...
\"Everpro\"

Solusi pengiriman

Cashback besar, layanan lengkap

Dijamin 1×24 jam setelah delivered

Didukung teknologi dan support sigap

Bebas manual tanpa biaya per hit

\"Everpro\"

Solusi tools marketing

Scale tanpa limit dan bebas restrict

WABA resmi simple dan affordable

Loading cepat, tracking makin akurat

Kelola data pelanggan dengan CRM

\"Everpro\"

Solusi jasa dan konsultasi

Integrasi pemasaran, operasional, dan distribusi.

Dongkrak penjualan dengan praktek tersertifikasi

Urus Shop, konten FYP, Live, sampai GMV Max

Belajar tingkatin order dari para mentor Everpro

\"Everpro\"

Ilmu

Pelajari cara, tips, dan trik pakai Everpro

Dapatkan berbagai inspirasi buat bisnismu

Kendalikan spam leads dari iklan lewat rekomendasi teruji
\"Everpro\"

Tools

Cari tahu ongkir dan cashback di Everpro

Temukan kode pos akurat untuk alamat tujuanmu

Biaya Admin Shopee Naik? Ini Cara Jualan Otomatis di WA

Kenaikan biaya admin Shopee hingga 10% di tahun 2026 ini bukan lagi sekadar isu, melainkan sudah menjadi kebijakan baru yang resmi diberlakukan sejak Januari 2026. Perubahan ini tentu membuat para seller, mulai dari non-Star Seller hingga Star+ Seller, merasa khawatir.

Pasalnya, potongan biaya admin ditambah biaya platform lainnya sangat memengaruhi profit penjualan. Jika disimulasikan, seller dengan 100 order dan AOV Rp150 ribu per bulan bisa kehilangan sekitar Rp1,5 juta ketika biaya admin naik menjadi 10%.

Tentu, angka tersebut bukanlah nominal kecil. Namun, kebijakan ini juga dilakukan sebagai penyesuaian terhadap kondisi ekonomi global dan meningkatnya aktivitas belanja online.

Perubahan ini juga sebuah sinyal bahwa seller tidak bisa terus bergantung sepenuhnya pada marketplace. Untuk itu, menemukan cara jualan tanpa potongan platform bisa menjadi solusi yang lebih bijak. Artikel ini akan membahas cara jualan yang lebih praktis, minim potongan biaya, serta tetap mudah diotomasi. 

Berapa Sebenarnya Total Potongan Shopee Sekarang?

biaya admin shopee nai

Jika dihitung secara keseluruhan, total potongan Shopee sekarang bisa mencapai 20%. Namun, angka tersebut masih bersifat umum karena total potongan tiap seller dapat berbeda, tergantung level keanggotaan, kategori produk, partisipasi dalam program XTRA, serta batas maksimal biaya admin per produk.

Seller juga perlu memahami bahwa total potongan Shopee merupakan gabungan dari berbagai biaya berlapis, mulai dari biaya admin, biaya layanan, subsidi ongkir, hingga biaya iklan in-app Shopee. Berikut rincian biayanya:

Biaya Administrasi Shopee Per Kategori (Per Januari 2026)

Kategori Produk Biaya Administrasi
Produk Fashion  4,25% – 9%
FMCG (Fast-Moving Consumer Goods)  6,5% – 10%
Produk Elektronik  5,25% – 10%
Produk Lifestyle & lainnya 2,5% – 10%
Produk non-kategori khusus 8,25 – 9,5%

Biaya Layanan Program Opsional Gratis Ongkir XTRA (Per Mei 2026)

Kategori Produk Produk Ukuran Biaya Produk Ukuran Khusus
1,00% 2,50%
B 2,00% 3,50%
C 3,50% 5,00%
D 5,50% 7,00%
E 6,00% 7,50%
F 6,50% 8,00%
G 7,50% 9,00%
H 8,00% 9,50%
Batas Biaya Maksimum  Rp40 ribu per produk Rp60.000 per produk

Keterangan kategori produk: 

  • Kategori A: Produk elektronik utama (HP, tablet, desktop, laptop)
  • Kategori B: Komponen komputer, logam mulia, perhiasaan berharga, aksesoris bayi & anak tertentu.
  • Kategori C: Proyektor, sksesoris, dan perangkat penyimpanan data.
  • Kategori D: Audio, kamera, drone, gaming, aksesoris HP, perlengkapan ibu & bayi. 
  • Kategori E: Peralatan listrik kecil tertentu.
  • Kategori F: Kelistrikan, pakaian pria dan wanita, sepatu pria dan wanit.
  • Kategori G: Fashion muslim, tas pria dan wanita, perlengkapan travel.
  • Kategori H: Aksesoris fashion, jam tangan, pakaian olahraga.

Biaya Ikan In-App Shopee Terbaru

Di tahun 2026 ini, biaya iklan in-app atau Shopee Ads juga mengalami perubahan. Bukan lagi hanya mengandalkan sitem CPC (pay per click) yang terjangkau, seller juga harus menghadapi beberapa tantangan berikut: 

  • Persaingan bidding semakin agresif: Meski masih bisa bidding harga minimum Rp200, tapi agar menang kompetisi, seller harus berani bid manual di Rp800 – Rp3.500 per klik. 
  • Ambang batas modal harian: Algoritma terbaru mengharuskan modal minimal Rp25 ribu – Rp50 ribu supaya iklan tetap aktif. 
  • Biaya tersembunyi di Shopee Ads: Seller juga menanggung beban biaya komisi affiliate sebesar 5% – 10% dan voucher eksklusif Live Shopee/Shopee Video.

Perbandingan Perubahan Potongan Shopee 

Jenis Potongan 

Biaya Shopee

Kebijakan Biaya Shopee Sebelum Kenaikan (2025) Kebijakan Biaya Shopee Setelah Kenaikan (2026)
Biaya Admin (Non-Star/Star/Star+) 2,5% – 7,5% tergantung kategori produk  2,5% – 10% tergantung sub-kategori produk 
Biaya Layanan Progam Promo XTRA Berkisar 2% dengan maksimum potongan Rp20.000 per produk Naik menjadi 4% – 4,5% dengan maksimum potongan Rp60 ribu per produk
Biaya Proses Pesanan Rp1.250 per transaksi Masih berlaku Rp1.250 di luar dari potongan admin Shopee
Biaya Produk Pre-Order Terintegrasi dengan biaya administrasi secara umum Dikenakan potongan tambahan sebesar 3% khusus produk PO

Dari rincian komponen biaya di atas, jika total potongan Shopee bisa mencapai 20% di setiap transaksi, maka tentu akan mengancam keberlangsungan bisnis. 

Seller berada di persimpangan yang serba salah, jika tetap mempertahankan harga normal dan ikut aturan platform, seller bisa merugi. Sementara itu, jika harga jual dinaikkan terlalu tinggi, seller bisa kehilangan banyak pembeli dan berisiko menekan konversi. 

Karena itulah saat ini sudah mulai banyak seller yang akhirnya pamit atau tidak lagi menjadikan marketplace sebagai platform utama berbisnis. Tidak sedikit juga yang kemudian beralih ke platform lain, salah satunya melalui WhatsApp Business.

Kenapa WA Jadi Pilihan Seller yang Keluar Marketplace?

Ada beberapa alasan kenapa WhatsApp bisa jadi pilihan seller yang keluar dari marketplace, diantaranya: 

1. WhatsApp Lebih Natural Digunakan untuk Jualan

Dibandingkan dengan platform alternatif jual-beli lainnya selain marketplace, WhatsApp bisa dibilang sebagai salah satu channel yang paling natural dan ramah dipakai oleh berbagai kalangan pembeli di Indonesia. 

Sebelum membeli suatu produk, pembeli sudah terbiasa chat penjual untuk memastikan bahwa produk tersebut layak untuk mereka beli. Bahkan, tidak jarang yang akhirnya langsung transaksi melalui WhatsApp. 

2. Tidak Ada Biaya Komisi

WhatsApp Business menggratiskan biaya komisi dan biaya admin bagi penggunanya. Artinya, setiap transaksi yang terjadi di WA, 100% dari pemasukan akan diterima oleh seller

Ditambah lagi, mulai dari mengunduh aplikasi, membuat akun toko, menggunakan fitur katalog, membuat label, hingga mengaktifkan pesan otomatis juga tidak dikenakan biaya tambahan. 

3. Seller Punya Kendali Atas Data Pembeli

Ketika berjualan di marketplace, seller dibatasi untuk mengakses data pembeli. Akibatnya, database pelanggan tidak lengkap dan seller jadi sangat bergantung kepada platform

Sementara di WhatsApp, seller punya kendali penuh atas data pelanggan. Sehingga lebih mudah membangun dan mengendalikan database pelanggan, termasuk untuk strategi repeat order. Seller juga leluasa menangani komplain baik kepada pembeli maupun kurir logistik. 

4. Seller Bisa Follow Up Pembeli Kapan Saja

Jika dibandingkan dengan marketplace apapun, followup dari seller ke pembeli melalui WhatsApp juga jauh lebih mudah, fleksibel, dan punya tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. 

Beberapa alasannya seperti kontak pembeli yang bisa disimpan permanen, tidak adanya sistem yang membatasi waktu untuk chat pembeli,  peluang pembeli membaca chat lebih ringgi, serta tidak ada sistem sensor kata yang ketat dari AI yang bisa mengancam pemblokiran akun seller. 

Masalahnya: Jualan di WA Manual itu Melelahkan

Migrasi dari marketplace ke WhatsApp memang jadi solusi yang cukup menjanjikan bagi seller di tengah situasi biaya platform yang serba naik saat ini. Namun, bukan berarti jualan di WhatsApp tidak ada kendala, terutama jika seller hanya mengandalkan cara-cara manual. 

Ketika pesan yang masuk dari calon pembeli cukup membludak, seller akan kesulitan membalas chat satu per satu. Chat pembeli yang tenggelam akan terancam terabaikan, alhasil seller kehilangan calon pembeli yang potensial. 

Mencatat pesanan manual juga akan menghabiskan waktu seller, selain karena harus merekap pesanan satu per satu, seller juga berisiko mengalami kesalahan data saat order mulai banyak.

Belum lagi, karena tidak mengandalkan marketplace, seller harus cek ongkir dengan membuka tab-tab yang berbeda. Ada banyak risiko yang berdatangan, dua diantaranya tidak efisien secara waktu serta estimasi ongkir yang kurang akurat. 

Menggunakan WA manual akan menuntut seller untuk berjualan tanpa sistem yang memudahkan segala prosesnya. Namun, sebetulnya ada satu solusi untuk segala tantangan tersebut, yaitu sistem otomasi melalui layanan Everpro Chat

Cara Jualan Otomatis di WA dengan Everpro Chat

Everpro Chat hadir sebagai platform pengelola pesan WhatsApp Business yang dirancang untuk memudahkan seller berkomunikasi hingga transaksi dengan pelanggan. 

Melalui kemudahan fitur-fiturnya, seller bisa mengelola penjualan lebih praktis dan terotomasi di WhatsApp setelah berani mengambil langkah besar untuk beralih dari marketplace.

1. Fitur Auto-reply & Chatbot yang Aktif 24 Jam 

Seller tak perlu lagi stand by 24 jam untuk membalas chat yang masuk dari pembeli. Karena di Everpro Chat, seller bisa membuat pesan auto-reply yang akan dikirim otomatis saat ada pesan masuk dari pembeli, terutama saat toko sedang offline atau di luar jam kerja. 

Juga didukung dengan fitur chatbot interaktif berbasis AI dan alur otomatis yang bisa paham konteks pertanyaan pembeli. Jadi, komunikasi dua arah dengan pelanggan akan terasa natural.

2. Fitur Buat Order yang Langsung dari Kolom Obrolan

Saat calon pembeli sudah yakin dengan produk dan ingin melanjutkan transaksi, seller tidak perlu lagi pindah-pindah aplikasi. Cukup lewat fitur Buat Order yang terhubung di kolom obrolan, seller bisa memproses pesanan pembeli dengan cepat dan praktis. 

Mulai dari proses pemesanan, transaksi, mengatur COD, hingga pengiriman, semuanya akan dilakukan melalui kolom obrolan WA aja. 

3. Fitur Cek Ongkir yang Akurat dan Terintegrasi 

Fitur Cek Ongkir juga akan memudahkan seller mengetahui estimasi ongkos kirim ekspedisi yang dipilih oleh pembeli. Fitur ini terintegrasi dengan sistem Everpro Chat, sehingga cukup dengan ketik alamat pengirim dan penerima, akan muncul beragam pilihan kurir ekspedisi. 

Selain informasi ongkir yang akurat dan realtime, seller juga jadi mengetahui estimasi durasi pengiriman. Pembeli tentu akan lebih puas karena waktu pengiriman yang didapat tidak jauh berbeda dibanding saat berbelanja di marketplace.

Simulasi: Selisih Keuntungan Seller yang Pindah ke WA

Menggabungkan strategi jualan di WhatsApp Business dengan beragam fitur dari Everpro Chat bisa menjadi langkah yang lebih efisien untuk menjaga profit bisnis. 

Bayangkan, seller yang tetap berjualan di Shopee dengan 100 order dan AOV Rp150 ribu per bulan bisa kehilangan sekitar Rp1,5 juta akibat biaya admin 10%. Sementara itu, seller yang beralih ke WhatsApp berpeluang mengurangi potongan tersebut secara signifikan.

Berikut simulasi sederhananya:

Keterangan  Seller Jualan di Shopee Seller Beralih ke WA + Everpro Chat
Total order yang masuk 100 order 100 order
AOV (Average Order Value) Rp150.000 Rp150.000
Pemasukan per transaksi Rp135.000 Rp150.000
Potongan admin/platform per transaksi (10%) Rp15.000 Rp0
Estimasi omzet kotor per bulan Rp15.000.000 Rp15.000.000
Total potongan admin/platform per bulan  Rp1.500.000 Rp0
Estimasi omzet bersih per bulan Rp13.500.000 Rp15.000.000

Meskipun membuat seller risau, kenaikan biaya admin di marketplace bukanlah musibah, melainkan momentum untuk mengubah strategi jualan menjadi lebih mandiri dan efisien.

Jika seller sadar bahwa pamit dari marketpalce menjadi solusi bijak dan bergerak cepat dari sekarang, maka peluang untuk menjaga profit dan keberlangsungan bisnis juga makin besar. 

Tidak cukup hanya migrasi ke WhatsApp, seller juga perlu gunakan Everpro Chat agar operasional jualan lebih praktis, minim potongan, dan tetap optimal dalam melayani pelanggan.

Saatnya jualan dengan lebih tenang tanpa harus risau biaya admin dan potongan platform lainnya. Coba Everpro Chat sekarang dan rasakan kemudahan serta manfaat besarnya untuk bisnis kamu!

Picture of Sania Majida
Sania Majida
Sania is a SEO Content Writer with experience in the technology, retail, and finance industries. Sania support businesses in increasing sales through the top Web Builder (brand awareness) by creating content for the right audience.
Share:
\"Everpro\"

Yuk, Dapatkan Promo dan Penawaran Istimewa dari Berbagai Layanan Everpro untuk Tingkatkan Bisnismu! 

Artikel Lainnya
\"Everpro\"
Solusi

\"Everpro\"

Solusi pengiriman

Cashback besar, layanan lengkap

Dijamin 1×24 jam setelah delivered

Didukung teknologi dan support sigap

Bebas manual tanpa biaya per hit

\"Everpro\"

Solusi tools marketing

Scale tanpa limit dan bebas restrict

WABA resmi simple dan affordable

Loading cepat, tracking makin akurat

Kelola data pelanggan dengan CRM

\"Everpro\"

Solusi jasa dan konsultasi

Dongkrak penjualan dengan praktek tersertifikasi

Urus Shop, konten FYP, Live, sampai GMV Max

Belajar tingkatin order dari para mentor Everpro

Miliki LP yang didesain khusus untuk konversi

Bahan Gratis

\"Everpro\"

Ilmu

Pelajari cara, tips, dan trik pakai Everpro

Dapatkan berbagai inspirasi buat bisnismu

Kendalikan spam leads dari iklan lewat rekomendasi teruji
\"Everpro\"

Tools

Cari tahu ongkir dan cashback di Everpro

Dapatkan proses terkini dari nomor resimu

Temukan kode pos akurat untuk alamat tujuanmu