Cara Packing Barang Pecah Belah agar Aman Sampai Tujuan

\"Everpro\"
Share
Cara packing barang pecah belah dengan bubble wrap dan kardus agar aman saat pengiriman

Jualan barang pecah belah seperti kaca, keramik, atau kerajinan memang punya peluang yang menarik, tetapi proses pengirimannya juga punya risiko lebih besar loh! Sekali barang pecah di perjalanan, kerugian yang kamu tanggung bukan hanya harga produk, tapi juga ongkir kirim ulang hingga komplain pelanggan.

Karena itu, cara packing barang pecah belah tidak cukup hanya dengan membungkusnya menggunakan bubble wrap. Kamu perlu mengetahui tips khusus menyesuaikan alat dan bahan yang perlu disiapkan, hingga kesalahan yang sebaiknya kamu hindari dalam mempelajari cara packing barang pecah belah yang tepat. Yuk baca artikel ini hingga selesai ya!

Kenapa Packing Barang Pecah Belah Butuh Perhatian Ekstra?

Mengetahui cara packing barang pecah belah yang tepat adalah salah satu aspek penting dalam manajemen risiko operasional. Coba bayangkan, ketika produk sampai dalam kondisi retak atau pecah, pelanggan tentu dapat mengajukan komplain dan memberikan review negatif. Alhasil, kamu tidak hanya akan boncos biaya operasional untuk proses retur, berbagai risiko lain seperti:

  • Kerugian produk karena barang tidak dapat dijual kembali
  • Biaya pengiriman tambahan jika perlu mengirimkan produk pengganti
  • Waktu operasional terpakai untuk menangani komplain dan retur
  • Pengalaman unboxing yang buruk bagi pelanggan
  • Kepercayaan pelanggan menurun jika masalah pengiriman terjadi berulang

Karena itu, memahami cara packing barang pecah belah penting bukan hanya soal mencegah barang rusak, melainkan packing yang baik juga menjadi bagian dari menjaga pengalaman pelanggan dan mengurangi masalah setelah pesanan dikirim.

Alat dan Bahan Wajib untuk Packing Barang Pecah Belah

Tips dan trik khusus cara packing barang pecah belah ada pada penggunaan material. Setiap bahan harus memiliki fungsi khusus untuk melindungi barang yang akan dikirim. Beberapa bahan yang perlu disiapkan antara lain:

  • Kardus tebal atau double-wall: Pilih kardus yang kokoh dan tidak mudah penyok
  • Bubble wrap: Gunakan untuk melindungi permukaan barang dari benturan
  • Kertas kraft atau koran: Dapat digunakan sebagai lapisan awal dan bantalan tambahan
  • Void filler: Berupa kertas, foam, atau material pengisi lain untuk mencegah barang bergerak di dalam kardus
  • Lakban tebal: Digunakan untuk menyegel bagian atas dan bawah kardus
  • Label Fragile: Membantu menunjukkan bahwa isi paket membutuhkan penanganan lebih hati-hati

Selain itu, kamu juga perl memperhatikan ukuran kardus. Jangan menggunakan kardus yang terlalu besar karena barang akan lebih mudah bergeser. Sebaliknya, kardus yang terlalu kecil dapat membuat barang tertekan dan tidak memiliki cukup ruang untuk lapisan pelindung.

Baca Juga: Cara Kirim Paket Domestik & Luar Negeri Terbaru 2026: Praktis & Aman!

Langkah-Langkah Packing Barang Pecah Belah yang Aman

Setelah semua bahan siap, berikut cara packing barang pecah belah yang bisa kamu ikuti:

1. Bungkus Barang dengan Lapisan Pertama

Cara packing barang pecah belah yang pertama dimulai dengan membungkus barang menggunakan kertas kraft atau koran. Lapisan ini membantu melindungi permukaan barang dari gesekan langsung dengan material packing berikutnya. Untuk barang dengan bentuk atau permukaan yang sangat sensitif, pastikan seluruh bagian sudah terlindungi sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

2. Lapisi dengan Bubble Wrap

Setelah terbungkus dengan lapisan kraft atau koran, kamu bisa mungkus seluruh permukaan barang menggunakan bubble wrap. Pastikan bagian sudut, tepi, atau bagian yang menonjol mendapat perlindungan ekstra. Untuk barang yang sangat rapuh, gunakan lebih dari satu lapisan sesuai kebutuhan. Setelah dibungkus, rekatkan bubble wrap agar tidak mudah terlepas saat barang dimasukkan ke dalam kardus.

3. Pilih Kardus yang Sesuai

Gunakan kardus yang sedikit lebih besar dari barang setelah dilapisi material pelindung. Jangan menyisakan ruang terlalu banyak karena barang bisa bergerak selama perjalanan. Jika barang cukup berat atau bernilai tinggi, pertimbangkan kardus double-wall yang memiliki struktur lebih kuat.

4. Isi Semua Ruang Kosong

Selain memperhatikan penggunaan bahan, mengisi ruang kosong adalah salah satu bagian penting dalam cara bungkus barang fragile. Setelah barang dimasukkan ke dalam kardus, isi celah di sekelilingnya menggunakan void filler, kertas, atau foam. Lalu, coba gerakkan kardus secara perlahan. Jika barang masih terasa bergerak bebas di dalam, tambahkan kembali material pengisi sampai posisinya cukup stabil. 

5. Gunakan Teknik Double Box untuk Barang Sangat Rapuh

Rahasia selanjutnya dalam cara packing barang peca belah adalah menggunakan teknik Double Box atau box-in-box. Caranya, masukkan barang yang sudah terlindungi ke dalam kotak pertama. Kemudian tempatkan kotak tersebut di dalam kardus kedua dengan bantalan di seluruh sisi. Teknik ini memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap benturan dari luar.

6. Segel Kardus dengan Lakban

Selanjutnya, kamu dapat menututup kardus menggunakan lakban tebal dengan pola H pada bagian atas dan bawah. Untuk paket yang cukup berat, tambahkan lapisan lakban pada bagian yang membutuhkan penguatan. Pastikan tidak ada bagian kardus yang terbuka sebelum paket diserahkan kepada kurir.

7. Tempel Label Fragile

Terakhir, tempelkan label “FRAGILE” atau “Handle With Care” pada beberapa sisi kardus yang mudah terlihat. Jika barang memiliki posisi tertentu, kamu juga dapat menambahkan tanda “This Side Up”. Namun, label bukan pengganti perlindungan fisik. Barang tetap harus dikemas dengan bantalan yang cukup.

Cara Packing Barang Pecah Belah Disesuaikan dengan Jenis Produknya

Rahasia cara packing barang pecah belah diatas adalah langkah praktis secara umum. Sebenarnya, kamu juga perlu mengenali setiap barang fragile yang menjadi produk kamu, karena setiap barang memiliki bentuk dan titik rawan yang berbeda. 

1. Cara Packing Kaca dan Cermin

Kaca dan cermin memiliki permukaan luas yang relatif rentan terhadap benturan dan tekanan, terutama pada bagian tepi. Bungkus seluruh permukaannya dengan bubble wrap dan berikan perlindungan ekstra pada setiap sudut. Jika memungkinkan, posisikan kaca atau cermin secara tegak di dalam kardus, bukan dibiarkan rebah dengan barang lain di atasnya. Isi seluruh ruang kosong agar tidak bergeser dan tambahkan tanda “This Side Up” pada bagian luar kemasan.

2. Cara Packing Keramik dan Kristal

Untuk keramik dan kristal, bungkus setiap item secara terpisah meskipun beberapa barang dikirim dalam satu paket. Jangan membiarkan permukaan antarbarang bersentuhan langsung. Jika bentuknya seperti vas atau guci yang memiliki ruang di bagian dalam, kamu dapat mengisinya dengan kertas secara secukupnya untuk memberikan dukungan tambahan. Setelah itu, beri jarak antaritem menggunakan bubble wrap, foam, atau void filler agar tidak saling berbenturan.

3. Cara Packing Piring dan Peralatan Makan

Piring sebaiknya tidak langsung ditumpuk tanpa perlindungan di antaranya. Bungkus setiap piring dengan bubble wrap atau material pelindung lain, kemudian berikan sekat menggunakan karton atau bantalan. Untuk mengurangi tekanan pada permukaan piring, posisikan piring secara vertikal di dalam kardus jika bentuk dan kemasannya memungkinkan. Pastikan ruang kosong di antara piring dan sisi kardus tetap terisi sehingga tumpukan tidak mudah bergeser.

4. Cara Packing Lampu Hias dan Pajangan

Lampu hias dan pajangan sering memiliki bentuk tidak beraturan, lekukan, atau bagian yang menonjol sehingga membutuhkan perlindungan lebih merata. Gunakan void filler untuk menyangga setiap sisi dan bagian yang menonjol. Jika produk memiliki komponen yang dapat dilepas, pisahkan dan bungkus masing-masing komponen agar tidak saling berbenturan.

Tips:
Hindari menaruh barang berat di atas pajangan yang rapuh dan tambahkan penanda posisi tegak jika diperlukan.

5. Cara Packing Barang Fragile Bernilai Tinggi

Untuk seller yang menjual kristal mahal, guci antik, atau barang dekorasi bernilai tinggi, perlindungan tambahan sangat disarankan. Kamu wajib menggunakan rahasia teknik Double Box agar barang tidak hanya bergantung pada satu lapisan kardus.

Selain packing yang lebih kuat, pertimbangkan asuransi pengiriman barang pecah belah untuk mengurangi risiko kerugian apabila terjadi kerusakan atau kehilangan selama pengiriman. Ketentuan perlindungan dan nilai klaim dapat berbeda sesuai ekspedisi dan jenis asuransi yang digunakan.

Kesalahan Umum Packing Barang Pecah Belah yang Bikin Rusak atau Retur

Sudah menerapkan langkah dan tips di atas namun masih sering gagal dalam pengiriman barang pecah belah? Sebenarnya sudah dibubble wrap belum tentu berarti packing kamu aman. Beberapa kesalahan berikut justru masih sering terjadi:

 

  • Membiarkan ruang kosong di dalam kardus. Barang yang bergerak bebas lebih mudah terbentur selama proses pengiriman.
  • Hanya menggunakan satu lapis perlindungan untuk barang sangat rapuh. Barang tertentu membutuhkan lapisan tambahan atau bahkan Double Box.
  • Menggunakan kardus bekas yang sudah lembap atau penyok. Struktur kardus yang sudah lemah tidak memberikan perlindungan optimal.
  • Mencampur banyak barang fragile tanpa sekat. Barang dapat saling berbenturan, terutama jika memiliki ukuran dan bentuk berbeda.
  • Hanya mengandalkan label Fragile. Stiker Fragile tidak dapat menggantikan bubble wrap, void filler, dan kardus yang kokoh.

Sebelum paket diserahkan kepada kurir, lakukan pemeriksaan terakhir. Pastikan barang tidak bergerak bebas, kardus tidak rusak, seluruh sisi sudah tersegel, dan label pengiriman terlihat jelas. Selain itu, biasakan mendokumentasikan proses packing. 

Untuk pengajuan klaim paket rusak di Everpro, misalnya, terdapat ketentuan mengenai bukti video packing dan video unboxing penerima sebagai bagian dari proses investigasi.

Baca Juga: 7 Manfaat Everpro Shipping untuk Bisnis yang Ingin Lebih Praktis

Kirim Barang Pecah Belah Lebih Aman Bareng Everpro!

Sudah paam cara packing pecah belah agar aman sampai tujuan? Sekarang saatnya kamu mempertimbangkan layanan pengiriman yang tepat. Packing yang baik akan lebih maksimal jika didukung pilihan layanan pengiriman yang sesuai. Untuk seller yang rutin mengirim barang fragile, kamu juga perlu mempertimbangkan perlindungan dan proses klaim jika terjadi kendala selama perjalanan.

Melalui Everpro Shipping, kamu dapat memilih dari berbagai ekspedisi dan layanan pengiriman dalam satu sistem. Everpro juga menyediakan opsi asuransi untuk membantu melindungi paket dari risiko kerusakan atau kehilangan, terutama untuk barang bernilai tinggi. Jika terjadi kerusakan, Everpro juga menyediakan fitur pengajuan dan pemantauan klaim melalui dashboard sesuai dengan ketentuan klaim yang berlaku.

Jadi, setelah memastikan cara packing barang pecah belah sudah tepat, kamu juga bisa mengelola proses pengirimannya dengan lebih terstruktur menggunakan Everpro Shipping.

 

FAQ

Berapa lapis bubble wrap yang ideal untuk barang pecah belah?
Tidak ada jumlah lapisan yang berlaku untuk semua jenis barang. Untuk barang yang sangat rapuh, kamu dapat menggunakan beberapa lapisan dan memberikan perlindungan ekstra pada sudut atau bagian yang menonjol. Yang terpenting, barang terlindungi menyeluruh dan tidak bergerak bebas di dalam kardus.

Apakah kardus bekas aman dipakai untuk packing barang fragile?
Boleh, selama kardus masih bersih, kering, kokoh, dan tidak penyok atau mengalami kerusakan struktural. Untuk barang yang sangat rapuh atau bernilai tinggi, lebih baik gunakan kardus baru atau kardus dengan struktur yang lebih kuat.

Apa itu teknik Double Box dan kapan perlu dipakai?
Double Box adalah teknik menempatkan barang yang sudah dikemas dalam kotak pertama, kemudian memasukkannya ke kardus kedua dengan bantalan di sekelilingnya. Teknik ini cocok dipertimbangkan untuk barang yang sangat rapuh, berukuran tertentu, atau memiliki nilai tinggi.

Apakah barang pecah belah yang rusak saat pengiriman bisa diklaim asuransi?
Bisa, tetapi pengajuan klaim tidak otomatis berarti kerugian pasti diganti. Ketentuan bergantung pada ekspedisi, jenis perlindungan, dokumen pendukung, dan kondisi klaim. Di Everpro, nilai klaim asuransi mengikuti ketentuan masing-masing ekspedisi, sementara proses klaim paket rusak memiliki persyaratan dokumentasi tertentu.

 

Cara Packing Barang Pecah Belah yang Tepat Bantu Kurangi Risiko Kerusakan!

Kini kamu sudah tahu, cara packing barang pecah belah membutuhkan perlindungan lebih dibandingkan barang biasa dan terdapat penyesuaian tergantung jenis barangnya. Mulai dari memilih kardus yang kokoh, membungkus setiap barang dengan benar, mengisi seluruh ruang kosong, hingga menggunakan Double Box untuk produk yang sangat rapuh atau bernilai tinggi. Memperhatikan kaca dan cermin yang membutuhkan perhatian pada bagian tepi, barang seperti piring perlu diberi sekat, hingga pajangan membutuhkan bantalan di berbagai sisi.

Tidak kalah penting, cara packing barang pecah belah juga perlu mempertimbangkan proses pengirimannya. Dengan Everpro Shipping, kamu bisa memilih berbagai ekspedisi sekaligus mengakses fitur asuransi dan manajemen klaim dalam satu sistem.

Masih ragu? Yuk pahami dasar packing secara lebih umum dengan membaca panduan cara packing paket di blog Everpro sebelum menerapkan teknik khusus untuk barang pecah belah.

 

Artikel Lainnya