Kenaikan biaya admin Shopee hingga 10% di tahun 2026 ini bukan lagi sekadar isu, melainkan sudah menjadi kebijakan baru yang resmi diberlakukan sejak Januari 2026. Perubahan ini tentu membuat para seller, mulai dari non-Star Seller hingga Star+ Seller, merasa khawatir.
Pasalnya, potongan biaya admin ditambah biaya platform lainnya sangat memengaruhi profit penjualan. Jika disimulasikan, seller dengan 100 order dan AOV Rp150 ribu per bulan bisa kehilangan sekitar Rp1,5 juta ketika biaya admin naik menjadi 10%.
Tentu, angka tersebut bukanlah nominal kecil. Namun, kebijakan ini juga dilakukan sebagai penyesuaian terhadap kondisi ekonomi global dan meningkatnya aktivitas belanja online.
Perubahan ini juga sebuah sinyal bahwa seller tidak bisa terus bergantung sepenuhnya pada marketplace. Untuk itu, menemukan cara jualan tanpa potongan platform bisa menjadi solusi yang lebih bijak. Artikel ini akan membahas cara jualan yang lebih praktis, minim potongan biaya, serta tetap mudah diotomasi.
Berapa Sebenarnya Total Potongan Shopee Sekarang?
Jika dihitung secara keseluruhan, total potongan Shopee sekarang bisa mencapai 20%. Namun, angka tersebut masih bersifat umum karena total potongan tiap seller dapat berbeda, tergantung level keanggotaan, kategori produk, partisipasi dalam program XTRA, serta batas maksimal biaya admin per produk.
Seller juga perlu memahami bahwa total potongan Shopee merupakan gabungan dari berbagai biaya berlapis, mulai dari biaya admin, biaya layanan, subsidi ongkir, hingga biaya iklan in-app Shopee. Berikut rincian biayanya:
Biaya Administrasi Shopee Per Kategori (Per Januari 2026)
| Kategori Produk | Sub-Kategori / Contoh Jenis Produk | Biaya Administrasi |
| Produk Fashion | Pakaian, sepatu, tas, jam tangan, hijab, aksesoris | 8,25% – 10% (Perhiasan/logam mulia tertentu: ±4,25%) |
| FMCG (kebutuhan harian) | Makanan & minuman, skincare, kosmetik, perlengkapan bayi | 6,75% – 10,00% |
| Produk Elektronik | HP, laptop, audio, peralatan listrik, peralatan rumah elektronik | 6,75% – 10% |
| Produk Lifestyle & lainnya | Hobi, olahraga, otomotif, alat tulis, perlengkapan rumah | 6,50% – 10% |
| Produk non-kategori khusus | Produk umum/komoditas yang tidak masuk kategori spesifik | 9,00% – 10,00% |
Sumber: Shopee Seller Center – Rincian Biaya Admin Penjual Shopee 2026
Biaya Layanan Program Opsional Gratis Ongkir XTRA (Per Mei 2026)
| Sub-Kategori Produk | Produk Ukuran Biaya | Produk Ukuran Khusus |
| HP, tablet, laptop, desktop | 1,00% | 2,50% |
| Komponen komputer, logam mulia, perhiasan, aksesoris bayi tertentu | 2,00% | 3,50% |
| Proyektor, storage, aksesoris & perangkat penyimpanan data | 3,50% | 5,00% |
| Audio, kamera, drone, gaming, aksesoris HP, perlengkapan ibu & bayi | 5,50% | 7,00% |
| Peralatan listrik rumah tangga kecil tertentu | 6,00% | 7,50% |
| Pakaian pria/wanita, sepatu, perlengkapan kelistrikan umum | 6,50% | 8,00% |
| Hijab, mukena, tas, perlengkapan travel | 7,50% | 9,00% |
| Jam tangan, aksesoris fashion, pakaian olahraga | 8,00% | 9,50% |
| Batas Biaya Maksimum | Rp40 ribu per produk | Rp60.000 per produk |
Sumber: Shopee Seller Center – Biaya Layanan Program Opsional Gratis Ongkir XTRA
Biaya Iklan In-App Shopee Terbaru
Di tahun 2026 ini, biaya iklan in-app atau Shopee Ads juga mengalami perubahan. Bukan lagi hanya mengandalkan sitem CPC (pay per click) yang terjangkau, seller juga harus menghadapi beberapa tantangan berikut:
- Persaingan bidding semakin agresif: Meski masih bisa bidding harga minimum Rp200, tapi agar menang kompetisi, seller harus berani bid manual di Rp800 – Rp3.500 per klik.
- Ambang batas modal harian: Algoritma terbaru mengharuskan modal minimal Rp25 ribu – Rp50 ribu supaya iklan tetap aktif.
- Biaya tersembunyi di Shopee Ads: Seller juga menanggung beban biaya komisi affiliate sebesar 5% – 10% dan voucher eksklusif Live Shopee/Shopee Video.
Perbandingan Perubahan Potongan Shopee Tahun 2025 VS 2026
| Jenis Potongan Biaya Shopee | Kebijakan Biaya Shopee Sebelum Kenaikan (2025) | Kebijakan Biaya Shopee Setelah Kenaikan (2026) |
| Biaya Admin (Non-Star/Star/Star+) | 2,5% – 7,5% tergantung kategori produk | 2,5% – 10% tergantung sub-kategori produk |
| Biaya Layanan Progam Promo XTRA | Berkisar 2% dengan maksimum potongan Rp20.000 per produk | Naik menjadi 4% – 4,5% dengan maksimum potongan Rp60 ribu per produk |
| Biaya Proses Pesanan | Rp1.250 per transaksi | Masih berlaku Rp1.250 di luar dari potongan admin Shopee |
| Biaya Produk Pre-Order | Terintegrasi dengan biaya administrasi secara umum | Dikenakan potongan tambahan sebesar 3% khusus produk PO |
Dari rincian komponen biaya di atas, jika total potongan Shopee bisa mencapai 20% di setiap transaksi, maka tentu akan mengancam keberlangsungan bisnis.
Seller berada di persimpangan yang serba salah, jika tetap mempertahankan harga normal dan ikut aturan platform, seller bisa merugi. Sementara itu, jika harga jual dinaikkan terlalu tinggi, seller bisa kehilangan banyak pembeli dan berisiko menekan konversi.
Karena itulah saat ini sudah mulai banyak seller yang akhirnya pamit atau tidak lagi menjadikan marketplace sebagai platform utama berbisnis. Tidak sedikit juga yang kemudian beralih ke platform lain, salah satunya melalui WhatsApp Business.
Kenapa Banyak Seller Beralih ke WhatsApp dan Apa Kendalanya?
WhatsApp bukan platform jualan baru, tapi belakangan makin banyak seller yang menjadikannya jalur utama transaksi, bukan sekadar channel tambahan. Beberapa alasan banyak seller yang pindah jualan ke WhatsApp yaitu:
- Pertama, tidak ada potongan komisi. Setiap rupiah dari transaksi langsung masuk ke kantong seller, tanpa dipotong biaya admin atau biaya layanan apapun.
- Kedua, data pembeli sepenuhnya milik seller, mulai dari nomor kontak hingga riwayat pembelian, semua bisa dikelola sendiri untuk strategi repeat order.
- Ketiga, komunikasi di WA terasa lebih personal dan dua arah, sehingga kepercayaan pembeli lebih mudah dibangun dibanding interaksi di marketplace yang serba terbatas.
Namun, berjualan di WA secara manual punya batasnya sendiri. Saat order mulai ramai, balas chat satu per satu jadi pekerjaan yang menyita waktu. Pesanan yang masuk bersamaan berisiko terlewat atau salah catat. Belum lagi cek ongkir yang mengharuskan seller buka tab berbeda, yang tidak hanya tidak efisien tapi juga rawan memberi estimasi yang kurang akurat ke pembeli.
Singkatnya: WA menawarkan kebebasan dari potongan platform, tapi tanpa sistem yang tepat, operasionalnya bisa sama beratnya, bahkan lebih berat.
Solusinya bukan kembali ke marketplace. Solusinya adalah berjualan di WA dengan sistem otomasi yang dirancang khusus untuk kebutuhan seller. Di sinilah Everpro Chat masuk.
Kenalan dengan Everpro Chat, Solusi Jualan di WhatsApp Tanpa Ribet!
Beralih dari marketplace ke WhatsApp memang langkah yang logis, tapi berjualan di WA secara manual justru bisa menguras lebih banyak waktu dan tenaga dibanding saat masih pakai marketplace.
Di sinilah Everpro Chat hadir. Everpro Chat adalah platform manajemen pesan WhatsApp Business yang dirancang khusus untuk kebutuhan seller, bukan sekadar alat chat biasa, tapi ekosistem jualan lengkap yang terintegrasi langsung di WhatsApp kamu.
Dengan Everpro Chat, kamu bisa membalas pesan otomatis, memproses pesanan, mengecek ongkir, hingga mengelola database pelanggan, semuanya dari satu dashboard, tanpa perlu buka banyak tab atau aplikasi lain.
Singkatnya: Everpro Chat adalah cara agar kamu bisa jualan di WhatsApp selayaknya toko online profesional, tapi tanpa potongan platform dan tanpa kerja manual yang melelahkan. Kalau kamu penasaran lebih dalam, ada baiknya kenali dulu keunggulan lengkap Everpro Chat sebelum lanjut ke bagian fitur-fiturnya di bawah.
Cara Jualan Otomatis di WA dengan Everpro Chat
Everpro Chat hadir sebagai platform pengelola pesan WhatsApp Business yang dirancang untuk memudahkan seller berkomunikasi hingga transaksi dengan pelanggan.
Melalui kemudahan fitur-fiturnya, seller bisa mengelola penjualan lebih praktis dan terotomasi di WhatsApp setelah berani mengambil langkah besar untuk beralih dari marketplace.
1. Fitur Auto-reply & Chatbot yang Aktif 24 Jam
Seller tak perlu lagi stand by 24 jam untuk membalas chat yang masuk dari pembeli. Karena di Everpro Chat, seller bisa membuat pesan auto-reply yang akan dikirim otomatis saat ada pesan masuk dari pembeli, terutama saat toko sedang offline atau di luar jam kerja.
Juga didukung dengan fitur chatbot interaktif berbasis AI dan alur otomatis yang bisa paham konteks pertanyaan pembeli. Jadi, komunikasi dua arah dengan pelanggan akan terasa natural.
2. Fitur Buat Order yang Langsung dari Kolom Obrolan
Saat calon pembeli sudah yakin dengan produk dan ingin melanjutkan transaksi, seller tidak perlu lagi pindah-pindah aplikasi. Cukup lewat fitur Buat Order yang terhubung di kolom obrolan, seller bisa memproses pesanan pembeli dengan cepat dan praktis.
Mulai dari proses pemesanan, transaksi, mengatur COD, hingga pengiriman, semuanya akan dilakukan melalui kolom obrolan WA aja.
3. Fitur Cek Ongkir yang Akurat dan Terintegrasi
Fitur Cek Ongkir juga akan memudahkan seller mengetahui estimasi ongkos kirim ekspedisi yang dipilih oleh pembeli. Fitur ini terintegrasi dengan sistem Everpro Chat, sehingga cukup dengan ketik alamat pengirim dan penerima, akan muncul beragam pilihan kurir ekspedisi.
Selain informasi ongkir yang akurat dan real–time, seller juga jadi mengetahui estimasi durasi pengiriman. Pembeli tentu akan lebih puas karena waktu pengiriman yang didapat tidak jauh berbeda dibanding saat berbelanja di marketplace.
Kamu bisa cari tahu lebih banyak fitur Everpro Chat di sini: Fitur Baru Everpro Chat, Chatting-an dengan Pelanggan Auto Closing!
Simulasi: Selisih Keuntungan Seller yang Pindah Jualan ke WhatsApp
Menggabungkan strategi jualan di WhatsApp Business dengan beragam fitur dari Everpro Chat bisa menjadi langkah yang lebih efisien untuk menjaga profit bisnis.
Bayangkan, seller yang tetap berjualan di Shopee dengan 100 order dan AOV Rp150 ribu per bulan bisa kehilangan sekitar Rp1,5 juta akibat biaya admin 10%. Sementara itu, seller yang beralih ke WhatsApp berpeluang mengurangi potongan tersebut secara signifikan.
Berikut simulasi sederhananya:
| Keterangan | Seller Jualan di Shopee | Seller Beralih ke WA + Everpro Chat |
| Total order yang masuk | 100 order | 100 order |
| AOV (Average Order Value) | Rp150.000 | Rp150.000 |
| Pemasukan per transaksi | Rp135.000 | Rp150.000 |
| Potongan admin/platform per transaksi (10%) | Rp15.000 | Rp0 |
| Estimasi omzet kotor per bulan | Rp15.000.000 | Rp15.000.000 |
| Total potongan admin/platform per bulan | Rp1.500.000 | Rp0 |
| Estimasi omzet bersih per bulan | Rp13.500.000 | Rp15.000.000 |
Meskipun membuat seller risau, kenaikan biaya admin di marketplace bukanlah musibah, melainkan momentum untuk mengubah strategi jualan menjadi lebih mandiri dan efisien.
Jika seller sadar bahwa pamit dari marketpalce menjadi solusi bijak dan bergerak cepat dari sekarang, maka peluang untuk menjaga profit dan keberlangsungan bisnis juga makin besar.
Tidak cukup hanya migrasi ke WhatsApp, seller juga perlu gunakan Everpro Chat agar operasional jualan lebih praktis, minim potongan, dan tetap optimal dalam melayani pelanggan.
Saatnya jualan dengan lebih tenang tanpa harus risau biaya admin dan potongan platform lainnya. Coba Everpro Chat sekarang dan rasakan kemudahan serta manfaat besarnya untuk bisnis kamu!









