Masih bingung gimana cara menghitung ongkos kirim barang? Cari tahu cara menghitung ongkos kirim barang terbaru 2026 biar bisa menekan biaya operasional bisnis. Ongkos kirim sangat penting apalagi kamu adalah seorang pemilik bisnis.
Penasaran gimana cara menghitung ongkos kirim barang? cari tahu cara menghitung ongkos kirim semua ekspedisi di Indonesia, yuk simak panduan selengkapnya di bawah ini!
Faktor Penentu Tarif Pengiriman

Sebelum tahu cara menghitung ongkos kirim barang dari berbagai ekspedisi, kamu harus tahu dulu ada beberapa faktor yang nantinya bakal mempengaruhi nominal akhir dari ongkos kirim, yaitu:
1. Berat Barang
Berat barang termasuk faktor utama dalam menghitung ongkir. Makin berat barang yang mau dikirim, maka makin besar pula biaya yang harus dikeluarkan.
Nah, untuk menghitung berat kamu harus memahami dulu dua jenis berat yakni berat bersih (netto) dan berat kotor (bruto/setelah packing). Berat neto biasanya digunakan untuk keperluan produksi atau penjualan sedangkan bruto yang digunakan ekspedisi untuk menghitung ongkir.
2. Jarak Pengiriman (Sistem Zonasi)
Jarak antara lokasi pengirim dan penerima juga sangat mempengaruhi nominal ongkir. Semakin jauh tujuan pengirimannya, tentu semakin tinggi pula ongkos kirimnya.
Karena pihak ekspedisi akan pertimbangkan biaya operasionalnya, seperti tenaga kerja yang dibutuhkan, biaya tol, sampai bahan bakar. Apalagi, kalau lokasi pengiriman sangat jauh dan sulit dijangkau.
Nah, untuk perhitungan jarak kirim ini, ekspedisi biasanya akan membagi beberapa wilayah pengiriman ke dalam beberapa zona atau tarif per kilometernya seperti berikut:
- Zona lokal: dalam kota
- Zona regional: antar kota dalam satu provinsi
- Zona nasional: antar provinsi
- Zona terpencil/remote area
3. Jenis Layanan Pengiriman
Ekspedisi biasanya akan kasih beberapa pilihan layanan sesuai estimasi waktu sampai dan fasilitas pengiriman. Makin cepat dan eksklusif layanannya, maka makin mahal ongkos kirimnya.
Berikut ini beberapa layanan kirim yang ada di berbagai ekspedisi:
- Reguler: Tarif ongkir menengah, waktu kirim 2-5 hari, biaya lebih murah.
- Express: Tarif ongkir lebih mahal dengan estimasi waktu sampai 1-2 hari.
- Same Day atau Instant: Tarif ongkir paling mahal dengan estimasi beberapa jam hingga 1 hari.
- Kargo: Khusus untuk barang besar/berat dengan tarif ongkir paling murah dan estimasi waktu sampai 5 hingga 14 hari.
Kamu tinggal pilih layanan yang sesuai kebutuhan dan budget biar ongkir bisa lebih efisien!
Cara Menghitung Ongkos Kirim Barang: Berat Aktual & Aturan Pembulatan Ekspedisi
Biar nggak salah hitung lagi saat membayar biaya ongkir, berikut cara hitung berat aktual dan aturan pembulatan ekspedisi yang harus kamu ketahui:
1. Cara Menghitung Berat Aktual (Actual Weight)
Berat aktual merupakan berat fisik paket setelah melalui proses packing, bukan hanya berat produk saja. Supaya perhitungannya akurat dan tidak merugikan, perhatikan teknik menghitung berikut:
- Teknik Menimbang yang Benar
- Menggunakan timbangan digital (disarankan kapasitas lebih dari 30kg).
- Pastikan timbangan berada di permukaan datar, menunjukkan angka 0.00 sebelum digunakan.
- Lalu timbang paket dalam kondisi final, dus sudah ditutup, lakban, bubble wrap, dll sudah terpasang.
- Letakkan paket di tengah timbangan jangan menggantung ataupun miring
- Untuk paket besar pastikan tidak menyentuh lantai/meja karena bisa membuat berat lebih ringan.
- Kalibrasi Timbangan
- Lakukan kalibrasi setiap 1-2 bulan sekali
- Bandingkan hasil timbangan dengan barbel atau timbangan lain (cross check)
- Selisih 50 gram berisiko kena koreksi berat dari ekspedisi
2. Aturan Pembulatan Berat Ekspedisi
Perlu diingat jika jasa ekspedisi mempunyai aturan pembulatan berat yang harus diketahui para seller. Ekspedisi tidak menghitung ongkir per gram melainkan per kilogram bertingkat dengan sistem pembulatan tertentu.
- Berat kurang dari 1 kg dihitung 1 kg
- Sedangkan berat lebih dari 1 kg dihitung ke kilogram berikutnya.
- Pembulatan selalu ke atas bukan ke terdekat
- Setiap ekspedisi punya batas toleransi yang berbeda-beda (cari tahu setiap jasa ekspedisi agar bisa tahu batas toleransi)
Rahasia Rumus Volumetrik (Darat vs Udara)
Dalam logistik ongkir sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh berat tapi juga dimensi paket. Ini karena pengiriman dilakukan oleh armada truk atau pesawat sehingga ruang sangat berarti dan harus dihitung dengan tepat.
Jasa ekspedisi akan menghitung chargeable weight yaitu dengan membandingkan berat aktual dengan berat volumetrik. Biasanya akan dipilih angka yang paling besar di antara keduanya. Contohnya seperti kirim bantal 1kg tapi butuh dus besar maka yang dihitung adalah volume atau dimensi paket.
Konsep Ruang: Truk vs Pesawat
Ada dua konsep ruang yang digunakan pada jasa ekspedisi yakni:
1. Jalur Udara (efisiensi ruang)
- Sangat terbatas ruang dan berat
- Biaya operasional tinggi
- Setiap ruang harus “menghasilkan uang”
2. Jalur Darat (kapasitas volume)
- Ruang relatif lebih fleksibel
- Bisa menampung barang besar dan ringan
- Biaya per km lebih rendah
3. Rumus Berat Volumetrik
- Jalur Udara: (PxLxT)/6.000
- Jalur Darat: (PxLxT)/4.000
Kenapa 6.000³ vs 4.000³? Angka tersebut dianggap setara dengan 1 kg muatan. Untuk udara pembagi 6.000³ tersebut sudah sesuai praktik internasional yang mempertimbangkan keterbatasan payload, keamanan penerbangan dan efisiensi penataan kargo di pesawat.
Sedangkan untuk jalur darat menggunakan pembagi 4.000³ alasannya karena truk dan kontainer darat lebih sering kehabisan ruang bukan kehabisan kemampuan angkut berat.
Cara Menghitung Ongkos Kirim Barang Dimensi Paket yang Tidak Beraturan
Jika paket memiliki dimensi yang tidak umum contohnya seperti bentuk bulat atau tabung atau justru menonjol berikut cara menghitung dimensi paketnya:
Paket Bulat atau Tabung
Untuk paket barang berbentuk bulat atau tabung cara menghitungnya adalah dengan menggunakan diameter terlebar sebagai panjang dan lebarnya.
Paket Menonjol atau Tidak Simetris
Untuk paket barang yang menonjol atau tidak simetris cara menghitungnya adalah dengan mengambil ukuran paling panjang, paling lebar dan paling tingginya.
Cara Menghitung Biaya Ongkos Kirim Barang: Menghitung Rumus CBM (Kubikasi) untuk Pengiriman Besar
CBM adalah sebuah konsep yang digunakan dalam pengiriman barang atau logistik. Definisi dari CBM (Cubic Meter) merupakan satuan volume yang digunakan untuk mengukur ruang yang ditempati barang dalam satu meter kubik.
Secara sederhana rumusnya adalah: 1 CBM = ruang sebesar 1 m x 1 m x 1 m
Dalam pengiriman skala besar, terutama yang menggunakan armada truk (LTL), kontainer (LCL) dan cargo laut, ongkir tidak akan menggunakan perhitungan per kilogram melainkan menggunakan volume CBM atau hasil konversinya.
Perhitungan Barang Retail vs Barang Besar (Studi Kasus)
Agar bisa benar-benar memahami perhitungan barang untuk pengiriman mulai dari berat aktual, volumetrik dan CBM. Berikut beberapa studi kasus cara menghitung biaya ongkos kirim barang:
| Produk Fashion (Kecil tapi Banyak) | Produk Furniture / Bantal (Ringan tapi makan tempat) | Pengiriman Mesin dengan Packing Kayu (Cargo) |
Profil barang:
| Profil barang:
| Profil barang:
|
|
|
|
Hitung Berat Aktual
| Hitung CBM:
| |
| Hitung Berat Volumetrik Per dus:
| Hitung Berat Volumetrik
Reguler
Cargo Darat
| Konversi CBM ke kg (Cargo Laut) Standar cargo laut: 1 CBM = 1.000 kg Maka: Berdasarkan volume: 0,56 CBM Berdasarkan berat: 120 kg (0,12 ton) Yang dipakai: 0,56 CBM |
Ongkir yang Dipakai
Yang dipakai: 20 kg | Berat aktual: 4 kg Berat volumetrik: 40-60 kg Yang dipakai: berat volumetrik | Tambahkan Biaya Khusus Untuk barang seperti mesi biasanya ongkir bisa lebih mahal karena ditambah dengan biaya packing kayu, handling alat berat, forklift/loading-unloading, asuransi. |
| Catatan: Meskipun produknya kecil dan berat total tidak terlalu besar, jumlah dus dan efisiensi packing sangat menentukan. Oleh sebab itu kamu harus mengetahui cara packing yang efisien agar berat volumetrik bisa ditekan. | Catatan: Untuk jenis barang seperti ini pengiriman reguler selalu tidak efisien, cargo darat + hitungan CBM sering lebih masuk akal dan vacuum packing bisa menurunkan biaya hingga puluhan persen. | Catatan: Untuk pengiriman barang berat dan bernilai tinggi: Berat aktual dan CBM sama-sama penting, kesalahan ukur dimensi peti bisa langsung menaikkan biaya, packing kayu sering menambah volume lebih signifikan daripada berat. |
Biaya Tambahan (Surcharge) Ongkir yang Sering Terlupakan
Nah, selain biaya dasar pengiriman di atas, juga ada beberapa biaya tambahan yang kadang dibutuhkan saat akan kirim paket tertentu, diantaranya:
- Biaya Asuransi: Biaya untuk melindungi paket dari risiko hilang atau rusak selama di perjalanan. Cocok untuk barang dengan nilai yang tinggi, seperti elektronik dan dokumen penting.
- Biaya Handling: Biaya untuk barang yang butuh perlakukan khusus, misalnya barang yang mudah pecah (fragile), elektronik, atau bahan-bahan berbahaya.
- Biaya Packing: Biaya untuk kemasan tambahan, seperti bubble wrap, packing kayu, atau kardus khusus supaya paket lebih aman saat dikirim.
- Biaya Pajak: Biaya dari ekspedisi kirim paket ke luar negeri, misalnya untuk pajak bea cukai atau ekspor/impor.
- Biaya daerah terpencil: Biaya pengiriman ke daerah yang sulit dijangkau biasanya memiliki biaya tambahan yang dibebankan.
Jadi selain memastikan berat, ukuran, jarak, dan layanan paket, kamu juga harus pastikan apakah ada biaya tambahan atau tidak saat kirim paket ke pelanggan, ya!
Cara Meminimalisir Ongkos Kirim
Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk membuat biaya ongkos kirim jadi lebih hemat seperti berikut:
1. Teknik Packing Space Saving
Cara menghemat biaya ongkos kirim barang yang pertama adalah dengan mengadopsi teknik packing space saving untuk mengurangi ruang kosong yang tidak perlu. Kamu bisa menggunakan vacuum untuk mengurangi volume dan menurunkan berat agar biaya ongkir bisa direduksi.
2. Dokumentasi Berat dan Dimensi
Jangan lupa juga untuk dokumentasikan berat dan dimensi paket sebelum dan sesudah dikirim. Ini dilakukan untuk mencegah selisih berat atau dimensi antara seller dan pihak ekspedisi. Ini berguna sebagai bukti jika ada kesalahan tersebut.
3. Gunakan Agregator Logistik
Cara terakhir dan menjadi salah satu yang paling ampuh untuk menekan biaya ongkir adalah dengan menggunakan agregator logistik. Dengan agregator logistik, kamu bisa membandingkan semua biaya ongkir dari berbagai jasa ekspedisi hanya dalam satu dashboard canggih.
Dari situ kamu juga bisa melihat aturan atau toleransi yang ada di setiap jasa ekspedisi. Dengan begitu, kamu bisa memilih jasa ekspedisi yang sesuai dengan kebutuhan.
Solusi Cek Ongkir Otomatis Tanpa Rumus
Everpro Shipping hadir sebagai jawaban untuk para seller atau imers yang ingin menekan biaya operasional dari sektor pengiriman paket. Sebagai agregator logistik, Everpro Shipping sudah bekerjasama dengan 12+ jasa pengiriman terbaik dan terpercaya di Indonesia.
Nggak cuma itu Everpro Shipping juga punya banyak fitur unggulan yang mempermudah para seller dalam urusan pengelolaan pengiriman. Salah satunya adalah fitur cek ongkir dari seluruh jasa ekspedisi yang ada di Indonesia.
Fitur cek ongkir ini beda dari yang lainnya karena bisa menghitung secara otomatis barang atau paket yang akan dikirim. Jadi nggak perlu repot-repot menghitung secara manual lagi volume paket.
Selain itu ada fitur unggulan lainnya seperti integrasi ke marketplace untuk seller online, cashback hingga 30%, metode pembayaran COD yang cair 1×24, fitur pick up dan masih banyak lagi.
Daftar gratis sekarang juga dan nikmati fitur-fitur Everpro Shipping lainnya!