Banyak bisnis online tidak gagal karena produknya buruk atau pasar yang tidak ada. Mereka kehilangan momentum karena terlalu bergantung pada platform, terlambat beradaptasi dengan teknologi, atau tidak memiliki ekosistem yang mampu mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Hari ini, perubahan algoritma dapat memengaruhi penjualan dalam hitungan hari. Biaya akuisisi terus meningkat. Sementara AI menciptakan peluang baru sekaligus tantangan bagi bisnis yang belum siap mengadopsinya.
Di tengah perubahan tersebut, pelaku bisnis membutuhkan lebih dari sekadar insight. Mereka membutuhkan perspektif, strategi, dan koneksi yang relevan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Inilah yang melatarbelakangi hadirnya Everpro Connect 2026.
Empat Tantangan yang Sedang Dihadapi Bisnis Digital Saat Ini
Perubahan dalam industri digital tidak lagi terjadi setiap beberapa tahun sekali. Kini, perubahan bisa terjadi dalam hitungan minggu bahkan hari. Ada empat tantangan utama yang saat ini dihadapi banyak pelaku bisnis online.
1. Ketergantungan pada Algoritma Platform
Banyak bisnis bertumbuh melalui marketplace dan social commerce. Namun ketika hampir seluruh penjualan bergantung pada satu platform, perubahan algoritma dapat langsung memengaruhi performa bisnis secara signifikan.
Tanpa diversifikasi channel, bisnis menjadi rentan terhadap perubahan yang tidak dapat mereka kendalikan.
2. AI Sudah Penting, Tapi Belum Banyak yang Tahu Cara Memanfaatkannya
Mayoritas pelaku bisnis sudah memahami bahwa AI bukan lagi tren sesaat. Namun kesadaran tersebut belum selalu berujung pada implementasi yang efektif.
Banyak yang masih melihat AI sebatas alat untuk membuat konten atau mempercepat pekerjaan administratif, padahal potensinya jauh lebih besar, termasuk dalam membantu pengambilan keputusan bisnis.
3. Biaya Akuisisi Pelanggan Terus Naik
Persaingan iklan yang semakin ketat membuat biaya untuk mendapatkan pelanggan baru terus meningkat.
Strategi yang berhasil beberapa tahun lalu belum tentu masih relevan hari ini. Bisnis dituntut mencari cara yang lebih efisien untuk bertumbuh tanpa terus bergantung pada peningkatan budget pemasaran.
4. Bertumbuh Sendirian Semakin Sulit
Seller, brand owner, agency, hingga partner logistik sering kali berjalan dalam ekosistem yang terpisah.
Padahal, pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sering kali lahir dari kolaborasi, pertukaran insight, dan kemitraan yang tepat.
Mengapa Komunitas dan Ekosistem Menjadi Keunggulan Baru dalam Bisnis?
Di tengah perubahan algoritma, perkembangan AI, dan biaya akuisisi yang semakin mahal, banyak bisnis mulai menyadari bahwa bertumbuh sendirian bukan lagi strategi yang ideal.
Keunggulan kompetitif saat ini tidak hanya berasal dari produk atau budget iklan, tetapi juga dari akses terhadap komunitas, jaringan, dan ekosistem yang mampu membuka peluang baru.
Inilah alasan mengapa semakin banyak perusahaan mulai berinvestasi dalam kolaborasi lintas industri, membangun komunitas pelanggan, hingga memperluas jaringan partner bisnis mereka.
Karena pada akhirnya, bisnis yang mampu bertahan bukan hanya yang memiliki strategi terbaik, tetapi juga yang memiliki ekosistem pendukung yang kuat.
Everpro Connect 2026 Hadir Menjawab Tantangan Tersebut
Berangkat dari berbagai tantangan tersebut, Everpro Connect 2026 hadir sebagai forum eksklusif yang mempertemukan pelaku bisnis daring level menengah hingga advance, brand principals, agency leaders, serta berbagai praktisi industri digital dalam satu ruang kolaborasi.
Mengusung tema:
The Future of Online Business: AI, Consumer Behavior, and Building Growth in an Era of Constant Change
Event yang diselenggarakan pada 30 Juli 2026 di Bandung ini menghadirkan berbagai sesi strategis dan tactical yang dirancang untuk memberikan insight nyata, studi kasus, serta langkah yang dapat langsung diterapkan oleh peserta.
Apa yang Akan Dipelajari Peserta?
Alih-alih berfokus pada motivasi atau teori umum, Everpro Connect 2026 menghadirkan pembahasan yang berangkat dari tantangan nyata yang sedang dihadapi pelaku bisnis digital.
1. Cara Membangun Bisnis yang Tidak Bergantung pada Satu Platform
Peserta akan mempelajari bagaimana membangun strategi diversifikasi channel melalui kombinasi marketplace, social commerce, website, WhatsApp commerce, hingga owned audience.
Topik ini akan dibahas oleh berbagai praktisi industri, termasuk Prof. Rhenald Kasali, META Indonesia, Rizky Fahrurrozi (Oni), dan sejumlah pelaku bisnis yang telah menjalankan strategi multi-channel secara nyata.
2. Cara Memanfaatkan AI untuk Pengambilan Keputusan yang Lebih Cerdas
AI tidak lagi sekadar alat automasi.
Melalui berbagai panel dan studi kasus, peserta akan melihat bagaimana AI digunakan untuk membaca sinyal pasar, mengoptimalkan kampanye, meningkatkan operasional, hingga membantu proses pengambilan keputusan bisnis secara lebih cepat dan akurat.
3. Cara Membangun Bisnis yang Mampu Bertahan dalam Jangka Panjang
Pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh momentum.
Berbagai sesi akan membahas bagaimana membangun fondasi bisnis yang lebih kuat melalui branding, komunitas, sistem operasional, hingga infrastruktur bisnis yang scalable dan tahan terhadap perubahan platform.
4. Mengubah Networking Menjadi Kolaborasi Nyata
Salah satu hal yang membedakan Everpro Connect dari banyak event bisnis lainnya adalah hadirnya sesi Business Matching.
Peserta tidak hanya datang untuk mendengarkan pembicara, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terhubung dengan seller, brand owner, agency, hingga berbagai partner bisnis dalam ruang yang dirancang untuk menciptakan peluang kolaborasi yang lebih konkret.
Siapa yang Perlu Mengikuti Everpro Connect 2026?
Event ini dirancang untuk pelaku bisnis yang sudah memiliki fondasi dan ingin membawa bisnisnya ke level berikutnya.
Everpro Connect 2026 relevan bagi:
- Seller online yang ingin scale secara berkelanjutan
- Brand owner yang ingin mengurangi ketergantungan pada marketplace
- Agency yang ingin memahami implementasi AI dan strategi multi-channel
- Digital marketer yang ingin mendapatkan insight terbaru dari praktisi industri
- Founder dan pemimpin bisnis yang sedang mempersiapkan strategi pertumbuhan jangka panjang
Saatnya Mempersiapkan Bisnis untuk Masa Depan
Empat tantangan yang dihadapi bisnis digital saat ini, ketergantungan pada algoritma, kesenjangan adopsi AI, biaya akuisisi yang semakin mahal, dan minimnya kolaborasi, tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu tools atau satu strategi.
Namun semuanya bisa mulai dijawab melalui diskusi yang tepat, perspektif yang relevan, dan koneksi dengan orang-orang yang menghadapi tantangan serupa.
Itulah yang ingin dihadirkan oleh Everpro Connect 2026.
Satu hari untuk belajar, membangun koneksi, dan mempersiapkan bisnis menghadapi masa depan yang terus berubah.
Daftar Everpro Connect 2026 sekarang dan jadilah bagian dari ekosistem bisnis digital yang siap menghadapi perubahan berikutnya.







