everpro

Retargeting Customer, Pelajari Contoh Iklan Soft Selling Berikut

Artikel ini akan menjelaskan tentang retargeting customer yang efektif dengan menggunakan strategi marketing soft selling berikut.

Soft selling adalah teknik pemasaran yang menekankan pada hubungan yang dibangun dengan pelanggan, bukan pada penjualan langsung.

Iklan soft selling biasanya menggunakan narasi yang menarik, konten informatif, atau pendekatan yang tidak agresif.

Berikut adalah tips membuat iklan soft selling yang efektif beserta contohnya.

Tips Melakukan Soft Selling

Salah satu kunci dari iklan soft selling yang sukses adalah bagaimana perusahaan dapat membantu customer dalam menjawab masalah atau kebutuhan bisnis mereka. Untuk kamu yang baru mulai berbisnis, yuk pelajari tips melakukan teknik promosi soft selling berikut ini!

Kenali Paint Point Konsumen

Sebelum membuat iklan soft selling, pahami terlebih dahulu paint point dari audiance atau customer. Dengan mengetahui hal ini, perusahaan dapat membuat pesan yang lebih terarah untuk bisa memberikan solusi sesuai permasalahan ataupun kebutuhan.

Caranya lewat segmentasi customer dengan menggunakan data base perusahan terkait demografi customer meliputi lokasi tempat tinggal, usia, jenis kelamin, hingga hobi dan gaya hidup.

Fokus pada Value Produk atau Jasa

Iklan soft selling yang efektif harus lebih fokus pada value dengan memberikan informasi seputar manfaat yang dapat  oleh konsumen ketika menggunakan produk atau jasa perusahaan.

Pastikan pesan yang disampaikan dapat menyelesaikan permasalahan konsumen dan mampu memberikan manfaat yang bagi bisnis.

Buat Pesan yang Menyentuh Emosi Konsumen

Dalam iklan soft selling, perusahaan harus menciptakan pesan yang lebih personal dan menyentuh emosi konsumen.

Dalam hal ini, perusahaan dapat membagikan pengalaman storyteller tentang brand tau testimoni konsumen yang berhasil menggunakan produk ataupun jasa perusahaan.

Pesan tersebut dapat membuat konsumen termotivasi untuk mencoba produk atau jasa perusahaan.

Tekankan pada Kredibilitas dan Kepercayaan

Dalam iklan soft selling, perusahaan harus menekankan pada kredibilitas dan kepercayaan. Pastikan informasi benar-benar valid kebenarannya.

Perusahaan dapat menampilkan sertifikasi atau penghargaan yang pernah diterima serta testimoni dari konsumen yang sudah mempercayai produk atau jasa perusahaan.

Gunakan Bahasa yang Sederhana

Dalam iklan soft selling, bahasa yang digunakan harus mudah dipahami oleh konsumen. Gunakan kalimat yang singkat dan jelas sehingga konsumen dapat menangkap pesan dengan baik.

Hindari menggunakan bahasa teknis atau rumit yang bisa membuat konsumen bingung dan tidak tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan.

Sediakan Informasi Kontak yang Jelas

Dalam iklan soft selling, perusahaan harus menyediakan informasi kontak yang jelas agar konsumen dapat menghubungi perusahaan dengan mudah.

Pastikan nomor telepon, alamat email, atau website yang diberikan valid dan mudah diakses bisa juga menambahkan call to action.

Dengan demikian, konsumen dapat bertanya lebih lanjut tentang produk atau jasa yang ditawarkan dan bisa langsung mengambil tindakan.

Media Iklan yang Cocok untuk Iklan Soft Selling

Pemilihan media iklan juga memainkan peran penting dalam menjadikan iklan soft selling menjadi lebih efektif. Berikut ini adalah beberapa contoh media iklan yang cocok untuk mengimplementasikan iklan soft selling dan jenis bisnis yang paling sesuai

1.Sosial Media

Platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter menjadi tempat yang ideal untuk iklan soft selling.

Kemampuan mereka untuk menyediakan targeting yang tepat, visual yang menarik, dan kemampuan berinteraksi dengan calon konsumen secara langsung sangat mendukung penerapan iklan soft selling.

2.Email Marketing

Dalam strategi iklan soft selling, email marketing merupakan cara yang efektif untuk berkomunikasi secara langsung dengan konsumen potensial.

Pada tahap funnel marketing ini perusahan sudah memiliki data base demografi yang cukup untuk bisa melakukan retargeting marketing.

Dengan menggunakan email marketing, perusahaan dapat memberikan konten yang bermanfaat, menyelesaikan masalah bisnis konsumen, dan membangun hubungan yang lebih personal.

3.Konten Blog atau Situs Web

Membuat konten yang relevan dan menarik pada blog atau situs web perusahaan adalah salah satu bentuk iklan soft selling yang efektif. 

Adanya berbagai konten tersebut dapat memunculkan keyakinan dan motivasi untuk mencoba saran yang diberikan sesuai isi kontent, yang tentunya bisa memasukan sisipan iklan seacara tidak langsung. 

6 Contoh Iklan Digital Soft Selling 

Berikut ini adalah 6 contoh soft selling dari berbagai jenis industri, mulai dari produk makanan, kecantikan, kesehatan, fashion dan juga finance.

1.Iklan Soft Selling Yellow Fit Kitchen 

Yellow fit kitchen adalah produsen makanan catering sehat yang menawarkan solusi mudah bagi masyarakat Indonesia untuk diet dan hidup sehat.

Adanya headline #1 Diet & Healthy Catering yang muncul pertama ketika membuka website maka ini sangat bagus untuk meyakinkan target konsumen bahwa tidak perlu khawatir tentang permasalahan berat badan naik.

Contoh strategi soft selling yang digunakan yaitu adanya fitur menu mingguan  dan juga fitur untuk konsultasi gratis terlebih dahulu dengan profesional.

Adanya fitur layanan ini mempermudah konsumen yang memang belum mengetahui apapun soal kebutuhan makanan maka adanya chat konsultasi.

Setelah customer tersebut melakukan konsultasi dan mengisi beberapa data, maka kita bisa menggunakan data tersebut untuk retargeting melalui email marketing.

Website Yellow Fit Kitchen
Sumber: yellowfitkitchen.com

2.Iklan Soft Selling Halodoc

Halodoc adalah aplikasi kesehatan yang menyediakan layanan kesehatan lengkap dan terpercaya di Indonesia. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan dokter secara online lewat smartphone ataupun situs website.

Strategi iklan soft selling  Halodoc yaitu lewat content artikel yang berisi seputar topik kesehatan yang kemungkinan dibutuhkan oleh target customer kemudian menyisipkan iklan soft selling kedalam content tersebut.

Soft Selling Blog Halodoc
Sumber: halodoc.com

3.Iklan Soft Selling Avoskin

Soft selling juga bisa dilakukan lewat storyteller konsumen tertentu yang merasakan manfaat dan keuntungan ketika menggunakan produk Anda.

Contohnya brand skincare Avoskin yang memposting ulang cuitan customernya di situs X  tentang review menggunakan Avoskin Your Skin Bae Lactic Acid 10% + Kiwi Fruit 5% + Niacinamide 2,5% High Dose Serum, dalam sebuah kontent di sosial media instagram officialnya.

Customer tersebut  memberikan review secara jujur setelah menggunakan serum Avoskin tersebut permasalahan kulitnya terselesaikan.

Setelah memposting konten tersebut, ternyata menghasilkan engagement rate instagram berupa comment and like yang tinggi.

Respon tersebut dapat memotivasi orang-orang dengan permasalahan kulit yang sama untuk mencoba produk tersebut.

Soft Selling Review Serum Avoskin
Sumber : Instagram @avoskinbeauty

4.Iklan Soft Selling Tas Svggst

Soft selling selanjutnya juga masih menggunakan media social media dalam bentuk konten inspirasi penggunan produk brand Svggst sebagai salah satu fashion brand yang berfokus pada produk tas tas, topi, jaket dan lainnya. 

Bentuk iklan soft selling untuk brand fashion salah satunya lewat content mix & match, contohnya brand Svggst membuat kontent tentang  series produk tas dengan nama KUOKA, pada kontent tersebut ada berbagai macam tas yang dipakai oleh model. 

Adanya kontent tersebut dapat menjadi solusi bagi audiance atau konsumen yang sedang mencari tas yang cocok untuk berbagai occasion seperti traveling, bekerja dan lainnya.

Design creative yang simple dan juga kekinian dengan caption “Small, Minimalis dan Compact” mampu menyampaikan pesan yang jelas kepada konsumen ketika mencari tas yang gampang dibawa berpergian. 

Kontent Svggst Mix & Match Tas
Sumber: Instagram @svggest

5.Iklan Soft Selling Everpro

Iklan soft selling berikutnya yaitu untuk perusahan yang menjual jasa layanan perangkat teknologi Everpro. Sebagai brand yang menyediakan layanan untuk membantu mengembangkan bisnis.

Everpro menggunkan website sebagai tempat transaski juga maka contoh iklan soft sellingnya dengan membuat artikel-artikel untuk mengedukasi calon konsumen tentang bagaimana cara mengelola bisnis, memasarkan produk.

Setelah mengetahui apa manfaat dan fungsi dari layanan maka calon konsumen mendapatkan doroangan untuk mencoba berkonsultasi dan berlanggan untuk keperluan bisnis agar mendapatkan lebih profit.

Soft Selling Everpro Blog Artikel
Sumber : Everpro.id

6.Iklan Soft Selling Bank Jago

Terakhir iklan soft selling  untuk produk keuangan yaitu lewat media email marketing. Bank Jago  sebagai salah satu penyedia jasa keuangan resmi yang ada di Indonesia.

Bank ini memberikan kemudahan untuk mengatur keuangan tanpa harus pergi ke bank secara langsung. Untuk bisa mempertahankan para nasabahnya bank ini menggunakan email marketing untuk menunjukan kepeduliannya.

Contohnya lewat iklan email marketing yang mengingatkan kewaspadaan terhadap penipuan online yang bisa terjadi.

Email Marketing Bank Jago
Sumber: Doc Pribadi 2023

Kelebihan dan Kekurangan Soft Selling

Soft selling merupakan taktik penjualan yang efektif, namun perlu diingat bahwa jenis media iklan dan bisnis yang diterapkan dapat bervariasi tergantung pada karakteristik target pasar dan tujuan bisnis masing-masing perusahaan. 

Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset pasar dan analisis mendalam sebelum memutuskan jenis iklan soft selling dan media iklan yang paling sesuai untuk bisnis Anda. Maka pelajari dulu berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari strategi marketing dengan soft selling :

Kelebihan Soft Selling:

  • Meningkatkan hubungan yang baik antara brand dengan calon pembeli
  • Meningkatkan kepercayaan terhadap brand 
  • Calon pembeli jadi lebih tahu lebih banyak mengenai produk atau jasa suatu brand
  • Membantu menciptakan customer yang loyal, sehingga dapat meningkatkan pembelian berulang
  • Dapat meningkatkan brand awareness ke masyarakat luas

Kekurangan Soft Selling:

  • Butuh waktu lama membangun hubungan yang baik dengan calon pembeli
  • Membutuhkan sumber daya yang lebih banyak, terutama untuk penelitian produk dan market
  • Risiko kehilangan customer tinggi karena proses komunikasi yang lama

Benfit Everpro CRM

Optimalkan Bisnis Anda dengan ubah leads jadi cuat dengan fitur Everpro CRM

  • Fitur UI/UX Sederhana
  • Label & Segmentasi 
  • Update Status Paket, Minimalisir Return-to-Sender( RTS) 
  • Broadcast Pesan & Automasi Alur Kerja
  • Customer Database Sync Data Order (E-commerce, Shipping Platform, Manual via Excel)

 

DAFTAR SEKARANG

Fenti Perniawati

Fenti Perniawati

Seorang Junior SEO Content Writer, aktif menulis dan mengedit artikel yang berkaitan dengan Bisnis dan Digital Marketing untuk Blog Everpro. Pernah mengerjakan project SEO mulai dari research keyword, produksi content blog dan reporting untuk website otourism.id. Saya terus belajar untuk membuat artikel yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Semoga lewat tulisan artikel yang saya buat, kita bisa saling belajar dan menemukan sudut pandang baru.
Share:
Everpro

Yuk, Dapatkan Promo dan Penawaran Istimewa dari Berbagai Layanan Everpro untuk Tingkatkan Bisnismu! 

Artikel Lainnya