Pernah pusing menghadapi berbagai pertanyaan pelanggan yang terus berulang? “Ready kak?”, “Harganya berapa?” atau “Ada warna yang lain?”. Kalau pertanyaan seperti ini masuk berkali-kali, kamu bisa menghemat banyak waktu dengan membuat katalog di WhatsApp Business. Pembeli bisa melihat foto, nama, harga, dan informasi produk tanpa kamu harus mengetiknya berulang-ulang di chat. Tertarik untuk mencoba?
Jika kamu masih bingung bagaimana cara upload katalog produk ke WhatsApp Business, baca artikel ini sampai habis karena kamu akan menemukan langkah upload katalog di Android, iPhone, dan Web, lengkap dengan data yang perlu disiapkan, cara membagikannya ke pelanggan, sampai solusi kalau produk belum muncul atau ditolak serta tips kalau produkmu sudah terlalu banyak untuk diinput satu per satu.
Apa Itu Katalog WhatsApp Business?
Katalog WhatsApp Business adalah etalase produk atau layanan yang tampil di profil bisnis. Dalam fitur bawaan WhatsApp Business ini, kamu bisa membuat dan mengelola katalog produk langsung dari aplikasi tanpa harus membuat website toko terlebih dahulu. Kamu bisa menambahkan foto atau video, nama produk, harga, deskripsi, tautan, dan kode produk agar pelanggan lebih mudah mengenali apa yang kamu jual.
Fitur katalog ini hanya tersedia di WhatsApp Business ya, bukan WhatsApp biasa. Karena itu, kalau kamu masih menggunakan WhatsApp personal, kamu perlu beralih ke WhatsApp Business untuk menggunakan fitur ini. Kamu bisa melihat perbedaan keduanya di artikel 10 Perbedaan WA Biasa dan WA Bisnis.
Batasan Katalog yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Upload
Sebelum mengetahui cara upload katalog produk ke WhatsApp Business, pahami dulu batasannya. Dengan begitu, kamu bisa menentukan produk mana yang perlu dimasukkan dan bagaimana cara mengelolanya.
| Batasan | Keterangan |
| Jumlah Item | Hingga 500 item dalam katalog |
| Media per Item | Hingga 10 foto dan/atau video |
| Ukuran Video | Maksimal 50 MB per video |
| Stock | Tidak menjadi sistem manajemen stok otomatis |
| Peninjauan | Item perlu melalui proses peninjauan sebelum tampil ke pelanggan |
| Checkout | Katalog berfungsi sebagai etalase dan penghubung ke percakapan, bukan pengganti sistem checkout toko |
*Note:
Setiap item juga perlu melewati peninjauan WhatsApp. Item yang masih dalam proses review atau ditolak belum akan terlihat oleh pelanggan.
Yang perlu diperhatikan, katalog bukan berarti stok produkmu otomatis ikut terkelola. Kalau barang habis, kamu tetap perlu memperbarui atau menyembunyikan item secara manual agar pelanggan tidak mendapatkan informasi yang sudah tidak relevan.
Baca Juga: Cara Setting WhatsApp Business Dari Akun Biasa
Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Upload
Supaya proses cara upload katalog produk ke WhatsApp Business tidak terasa repetitif, siapkan informasi semua produk terlebih dahulu. Kalau produknya lebih dari 10 atau 20 item, spreadsheet akan sangat membantu. Perhatikan tabel dibawah ini untuk mempersiapkan data produk:
| Data | Wajib atau Opsional | Tips Isi |
| Foto/video | Wajib untuk menampilkan produk | Gunakan foto jelas dengan pencahayaan cukup dan tampilan yang konsisten (1:1 atau 3:4) |
| Nama produk | Wajib | Buat singkat dan mudah dikenali pembeli |
| Deskripsi | Opsional | Masukkan bahan, ukuran, varian, isi paket, atau informasi yang sering ditanyakan |
| Harga | Opsional | Samakan dengan harga yang kamu sebutkan di chat agar tidak membingungkan |
| Tautan | Opsional | Arahkan ke halaman produk atau website jika ada |
| Kode produk/SKU | Opsional | Berguna untuk membedakan produk atau varian yang mirip |
| Negara asal | Wajib | Pilih negara tempat produk dibuat sesuai pilihan yang tersedia |
Selain menyiapkan data di atas, kamu juga bisa menyiapkan kategori seperti Produk Baru, Best Seller, atau Paket Promo. Nantinya, produk dapat dikelompokkan ke dalam koleksi agar pelanggan lebih mudah menjelajahinya.
Cara Upload Katalog Produk ke WhatsApp Business
Sudah memahami batasan katalog dalam WhatsApp Business dan data apa saja yang diperlukan, sekarang kita akan masuk ke bagian utama. Cara upload katalog produk ke WhatsApp Business pada dasarnya sama: buka katalog, tambah item, masukkan informasi produk, lalu simpan.
Namun, nama atau posisi menu dapat berubah mengikuti versi aplikasi dan perangkat yang digunakan. WhatsApp sendiri menyediakan panduan katalog untuk Android, iOS, Web, dan Windows. Jadi, kalau tampilan di HP kamu sedikit berbeda, ikuti nama menu yang muncul di versi aplikasi terbaru.
Cara Upload Katalog Produk ke WhatsApp Business di Android
Berikut langkah yang bisa kamu ikuti:
- Buka WhatsApp Business di HP Android
- Ketuk menu titik tiga di pojok kanan atas
- Pilih Katalog atau masuk melalui menu Alat Bisnis jika tampilan aplikasimu menempatkan katalog di sana
- Ketuk Tambah item baru
- Pilih Tambah gambar untuk mengambil foto dari perangkat
- Pilih foto atau video produk yang ingin ditampilkan
- Masukkan Nama produk atau layanan
- Pilih Negara asal produk
- Isi informasi tambahan seperti Harga, Deskripsi, Tautan website, atau Kode produk jika diperlukan
- Simpan atau tambahkan item ke katalog sesuai tombol yang muncul di aplikasi
WhatsApp memungkinkan kamu mengunggah hingga 10 gambar atau video untuk satu item. Setelah informasi lengkap, item akan masuk ke proses peninjauan sebelum bisa terlihat oleh pelanggan.
Cara Upload Katalog Produk ke WhatsApp Business di iPhone
Untuk pengguna iPhone, langkahnya dapat dilakukan seperti berikut:
- Buka WhatsApp Business
- Buka Pengaturan
- Pilih Alat Bisnis
- Ketuk Katalog untuk membuka pengelola katalog
- Pilih Tambah item baru
- Ketuk opsi untuk menambahkan foto dan video
- Pilih media dari galeri atau ambil foto/video baru
- Masukkan Nama produk atau layanan
- Pilih Negara asal
- Isi Harga, Deskripsi, Tautan website, atau Kode produk bila diperlukan
- Simpan atau tambahkan item ke katalog
Di iPhone, pengelolaan katalog juga dapat digunakan untuk membagikan katalog atau item individual. WhatsApp menyediakan opsi berbagi melalui chat, Status, maupun aplikasi lain.
Cara Upload Katalog Produk ke WhatsApp Business di Web atau Desktop
Kalau kamu lebih nyaman bekerja dari laptop, kamu juga bisa mengelola katalog melalui WhatsApp Web atau Desktop. Langkah umumnya:
- Buka WhatsApp Web atau aplikasi WhatsApp Desktop
- Buka menu di bagian atas daftar chat
- Pilih Katalog
- Pilih Tambah item baru
- Tambahkan gambar atau video produk
- Masukkan Nama produk atau layanan
- Pilih Negara asal
- Lengkapi detail seperti Harga, Deskripsi, Tautan website, atau Kode produk
- Pilih Tambahkan ke katalog untuk menyimpan item
Pada versi Web/Desktop, proses input bisa terasa lebih nyaman kalau kamu sudah menyiapkan data produk di spreadsheet. Kamu tinggal membuka spreadsheet sebagai referensi dan melakukan copy-paste nama atau deskripsi tanpa harus mengetik semuanya dari awal.
*Note:
Tampilan dan nama menu WhatsApp Business dapat berubah mengikuti versi aplikasi. Kalau posisi menu di perangkatmu berbeda, prioritaskan opsi Katalog dan Tambah item baru yang tersedia di versi terbaru aplikasi.
Penyebab dan Solusi Jika Item Belum Muncul atau Ditolak
Sudah mengikuti cara upload katalog produk ke WhatsApp Business, tetapi produk belum terlihat? Jangan langsung upload ulang berkali-kali. Kamu perlu cek dulu kondisi berikut:
| Gejala | Kemungkinan Penyebab | Yang Bisa Dilakukan |
| Item belum tampil | Item masih dalam proses peninjauan. | Tunggu sampai proses review selesai dan cek kembali status item. |
| Item ditolak | Item atau media tidak memenuhi kebijakan WhatsApp. | Buka item yang ditolak, periksa alasannya, lalu revisi bagian yang bermasalah. |
| Muncul tanda peringatan | Item ditolak oleh WhatsApp | Buka item dan pilih opsi Request another review jika kamu merasa penolakan tersebut keliru. |
| Seluruh katalog tidak terlihat | Belum ada item yang disetujui atau katalog belum terisi. | Periksa kembali status setiap item. |
| Item lama masih terlihat padahal stok habis | Item belum disembunyikan. | Sembunyikan item secara manual sampai stok tersedia kembali. |
Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa katalog error dan melakukan upload berulang kali. Bisa saja produk memang masih dalam proses review. Kamu bisa menunggu beberapa saat untuk memeriksa setiap status katalog.
Cara Merapikan dan Mengelola Katalog
Setelah tahu cara upload katalog produk ke WhatsApp Business, jangan biarkan katalog berhenti sebagai tempat menyimpan foto produk. Kamu perlu memperbaruinya secara rutin. Berikut beberapa tipsnya:
- Kelompokkan produk ke dalam koleksi. Misalnya, buat koleksi Produk Baru, Best Seller, Paket Promo, atau kategori berdasarkan jenis produk. Koleksi membantu pelanggan menemukan produk yang mereka cari dengan lebih mudah. WhatsApp memang menyediakan fitur koleksi untuk mengelompokkan produk di katalog.
Baca Juga: 12 Fitur WhatsApp Business Bantu Lancarkan Bisnis
- Sembunyikan produk yang sedang habis. Jangan biarkan pelanggan melihat produk yang sudah tidak tersedia jika kamu belum bisa memenuhi pesanannya.
- Perbarui harga dan foto. Kalau harga berubah, segera edit informasi katalog. Begitu juga ketika foto produk sudah tidak merepresentasikan barang yang dijual.
- Hapus produk yang sudah tidak dijual. Katalog yang terlalu penuh dengan produk lama justru membuat pelanggan lebih sulit menemukan barang yang masih tersedia.
Jadi, kamu bisa menganggap katalog sebagai etalase toko. Kalau informasi di dalamnya sudah tidak sesuai, pelanggan juga akan kesulitan menentukan pilihan. Jika pelanggan menyadari hal tersebut, risiko kehilangan pelanggan atau pekerjaan admin menjadi tidak efisien akan terjadi karena harus menjawab setiap pertanyaan dari pelanggan seperti ‘stock ready atau tidak’.
Cara Membagikan Katalog ke Pelanggan
Katalog yang bagus tidak akan banyak membantu kalau pelanggan tidak pernah melihatnya. Jadi kamu tidak hanya harus tahu cara upload produk ke WhatsAo Business. Kamu juga harus paham, WhatsApp memungkinkan kamu membagikan seluruh katalog atau produk tertentu melalui percakapan.
Caranya:
Kamu bisa membuka pengelola katalog dan memilih opsi berbagi. Di aplikasi, katalog juga bisa dibagikan melalui Status atau aplikasi pihak ketiga.
Beberapa tempat yang bisa kamu manfaatkan untuk share katalog:
- Chat WhatsApp: kirim katalog ketika pelanggan mulai bertanya tentang produk.
- Status WhatsApp: tampilkan produk baru atau promo dan arahkan pelanggan ke katalog.
- Bio Instagram atau TikTok: letakkan tautan katalog agar calon pembeli bisa langsung melihat produk.
- Iklan Click-to-WhatsApp: arahkan calon pembeli ke percakapan WhatsApp, lalu gunakan katalog sebagai referensi produk.
- Kamu juga bisa mengirim produk tertentu ketika pelanggan bertanya, misalnya, “Kak, untuk koleksi tas kerja bisa cek beberapa pilihannya di katalog ini ya.”
Dengan begitu, pelanggan tidak perlu meminta penjelasan atau foto produk satu per satu.
Cara Upload Katalog Produk ke WhatsApp Business Jika Terlalu Banyak Produk
Tadi, kamu sudah memahami bagaimana cara upload katalog produk ke WhatsApp Business. Kamu juga sudah memahami ada beberapa keterbatasan juga ketentuan yang berdasarkan pada kapasitas WhatsApp Business dan juga jenis Hp. Pertanyaan selanjutnya, Berapa maksimal jenis produk yang bisa masuk ke dalam katalog WhatsApp Business? Apakah WhatsApp Busines mampu menampung hingga ratusan produk?
Sebenarnya, memahami cara upload katalog produk ke WhatsApp Business via hp akan terasa kurang praktis kalau jumlah SKU sudah puluhan atau ratusan. Aplikasi WhatsApp Business bukan alat untuk melakukan bulk upload seluruh produk sekaligus. Jadi, kalau kamu punya 50 produk, kamu tetap perlu menambahkan item satu per satu melalui katalog, namun untuk mempermudah pekerjaan, gunakan WhatsApp desktop.
Supaya lebih cepat, gunakan alur kerja seperti ini:
- Buat spreadsheet berisi nama produk, harga, deskripsi, SKU, tautan, dan informasi lainnya
- Siapkan folder foto produk dengan nama file yang mudah dikenali
- Kelompokkan produk berdasarkan kategori sebelum mulai upload
- Gunakan WhatsApp Web/Desktop jika lebih nyaman bekerja dari laptop
- Copy-paste informasi dari spreadsheet daripada mengetiknya berulang kali
- Setelah selesai, periksa kembali item yang sudah masuk dan status review-nya
Kalau katalog sudah mendekati ratusan produk atau datanya sering berubah, input manual tentu mulai memakan waktu. WhatsApp juga menyediakan jalur untuk menghubungkan katalog Meta yang sudah ada ke WhatsApp Business, sehingga kebutuhan bisnis dengan katalog yang lebih kompleks bisa menggunakan pengelolaan katalog di ekosistem Meta.
Untuk kebutuhan yang lebih besar, kamu bisa mempertimbangkan WhatsApp Business API. Namun, jangan menganggap API hanya sebagai cara upload produk lebih banyak. Perpindahan ke API lebih relevan ketika kebutuhan bisnis sudah mencakup pengelolaan chat, tim CS, dan otomasi yang lebih terstruktur.
Kesalahan Umum yang Bikin Katalog Sepi Pembeli
Sudah tahu cara upload katalog produk ke WhatsApp Business belum tentu membuat katalog langsung menghasilkan penjualan. Cara kamu menyajikan informasi juga berpengaruh pada pengalaman pembeli. Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Foto buram atau tidak konsisten. Foto yang gelap, pecah, atau terlalu banyak elemen membuat produk sulit dilihat.
- Deskripsi terlalu minim. Kalau pembeli sering bertanya “ukurannya berapa?” atau “bahannya apa?”, informasi tersebut seharusnya sudah tersedia di deskripsi produk.
- Produk habis masih ditampilkan. Kalau stok kosong, sembunyikan item agar pembeli tidak mendapatkan informasi yang sudah tidak berlaku.
- Harga berbeda dengan harga di chat. Perbedaan harga bisa membuat pelanggan ragu. Pastikan katalog dan harga yang disampaikan CS selalu sinkron.
- Katalog tidak pernah dibagikan. Katalog bukan otomatis menjadi sumber traffic. Kamu tetap perlu mengarahkan pelanggan ke katalog melalui chat, Status, media sosial, atau channel pemasaran lain.
Baca Juga: Ampuh! Ini 10 Cara Jualan Online Laris di WhatsApp
Kapan Katalog Bawaan Aplikasi Tidak Lagi Cukup?
Katalog bawaan WhatsApp Business cocok untuk seller yang produknya masih mudah dikelola secara manual. Tapi kebutuhan akan berubah ketika bisnis mulai tumbuh. Coba perhatikan beberapa tanda berikut:
- Produk semakin banyak dan sering berubah
- Chat pembeli masuk dalam jumlah besar secara bersamaan
- Ada lebih dari satu CS yang menangani pelanggan
- Pertanyaan tentang harga dan produk muncul berulang kali
- Kamu ingin informasi katalog atau produk bisa dikirim lebih cepat tanpa mengetik ulang
- Kamu mulai membutuhkan sistem yang bisa mengatur percakapan beberapa admin dalam satu nomor
Kalau masalah utamanya masih sebatas menampilkan produk, katalog bawaan mungkin sudah cukup. Tapi kalau katalog sudah mendatangkan banyak pertanyaan dan chat mulai menumpuk, tantangannya berubah. Kamu bukan cuma membutuhkan etalase produk, tetapi juga sistem untuk mengelola percakapan setelah pelanggan melihat katalog.
Kelola Chat dari Katalog WhatsApp Lebih Rapi dengan Everpro Chat
Katalog membantu pelanggan melihat produk dan mendapatkan informasi dasar sebelum bertanya. Tapi setelah pelanggan menemukan produk yang diminati, biasanya akan ada pertanyaan lanjutan seperti ketersediaan stok, pilihan warna, cara pemesanan, atau detail produk lainnya.
Kalau chat masih ditangani sendiri, kamu mungkin masih bisa membalas satu per satu. Masalahnya mulai muncul ketika pertanyaan datang bersamaan dan sudah ada beberapa CS yang ikut menangani pelanggan.
Di kondisi ini, Everpro Chat membantu tim mengelola chat dari satu nomor WhatsApp Official. Beberapa anggota tim bisa membalas percakapan tanpa harus bergantian menggunakan satu HP.
Untuk pertanyaan yang sering muncul, kamu juga bisa menggunakan Quick Reply. Misalnya, kamu bisa menyiapkan template berisi harga, detail produk, atau link katalog sehingga CS tidak perlu mengetik jawaban yang sama berulang kali.
Baca Juga: 23+ Contoh Template Customer Service di WhatsApp (Siap Pakai)
Semakin banyak pelanggan yang masuk dari katalog, semakin besar pula volume chat yang harus ditangani. Kalau respons manual mulai kewalahan, Chatbot dapat membantu memberikan respons otomatis untuk pertanyaan tertentu sehingga tim bisa lebih fokus pada percakapan yang membutuhkan penanganan langsung.
Jadi, katalog bukan hanya soal menampilkan produk. Setelah pelanggan tertarik dan mulai menghubungi bisnis, kamu juga perlu memastikan chat tersebut bisa ditangani dengan cepat dan rapi. Menggunakan sistem pengelolaan chat seperti Everpro Chat bisa kamu pertimbangkan agar sistem lebih rapi, efisien, dan terstruktur.
FAQ
Berapa maksimal produk di katalog WhatsApp Business?
Katalog WhatsApp Business dapat memuat hingga 500 item. WhatsApp juga memungkinkan hingga 10 foto dan/atau video untuk setiap item.
Kalau jumlah produkmu sudah mendekati batas tersebut, sebaiknya mulai pertimbangkan cara pengelolaan katalog yang lebih terstruktur daripada menginput dan memperbarui semuanya secara manual.
Apakah katalog bisa dibuat di WhatsApp biasa?
Tidak. Katalog produk merupakan fitur yang tersedia di WhatsApp Business, bukan WhatsApp biasa. WhatsApp Business memang dirancang dengan fitur tambahan untuk kebutuhan bisnis, termasuk katalog.
Kenapa katalog WhatsApp Business saya tidak muncul?
Ada beberapa kemungkinan. Item bisa saja masih dalam proses peninjauan atau ditolak oleh WhatsApp. Item yang masih pending atau ditolak belum akan terlihat oleh pelanggan.
Cek status item terlebih dahulu. Kalau ditolak dan kamu merasa tidak ada masalah dengan produk tersebut, WhatsApp menyediakan opsi Request another review.
Apakah bisa upload video di katalog?
Bisa. WhatsApp Business memungkinkan kamu menambahkan hingga 10 gambar dan/atau video pada satu item. Untuk video, Help Center WhatsApp mencantumkan batas ukuran 50 MB.
Video bisa digunakan untuk menunjukkan detail produk yang sulit dijelaskan hanya lewat foto, misalnya cara penggunaan atau tampilan produk dari beberapa sisi.
Apakah katalog WhatsApp Business gratis?
Fitur katalog tersedia sebagai bagian dari WhatsApp Business App. Jadi, kamu tidak perlu membeli fitur katalog secara terpisah untuk mulai membuat etalase produk.
Namun, kebutuhan bisnis di luar katalog, seperti penggunaan WhatsApp Business API melalui penyedia layanan, merupakan hal yang berbeda dan perlu dilihat berdasarkan layanan yang digunakan.
Apakah pembeli bisa bayar langsung dari katalog?
Jangan menganggap katalog sebagai sistem checkout toko online. Katalog utamanya berfungsi untuk menampilkan produk dan membantu pelanggan memulai percakapan atau mengirim produk yang diminati ke chat.
Karena itu, kalau proses pembayaran bisnismu dilakukan melalui transfer bank, payment gateway, marketplace, atau metode lain, kamu tetap perlu mengarahkan pelanggan ke alur pembayaran yang digunakan bisnis.
Rapikan Katalog WhatsApp Business untuk Mudahkan Pelanggan!
Cara upload katalog produk ke WhatsApp Business sebenarnya cukup sederhana. Siapkan dulu foto dan informasi produk, tambahkan item dari perangkat yang kamu gunakan, lalu tunggu proses peninjauan sebelum produk tampil ke pelanggan.
Setelah katalog aktif, jangan lupa memperbarui harga, menyembunyikan produk yang habis, mengelompokkan item ke koleksi, dan membagikan katalog secara aktif. Dengan begitu, pelanggan tidak perlu terus-menerus bertanya hal yang sama lewat chat.
Tips untuk kamu, jika kamu memiliki bisnis dengan jumlah produk dan chat yang masih sedikit, katalog bawaan WhatsApp Business sudah bisa menjadi etalase yang praktis. Tapi ketika produk semakin banyak dan pelanggan yang masuk semakin ramai, kamu juga perlu memikirkan bagaimana chat setelah katalog dilihat bisa dikelola oleh tim.
Kamu bisa mempertimbangkan menggunakan Everpro Chat untuk membantu mengelola percakapan melalui WhatsApp Official, termasuk dukungan multi-agent, Quick Reply, dan Chatbot untuk membantu tim menangani chat dengan lebih terstruktur. Jika masih ragu, kamu bisa menghubungi tim Everpro Chat untuk konsultasi lebih lanjut.







