Pernah kaget lihat saldo yang cair ternyata lebih kecil dari perkiraan, padahal harga jual sudah dikurangi diskon dari kamu sendiri? Kalau iya, kamu tidak sendirian.
Banyak seller baru maupun yang sudah lama jualan di Shopee sering lupa bahwa potongan Shopee seller terdiri dari berbagai jenis biaya yang mengurangi total pendapatan dari setiap transaksi.
Nah, dalam artikel kali ini, kita akan membahas rincian lengkap semua jenis potongan yang berlaku di 2026, lengkap dengan cara menghitungnya sendiri dan simulasi dari harga jual sampai saldo cair.
Apa itu Potongan Shopee Seller?
Potongan Shopee seller adalah biaya yang otomatis diambil Shopee dari setiap transaksi yang berhasil diselesaikan sebelum dana masuk ke saldo penjual.
Penekanannya ada pada kata “berhasil diselesaikan”, karena pesanan yang dibatalkan atau diretur tidak dikenakan potongan tersebut.
Potongan ini bukan cuma satu jenis “biaya admin” saja. Ada beberapa komponen biaya berbeda yang bisa berlaku sekaligus dalam satu transaksi, tergantung kategori produk, status tokomu, dan program yang kamu ikuti.
Seluruh biaya tersebut sebaiknya sudah diperhitungkan saat menetapkan harga produk. Sebab bila tidak, nominal keuntungan yang terlihat di awal belum tentu mencerminkan hasil bersih yang sebenarnya kamu terima.
Lalu, bagaimana dengan status toko? Status ini juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi besaran biaya yang dikenakan.
Toko baru otomatis masuk status Non-Star. Setelah memenuhi syarat tertentu, seperti jumlah pesanan selesai dan rating toko, kamu bisa naik ke status Star atau Star+.
Sementara itu, Shopee Mall khusus untuk toko official brand yang sudah melalui proses verifikasi terpisah.
Jenis Jenis Potongan Shopee Seller di 2026

Setidaknya, ada empat komponen biaya yang perlu kamu pahami satu per satu.
1. Biaya Administrasi Berdasarkan Kategori Produk dan Status Toko
Biaya administrasi dikenakan pada setiap pesanan yang berhasil diselesaikan. Besarannya tergantung dua faktor, yaitu kategori produk yang kamu jual dan status tokomu (Non Star, Star/Star+, atau Shopee Mall).
Berikut rincian tarif resminya per Januari 2026:
| Kategori | Contoh Produk | Biaya Admin | Berlaku Untuk |
| Kategori A | Fashion, FMCG, lifestyle tertentu | 10% | Semua status toko |
| Kategori B | Elektronik dan skincare/kosmetik tertentu | 9% hingga 9,5% | Semua status toko |
| Kategori C | Susu formula, suplemen kesehatan | 6,5% hingga 6,75% | Semua status toko |
| Kategori D | Elektronik high end (laptop, HP, tablet) | 5,25% | Semua status toko |
| Kategori E | Logam mulia, perhiasan berharga | 4,25% | Semua status toko |
| Kategori Khusus | E money, voucher digital, tiket | 2,5% | Semua status toko |
| Shopee Mall | Toko official brand, semua kategori | 2,5% hingga 11,7%* | Khusus Shopee Mall |
*Sudah termasuk PPN sesuai ketentuan pajak yang berlaku.
Kalau kamu mau tahu kategori spesifik produkmu masuk yang mana, kamu bisa cek langsung ke halaman resmi Biaya Administrasi Penjual Non-Star dan Rincian Biaya Penjual per Kategori Produk di Pusat Edukasi Penjual Shopee.
Namun, persentase ini bisa berubah sewaktu waktu mengikuti kebijakan Shopee. Jadi, sebaiknya kamu cek berkala ke Seller Centre supaya tidak kaget kalau ada penyesuaian tarif.
Nah, biaya administrasi ini menyumbang porsi terbesar dari total potongan yang kamu bayarkan ke Shopee dibanding tiga jenis biaya lain di bawah.
Karena itu, kalau kamu jualan di beberapa kategori produk sekaligus dalam satu toko, sebaiknya hitung biaya admin per kategori secara terpisah, ya.
2. Biaya Proses Pesanan (Order Handling Fee)
Selain biaya admin, ada juga biaya proses pesanan flat sebesar Rp1.250 per pesanan yang berhasil diselesaikan. Biaya ini berlaku sejak Juli 2025 dan sifatnya terpisah dari biaya admin.
Biaya proses pesanan ini berlaku untuk semua kategori produk dan semua status toko, tanpa terkecuali. Kamu bisa lihat penjelasan resminya di halaman Ringkasan Biaya Admin Shopee.
Kalau dilihat sekilas, Rp1.250 memang terasa kecil dibanding biaya admin yang persentasenya bisa mencapai dua digit.
Tapi coba bayangkan kalau tokomu berhasil menyelesaikan ratusan pesanan dalam sebulan. Total biaya proses pesanan yang terkumpul bisa menjadi angka yang cukup signifikan juga, apalagi kalau produk yang dijual memang bernilai kecil per unitnya. Jadi, tetap penting dimasukkan ke perhitungan, ya.
3. Biaya Tambahan untuk Produk Pre-Order
Sejak Januari 2026, ada tambahan biaya layanan sebesar 3% per kuantitas khusus untuk produk yang dijual dengan sistem pre-order.
Jadi kalau tokomu jualan produk yang butuh waktu produksi atau pengiriman dari luar kota/negeri dengan skema PO, biaya ini akan otomatis ditambahkan di luar biaya admin dan biaya proses pesanan.
Namun, untuk produk custom atau kerajinan tangan, biaya tambahan pre-order ini tidak berlaku untuk kategori tersebut.
Perubahan ini juga perlu diperhatikan seller yang sebelumnya terbiasa dengan batasan jumlah produk pre-order. Sejak Januari 2026, batasan tersebut sudah dihapus, tetapi sebagai gantinya muncul biaya layanan tambahan ini.
Jadi kalau strategi jualanmu banyak mengandalkan skema pre-order, misalnya untuk produk fesyen musiman atau barang import, sebaiknya biaya 3% ini juga sudah dihitung sejak awal menentukan harga jual.
4. Biaya Program dan Layanan Opsional (Sering Kelewat Dihitung)
Berbeda dari tiga biaya sebelumnya yang sifatnya wajib, kelompok biaya ini hanya berlaku kalau kamu memilih ikut program tertentu dari Shopee, yakni:
- Gratis Ongkir XTRA: Biaya layanan tambahan yang dihitung dari total penjualan setelah diskon. Besarannya bervariasi tergantung kondisi tokomu masing-masing.
- SPayLater Xtra 0%: Biaya layanan sebesar 2,5% untuk tenor 3 bulan dan 4,0% untuk tenor 6 bulan.
Kamu bisa cek detail lengkap program Shopee Mall dan biayanya di halaman Biaya Administrasi Penjual Shopee Mall.
Tabel Ringkasan Semua Potongan Shopee Seller 2026
Supaya lebih mudah dilihat sekaligus, berikut rangkuman semua jenis potongan yang sudah dibahas di atas dalam satu tabel:
| Jenis Biaya | Besaran | Berlaku Untuk | Sifat |
| Biaya Administrasi | 2,5% hingga 11,7% (tergantung kategori dan status toko) | Setiap pesanan berhasil | Wajib |
| Biaya Proses Pesanan | Rp1.250 per pesanan | Semua pesanan berhasil | Wajib |
| Biaya Pre-Order | 3% per kuantitas | Produk pre-order (kecuali custom/kerajinan tangan) | Wajib jika ikut PO |
| Gratis Ongkir XTRA | Bervariasi, cek Seller Centre | Toko yang ikut program | Opsional |
| SPayLater Xtra 0% | 2,5% (tenor 3 bulan) / 4,0% (tenor 6 bulan) | Toko yang ikut program | Opsional |
Cara Menghitung Potongan Shopee Seller
Rumus dasarnya seperti ini:
Biaya Admin = Harga Netto (harga setelah diskon dari seller) x Persentase Kategori
Supaya lebih jelas, mari coba hitung dengan contoh kasus berikut.
Misalnya kamu jualan skincare yang masuk Kategori B dengan tarif 9%. Harga awal produknya Rp150.000, dan kamu kasih diskon Rp10.000 dari seller.
- Harga netto = Rp150.000 dikurangi Rp10.000 = Rp140.000
- Biaya admin = Rp140.000 x 9% = Rp12.600
- Biaya proses pesanan = Rp1.250
- Total potongan = Rp12.600 ditambah Rp1.250 = Rp13.850
- Dana yang diterima seller = Rp140.000 dikurangi Rp13.850 = Rp126.150
Nah, kalau modal produk tersebut Rp70.000, keuntungan bersihnya adalah Rp126.150 dikurangi Rp70.000, sama dengan Rp56.150. Inilah margin asli kamu.
Simulasi Lengkap: dari Harga Jual sampai Saldo Cair
Biar makin gampang dipahami, berikut alur lengkapnya dari harga awal sampai dana benar benar cair ke saldo, memakai contoh skincare yang sama:
| Tahap | Keterangan | Nilai |
| Harga Awal | Harga jual sebelum diskon | Rp150.000 |
| Diskon Seller | Potongan harga yang ditanggung seller | Rp10.000 |
| Harga Netto | Harga awal dikurangi diskon | Rp140.000 |
| Biaya Admin | Harga netto dikali 9% (Kategori B) | Rp12.600 |
| Biaya Proses Pesanan | Flat per pesanan | Rp1.250 |
| Total Diterima di Saldo | Harga netto dikurangi semua biaya wajib | Rp126.150 |
Nah, kalau tokomu ikut program opsional seperti Gratis Ongkir XTRA, ada satu baris tambahan biaya layanan yang perlu dimasukkan sebelum sampai ke total akhir, sesuai persentase yang berlaku di tokomu masing masing.
Tips Mengelola Potongan Shopee Supaya Margin Tetap Aman
Setelah tahu rincian biayanya, berikut beberapa tips praktis yang bisa langsung kamu terapkan:
- Hitung markup harga jual dengan sudah memasukkan estimasi total potongan sejak awal, jangan cuma modal ditambah untung yang diinginkan.
- Cek status tokomu (Non Star, Star, Star+, atau Mall) secara berkala, karena status ini menentukan tarif final yang berlaku untuk setiap transaksi.
- Rutin buka Laporan Keuangan di Seller Centre untuk melihat potongan riil per transaksi.
- Pertimbangkan dulu efek program opsional seperti Gratis Ongkir XTRA atau SPayLater Xtra terhadap margin, sebelum memutuskan ikut program tersebut.
- Kalau margin di Shopee terasa makin tipis, ada baiknya juga mempertimbangkan channel penjualan lain sebagai pelengkap, misalnya toko online lewat website milik sendiri, supaya bisnismu tidak bergantung sepenuhnya pada satu marketplace saja.
FAQ Seputar Potongan Shopee Seller
Apakah bikin toko di Shopee dikenakan biaya?
Tidak. Daftar toko di Shopee gratis. Biaya baru muncul setelah ada transaksi yang berhasil diselesaikan.
Bagaimana cara melihat rincian potongan di toko saya?
Kamu bisa cek lewat menu Laporan Keuangan atau Detail Pesanan di Seller Centre.
Apa bedanya biaya admin Non-Star, Star, dan Shopee Mall?
Beda status toko berarti beda pula tarif final yang berlaku walaupun produknya masuk kategori yang sama. Sebaiknya kamu cek langsung ke Seller Centre tokomu untuk tahu tarif pasti yang berlaku sesuai status toko saat ini.
Apakah biaya proses pesanan berlaku untuk semua pesanan?
Ya, biaya Rp1.250 ini berlaku untuk semua pesanan yang berhasil diselesaikan, tanpa memandang kategori produk maupun status toko.
Apakah persentase potongan Shopee bisa berubah?
Bisa. Shopee dapat menyesuaikan tarif sewaktu waktu, jadi sebaiknya seller rutin cek pembaruan lewat Seller Centre atau Pusat Edukasi Penjual.
Penutup
Potongan Shopee seller terdiri dari beberapa komponen biaya sekaligus, mulai dari biaya admin, biaya proses pesanan, biaya pre-order, sampai biaya program opsional yang kamu ikuti.
Sebaiknya hitung semuanya semuanya sejak awal agar kamu bisa menentukan harga jual dan memperkirakan keuntungan bersih dengan lebih akurat.
Nah, kalau kamu penasaran bagaimana perbandingannya dengan biaya admin di marketplace lain seperti Tokopedia, Lazada, Blibli, dan Bukalapak, kamu bisa baca perbandingan lengkap biaya admin di berbagai marketplace di artikel selanjutnya.
Semoga bermanfaat, ya!







