Mengelola ribuan kontak pelanggan bukan lagi soal kirim broadcast sebanyak mungkin, tapi soal seberapa tepat pesan dikirim ke orang yang tepat. Banyak bisnis masih mengandalkan metode manual untuk memilah audiens, padahal cara ini memakan waktu, rawan salah target, dan sering membuat performa campaign stagnan.
Di sinilah fitur Marketing Agent hadir sebagai solusi CRM berbasis AI yang dirancang untuk bekerja seperti asisten pribadi digital. Bukan sekadar membantu kirim pesan massal, sistem ini menganalisis database pelanggan, membaca pola perilaku, lalu menyiapkan segmentasi otomatis agar strategi komunikasi lebih relevan dan efektif.
Baca juga: Panduan CRM Otomatis 2026: Ubah Database Kontak Jadi Mesin Uang via Everpro Agentic
Apa Itu Fitur Marketing Agent?

Marketing Agent adalah fitur CRM cerdas yang berfungsi mengelola database pelanggan sekaligus mengoptimalkan strategi komunikasi WhatsApp secara otomatis. Sistem ini dirancang untuk membantu bisnis memahami karakter audiens tanpa harus menyusun segmentasi manual satu per satu.
Alih-alih pengguna menentukan sendiri filter data, parameter waktu, atau kategori pelanggan, AI akan memproses data historis dan langsung menghasilkan rekomendasi segmentasi yang siap digunakan untuk campaign.
Artinya, pengguna tidak perlu lagi menebak-nebak siapa yang harus dihubungi, kapan waktu terbaik mengirim pesan, atau tipe promo apa yang paling relevan. Semua sudah dianalisis oleh sistem.
Kenapa Segmentasi Manual Sudah Tidak Efektif?
Dalam praktiknya, banyak tim CRM masih mengandalkan pendekatan lama: membuat segmentasi berdasarkan asumsi atau kebiasaan campaign sebelumnya. Masalahnya, perilaku pelanggan selalu berubah.
Beberapa kendala umum jika masih menggunakan metode manual:
- Segmentasi cenderung itu-itu saja
- Setup campaign memakan waktu lama
- Data historis tidak dimanfaatkan maksimal
- Sulit menemukan pola performa campaign
- Target audiens sering tidak relevan
Akibatnya, broadcast terasa seperti spam, engagement rendah, dan konversi sulit meningkat.
Auto-Segmentation: Cara AI Memisahkan Kontak Potensial Secara Otomatis
Salah satu teknologi inti di balik Marketing Agent adalah Auto-Segmentation, yaitu sistem AI yang otomatis mengelompokkan kontak berdasarkan peluang konversinya. Jadi bukan sekadar filter biasa, melainkan analisis pintar yang membaca perilaku pelanggan secara menyeluruh.
Agar lebih mudah dipahami, ini alur kerjanya secara sederhana:
1. Membaca data historis pelanggan
Sistem menganalisis riwayat transaksi, frekuensi pembelian, respons campaign, hingga interaksi sebelumnya untuk memahami karakter tiap kontak.
2. Mengenali pola perilaku otomatis
Dari data tersebut, AI mendeteksi pola seperti pelanggan aktif, repeat buyer, pengguna pasif, sampai kontak yang sudah lama tidak berinteraksi.
3. Mengelompokkan kontak berdasarkan potensi
Setelah pola terbaca, sistem langsung memberi label segment yang relevan, misalnya kontak siap beli, audiens yang perlu dorongan promo, atau pelanggan yang perlu re-engagement.
4. Memperbarui segment secara dinamis
Segmentasi tidak bersifat statis. Ketika perilaku pelanggan berubah, kategori mereka ikut diperbarui otomatis tanpa perlu diatur manual.
Dengan mekanisme ini, database kontak tidak lagi hanya berisi nomor WhatsApp, tetapi berubah menjadi peta audiens yang jelas. Hasilnya, strategi broadcast jadi lebih tepat sasaran, lebih personal, dan jauh lebih efektif untuk mendorong konversi.
Keuntungan Marketing Agent Everpro Agentic untuk Performa Campaign
Ketika segmentasi sudah akurat, strategi komunikasi otomatis ikut meningkat. Campaign tidak lagi dikirim secara massal tanpa arah, melainkan disesuaikan dengan kondisi tiap kelompok pelanggan.
Hasil yang akan didapatkan:
- Open rate lebih tinggi karena pesan relevan
- Risiko unsubscribe menurun
- Konversi campaign meningkat
- Waktu setup campaign jauh lebih cepat
- Tim CRM bisa fokus ke strategi, bukan teknis
Level Up Strategi Marketing dengan Everpro Agentic
Mengelola database pelanggan sering dianggap pekerjaan teknis yang melelahkan, apalagi jika jumlah kontak sudah ratusan hingga ribuan.
Di sinilah peran sistem seperti Marketing Agent terasa relevan, karena bukan hanya membantu tim CRM atau admin broadcast, tapi juga owner bisnis dan seller yang mengelola marketing sendiri. Sistem menyesuaikan analisis berdasarkan skala data, sehingga tetap efektif digunakan baik oleh bisnis kecil maupun brand dengan database besar.
Melalui dukungan Agentic AI, database yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai daftar kontak berubah menjadi sumber insight yang aktif. Sistem dapat membaca perilaku audiens, merekomendasikan segment, hingga membantu menyiapkan campaign yang lebih tepat sasaran tanpa proses manual yang memakan waktu.
Jika kamu ingin CRM bekerja lebih cerdas tanpa menambah beban operasional, saatnya beralih ke sistem yang bukan cuma mengelola data, tapi juga membantu menjalankan strategi marketingmu. Aktifkan Everpro Agentic sekarang dan biarkan AI yang kerja untuk bisnismu.







