Biaya WhatsApp Business bisa menjadi cukup besar ketika bisnis mengirim dan menerima banyak pesan setiap hari. Apalagi, mulai 1 Oktober 2026, ada perubahan pada skema biaya WhatsApp Business Platform yang membuat bisnis perlu lebih cermat mengatur komunikasi dengan pelanggan.
Lalu, bagaimana cara hemat biaya WhatsApp Business setelah perubahan tersebut?
Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah mengurangi jumlah pesan yang tidak perlu, menggabungkan informasi dalam satu balasan, memanfaatkan Free Entry Point dari iklan Click-to-WhatsApp, dan memaksimalkan kuota gratis Service.
Catatan: Perhitungan dalam artikel ini menggunakan contoh harga dan skenario tertentu. Pastikan mengecek rate card dan harga layanan yang berlaku sebelum menjadikannya dasar perhitungan biaya bisnis.
Apa yang Berubah pada Biaya WhatsApp Business Mulai 1 Oktober 2026?
Sebelum 1 Oktober 2026, pesan Service yang dikirim dalam konteks layanan pelanggan masih mendapatkan mekanisme gratis tertentu. Mulai 1 Oktober 2026, skema tersebut berubah menjadi model per pesan dengan kuota gratis bulanan untuk kategori chat Service..
Selain Service, kategori chat Utility yang sebelumnya gratis ketika dikirim dalam jendela 24 jam juga mulai dikenakan biaya per pesan. Sementara itu, mekanisme Free Entry Point atau FEP tetap memberikan periode gratis tertentu untuk percakapan yang berasal dari iklan Click-to-WhatsApp.
Dengan perubahan ini, menghemat biaya WhatsApp bukan lagi sekadar tentang menjaga percakapan tetap berada dalam jendela 24 jam. Bisnis juga perlu memperhatikan jumlah pesan yang dikirim, kategori pesan, dan channel yang digunakan.
7 Cara Hemat Biaya WhatsApp Business
Berikut tujuh strategi yang bisa diterapkan untuk membantu mengelola biaya WhatsApp Business dengan lebih efisien.
1. Gabungkan Beberapa Pesan Menjadi Satu Balasan Lengkap
Salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi biaya adalah mengurangi jumlah pesan yang dikirim dalam satu percakapan.
Misalnya, CS membutuhkan informasi dari pelanggan. Daripada mengirim:
“Boleh minta nama Kak?”
Kemudian:
“Nomor pesanannya berapa?”
Lalu:
“Kendalanya apa ya?”
Informasi tersebut dapat dikumpulkan dalam satu pesan:
“Kak, boleh informasikan nama, nomor pesanan, dan kendala yang dialami agar kami bisa membantu mengeceknya?”
Dengan cara ini, pelanggan tidak perlu menerima beberapa pesan yang sebenarnya bisa dirangkum menjadi satu.
2. Kumpulkan Informasi Pelanggan Sekaligus
Selain menggabungkan balasan, bisnis juga bisa mengurangi jumlah pesan dengan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan sejak awal.
Contohnya, untuk pelanggan yang ingin menanyakan status pesanan, CS bisa meminta:
- nama pelanggan,
- nomor pesanan,
- produk yang dibeli, dan
- kendala yang dialami.Berikut tujuh strategi yang bisa diterapkan untuk membantu mengelola biaya WhatsApp Business dengan lebih efisien.
Semua informasi tersebut dapat diminta dalam satu pesan, bukan secara bertahap.
Cara ini tidak hanya membantu mengurangi jumlah pesan, tetapi juga membuat proses kerja CS lebih efisien karena informasi yang dibutuhkan sudah tersedia sejak awal.
3. Manfaatkan Free Entry Point dari Iklan Click-to-WhatsApp
Bisnis yang mendapatkan pelanggan dari iklan Click-to-WhatsApp juga bisa memanfaatkan mekanisme Free Entry Point atau FEP.
Ketika pelanggan memulai percakapan melalui iklan Click-to-WhatsApp dan bisnis membalas dalam kondisi yang memenuhi ketentuan Meta, tersedia jendela gratis selama 72 jam untuk pesan yang dikirim dalam periode tersebut.
Artinya, periode tersebut bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan proses komunikasi seperti menjawab pertanyaan, melakukan kualifikasi, memberikan informasi produk, hingga membantu pelanggan melanjutkan proses pembelian.
4. Manfaatkan Kuota Gratis 1.000 Pesan Service
Mulai 1 Oktober 2026, setiap nomor bisnis mendapatkan kuota gratis untuk pesan Service setiap bulan.
Kuota tersebut dapat digunakan untuk membantu mengurangi biaya komunikasi pelanggan yang masuk dalam kategori Service.
Untuk Indonesia, rate card yang berlaku mulai 1 Oktober 2026 menunjukkan kuota gratis 1.000 pesan Service per nomor bisnis per bulan. Setelah kuota tersebut habis, pesan Service berikutnya akan dikenakan tarif yang berlaku.
5. Pastikan Kategori Template Sesuai dengan Tujuannya
Kategori pesan juga perlu diperhatikan karena setiap kategori memiliki mekanisme biaya yang berbeda.
Sebagai contoh, rate card Indonesia yang berlaku mulai 1 Oktober 2026 mencantumkan tarif berbeda untuk Marketing dan Utility/Service.
Namun, jangan mengubah kategori template hanya untuk mendapatkan tarif yang lebih murah.
Kategori pesan harus sesuai dengan tujuan dan isi pesan serta aturan Meta yang berlaku. Penghematan seharusnya dilakukan dengan memilih strategi komunikasi yang efisien, bukan dengan memasukkan pesan ke kategori yang tidak sesuai.
6. Bersihkan dan Segmentasikan Daftar Kontak
Mengirim pesan kepada seluruh database secara rutin belum tentu menjadi cara yang efisien.
Sebelum menjalankan campaign, bisnis bisa melakukan segmentasi berdasarkan kebutuhan dan aktivitas pelanggan. Misalnya:
- pelanggan yang baru melakukan pembelian;
- pelanggan yang pernah membeli produk tertentu;
- pelanggan yang belum menyelesaikan transaksi;
- pelanggan yang sudah lama tidak berinteraksi.
Dengan segmentasi, pesan dapat dikirim kepada pelanggan yang memang relevan sehingga jumlah pesan yang tidak perlu dapat ditekan.
7. Gunakan WhatsApp Business App untuk Percakapan yang Tidak Membutuhkan API
Tidak semua percakapan bisnis harus diproses melalui WhatsApp Business Platform.
Untuk kebutuhan tertentu, bisnis dapat menggunakan WhatsApp Business App. Sementara percakapan yang membutuhkan pengelolaan tim, otomatisasi, routing, atau kebutuhan operasional lainnya dapat menggunakan platform/API yang sesuai.
Pendekatan ini dapat membantu bisnis menentukan jenis komunikasi yang memang membutuhkan infrastruktur API dan mana yang cukup ditangani melalui aplikasi.
Everpro Chat juga menyediakan fitur Coexistence (COEX) yang memungkinkan penggunaan WhatsApp Business App dan platform secara berdampingan.
Simulasi Penghematan Biaya WhatsApp Business
Untuk melihat pengaruh jumlah pesan terhadap biaya, gunakan contoh sederhana.
Misalnya sebuah bisnis menangani 1.000 percakapan pelanggan.
Sebelum optimasi, rata-rata setiap percakapan membutuhkan enam pesan.
1.000 × 6 = 6.000 pesan
Setelah alur komunikasi diperbaiki, rata-rata pesan dapat dikurangi menjadi tiga pesan per percakapan.
1.000 × 3 = 3.000 pesan
Artinya, ada pengurangan sebanyak 3.000 pesan.
Jika menggunakan contoh tarif Rp356,65 per pesan:
Sebelum:
6.000 × Rp356,65 = Rp2.139.900
Sesudah:
3.000 × Rp356,65 = Rp1.069.950
Selisih: Rp1.069.950
Selain itu, perhitungan perlu memperhitungkan kuota gratis 1.000 pesan Service jika skenarionya memang menggunakan pesan Service.
Jadi, angka di atas sebaiknya diposisikan sebagai ilustrasi sederhana tentang dampak jumlah pesan terhadap biaya, bukan estimasi tagihan aktual.
Bagaimana Everpro Chat Membantu Mengelola Komunikasi WhatsApp?
Menghemat biaya WhatsApp bukan berarti mengurangi komunikasi dengan pelanggan secara sembarangan. Hal yang lebih penting adalah membuat setiap pesan memiliki fungsi yang jelas.
Everpro Chat dapat digunakan untuk membantu bisnis mengelola komunikasi pelanggan melalui beberapa fitur.
1. Smart Reply untuk Pertanyaan yang Sering Berulang
Smart Reply dapat membantu memberikan jawaban yang sudah disiapkan untuk pertanyaan yang sering muncul, seperti informasi produk, katalog, cara order, atau pertanyaan operasional lainnya.
Dengan jawaban yang lebih lengkap, CS tidak perlu mengirim banyak pesan untuk menjelaskan informasi yang sama.
Namun, penggunaan chatbot atau Smart Reply tidak otomatis membuat pesan menjadi gratis.
2. COEX untuk Menentukan Percakapan yang Sesuai
Dengan COEX, bisnis dapat menentukan komunikasi mana yang lebih sesuai ditangani melalui WhatsApp Business App dan mana yang membutuhkan pengelolaan melalui platform.
Dengan begitu, penggunaan platform dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional bisnis.
3. Click-to-WhatsApp untuk Memanfaatkan Free Entry Point
Untuk bisnis yang menggunakan Click-to-WhatsApp Ads, mekanisme Free Entry Point dapat menjadi salah satu bagian dari strategi pengelolaan biaya.
Bisnis dapat memanfaatkan periode gratis yang tersedia untuk melanjutkan komunikasi dengan calon pelanggan secara lebih efektif.
Checklist Hemat Biaya WhatsApp Business
Sebelum menjalankan komunikasi WhatsApp dalam skala besar, pastikan bisnis sudah:
- Menggabungkan informasi yang bisa disampaikan dalam satu pesan.
- Menghindari pertanyaan yang dikirim satu per satu jika bisa dikumpulkan sekaligus.
- Memanfaatkan Free Entry Point dari Click-to-WhatsApp sesuai ketentuan.
- Memantau penggunaan kuota gratis Service.
- Memastikan kategori template sesuai dengan tujuan pesan.
- Melakukan segmentasi database sebelum mengirim campaign.
- Menentukan percakapan yang perlu menggunakan API dan WhatsApp Business App.
- Memantau jumlah pesan dan biaya secara berkala.
Kesimpulan
Perubahan pricing WhatsApp Business mulai 1 Oktober 2026 membuat bisnis perlu lebih cermat dalam mengelola komunikasi dengan pelanggan.
Menghemat biaya bukan berarti mengurangi kualitas layanan. Bisnis dapat mulai dari hal sederhana seperti menggabungkan beberapa pesan menjadi satu balasan, mengumpulkan informasi pelanggan sekaligus, melakukan segmentasi database, dan memastikan setiap pesan dikirim melalui channel yang sesuai.
Untuk bisnis yang menggunakan WhatsApp dalam skala besar, pemantauan jumlah pesan dan pemilihan strategi komunikasi juga penting agar biaya tetap terkendali tanpa mengorbankan pengalaman pelanggan.







