Masih bingung gimana cara mengurangi retur paket COD? Simak informasi selengkapnya di bawah ini!
Mulai banyak seller yang menerapkan strategi multi channel dalam berjualan online. Multi channel sendiri merupakan strategi dimana seller berjualan di banyak platform seperti TikTok, Instagram, website hingga WhatsApp.
Dengan menerapkan strategi ini, seller bisa mengembangkan bisnisnya sendiri dan memegang kendali sepenuhnya atas bisnisnya. Tapi selalu ada masalah yang muncul di baliknya, salah satunya adalah retur paket COD yang meningkat.
COD memang menjadi metode pembayaran favorit para pembeli karena dinilai fleksibel. Sementara bagi seller COD juga sangat membantu meningkatkan konversi pada bisnis mereka. Oleh karena itu, butuh adanya sistem validasi dan operasional yang rapi untuk mengatasi masalah ini.
Karena apabila tidak ada sistem yang menjamin itu, retur COD bisa menggerus profit bisnis dengan cepat. Tapi nggak perlu khawatir, pada artikel kali ini kami akan membahas bagaimana cara mengurangi retur paket COD yang efektif yang bisa kamu lakukan.
Buat kamu para seller yang mengalami hal ini jangan sampai ketinggalan informasinya. Simak selengkapnya sampai habis ya!
Kenapa Banyak Seller Tetap Menggunakan COD?

COD merupakan metode yang paling diminati para pembeli di Indonesia. Mereka merasa nyaman dengan metode pembayaran yang cukup fleksibel. Metode pembayaran ini juga dapat berguna untuk meningkatkan kepercayaan pembeli baru serta punya conversion rate yang tinggi.
Metode pembayaran ini sangat cocok untuk social commerce dan live selling. Jadi bisa dikatakan jika COD menjadi bagian penting strategi jualan mandiri seller online. Tapi harus digaris bawahi jika pelaksanaannya harus profesional dan rapi.
Kenapa Retur Paket COD Bisa Naik Saat Jualan Mandiri?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya jika COD merupakan metode favorit buat pembeli karena menawarkan fleksbilitas. Ini menjadi alasan kuat COD sering banget dipilih saat mereka closing. Tapi karena makin banyak yang pilih semakin banyak juga risiko retur paket COD terutama saat jualan mandiri.
Berikut beberapa alasan kenapa retur paket COD bisa naik saat jualan mandiri:
- Fake order: Banyak pembeli yang melakukan order fiktif sehingga paket COD akan diretur ke seller.
- Customer Impulsive Checkout: Bisa juga terjadi karena pembeli impulsive tapi nggak benar-benar ingin beli produknya.
- Alamat Tidak Valid: Retur bisa terjadi jika alamat yang diberikan pembeli ternyata tidak valid.
- Customer Sulit Dihubungi: Apabila pada proses pengiriman customer sulit dihubungi karena tidak ada di tempat.
Berbeda dengan marketplace yang punya sistem dan ekosistem sendiri, saat jualan mandiri seller tidak punya benefit itu sehingga harus membangun sistem tersebut secara bertahap sebagai cara mengurangi retur paket COD
Dampak Retur COD untuk Bisnis Seller
Retur COD punya dampak yang nggak main-main bagi bisnis kamu jadi sudah saatnya membangun sistem yang tertata rapi untuk menangkal hal ini terjadi. Berikut beberapa dampak retur COD untuk bisnis:
- Ongkir Bolak-Balik: Ongkir akan dibebankan kepada seller yang harus menanggung ongkir bolak-balik.
- Biaya Operasional Meningkat: Karena retur seller otomatis akan melakukan pengiriman ulang yang bisa meningkatkan biaya operasional.
- Cashflow Tertahan: Paket yang tidak sampai hingga diretur akan membuat kas tertahan karena uang pembeli belum diterima.
- Margin Makin Tipis: Retur barang dapat membuat margin makin tipis karena biaya yang harus ditanggung.
Volume order yang makin besar, semakin besar pula dampak retur terhadap profit bisnis. Oleh karena itu seller mandiri harus tahu cara mengurangi retur paket COD yang efektif.
Cara Mengurangi Retur Paket COD
Setelah mengetahui dampak pada bisnis karena masalah retur, kamu pasti was-was dan pasti ingin segera mengatasi masalah tersebut. Sebenarnya ada beberapa cara mengurangi retur paket COD yang bisa dilakukan. Berikut beberapa cara mengurangi retur paket COD yang bisa dilakukan:
1. Lakukan Validasi Customer Sebelum Pengiriman
Sebelum mengirim paket pastikan jika alamat yang diberikan benar dan juga nomor telepon pembeli harus aktif. Cara ini dapat mencegah terjadinya retur barang karena barang tidak sampai di tangan penerima.
Jangan lupa juga memberikan pengingat saat barang akan dikirim agar pembeli siap menerima. Konfirmasi lagi seluruh detail pengiriman sebelum mengirim agar meminimalisir terjadinya retur. Ini menjadi cara ampuh untuk mengurangi fake order dan pembeli yang tidak serius.
2. Pastikan Informasi Produk Sudah Jelas
Selain detail pengirim, seller juga harus memastikan informasi produk yang akan dikirim sudah sesuai dengan orderan. Pastikan ukuran, warna, hingga varian produk yang dipilih telah sesuai dengan yang pembeli order. Banyak retur yang terjadi karena customer merasa produk tidak sesuai harapan.
3. Gunakan Follow Up Customer yang Lebih Rapi
Jangan lupa juga untuk melakukan follow up kepada customer dengan cara yang lebih tertata rapi. Berikan reminder pengiriman, update resi agar customer bisa siap menerima paket. Gunakan layanan Everpro Chat yang membantu seller mengelola follow-up dan komunikasi order lebih terorganisir sehingga bisnis jadi lebih profesional.
4. Pilih Sistem Shipping yang Lebih Terintegrasi
Pengiriman menjadi faktor yang sangat penting dalam terjadinya retur paket. Dengan sistem shipping yang terintegrasi semua proses pengiriman bisa dipantau dengan mudah sehingga dapat menekan tingkat retur paket.
Sistem Shipping yang terintegrasi akan memberikan banyak fitur yang berguna seperti tracking pengiriman, monitoring retur, dashboard retur, rekomendasi kurir hingga pencairan COD yang mudah.
Everpro Shipping adalah jawaban tepat jika kamu butuh sistem shipping untuk mengelola pengiriman dan operasional COD dalam satu sistem terpusat.
5. Analisa Pola Retur Secara Berkala
Analisis data retur yang kamu kantongi untuk mengetahui pola yang terjadi. Lakukan ini secara berkala untuk mengetahui beberapa hal seperti wilayah dengan retur tinggi, sumber traffic, produk dengan retur tinggi hingga kualitas leads. Seller harus memanfaatkan data untuk scale up bisnis.
Kenapa Seller Multi Channel Lebih Rentan Mengalami Retur?

Seller yang berjualan di banyak channel biasanya akan mendapati bisnisnya mendapatkan banyak order dari berbagai arah. Dari banyaknya order itu ada beberapa order yang sifatnya karena impulsive dari pelanggan.
Karena banyaknya orderan dari berbagai arah ini membuat seller dihadapkan dengan operasional yang makin kompleks. Volume order yang meningkat cepat pasti membuat seller kaget sehingga dituntut untuk mengelola orderan dengan baik untuk menjaga kepuasan pelanggan.
Disini butuh adanya sistem operasional yang lebih matang untuk mengimbangi masalah yang datang ini. Kegagalan dalam pengelolaan dapat berdampak kepada tingginya tingkat retur.
Marketplace Tetap Punya Sistem yang Sudah Matang
Mau bagaimanapun tidak bisa dipungkiri jika marketplace punya sistem yang sudah matang yang memudahkan para seller. Sedangkan seller mandiri perlu membangun proses sendiri yang mana ini bukan berarti jualan mandiri buruk tapi membutuhkan kesiapan operasional yang matang.
Retur paket COD menjadi tantangan umum bagi seller yang mulai jualan di luar marketplace. Butuh adanya validasi customer, komunikasi dan sistem pengiriman yang matang untuk menjaga profit tetap sehat.
Seller modern perlu membangun operasional yang lebih rapi seiring berkembangnya channel penjualan. Ini menjadi cara mengurangi retur paket COD yang ampuh dan efektif jika jualan mandiri.
Menggabungkan Everpro Chat dan Everpro Shipping dapat membantu kamu membangun sistem pengelolaan order dan pengiriman paket untuk meminimalisir terjadinya retur paket COD.
Daftar dan konsultasikan bisnis kamu sekarang secara gratis bersama Everpro untuk gapai cuan maksimal!