kamu bisa sewa akun TikTok Whitelist untuk atasi kendala top up saldo sekaligus bantu bisnis kamu scale up dengan fitur-fiturnya, berikut ini:
- Akun TikTok Ads Whitelist jadi fitur utama sekaligus unggulan yang bikin iklan kamu jadi lancar dan minim risiko kena banned.
- Fitur Dashboard TikTok Ads untuk pantau seluruh performa iklan lengkap dengan feedbacknya.
- Fitur Saldo Saya memudahkan kamu untuk cek seluruh data list saldo, histori top up, dan histori pindah saldo yang akurat.
- Pakai Fitur Iklan Bermasalah untuk pantau iklan TikTok Ads yang mengalami kendala.
- Fitur Chat Customer Service adi solusi cepat tanggap 24 jam untuk atasi masalah beriklan, seperti top up saldo yang terkendala.
TikTok Whitelist juga memungkinkan kamu untuk pakai fitur ekslusif dari TikTok Ads yang nggak akan kamu dapatkan di akun biasa! Selain itu, pengiklan yang masih bingung menentukan budget iklan juga akan dibantu oleh mentor profesional dari Everpro Ads melalui sesi mentoring spesial!
Jadi, dari pada masih berkutat dengan masalah top up saldo yang berdampak ke performa iklan, sekarang saatnya manfaatkan TikTok Whitelist agar hasil iklan lebih maksimal! Yuk, berlangganan sekarang juga!