Mulai 21 April 2026, Everpro resmi menerapkan kebijakan optimasi layanan pengiriman guna menjaga performa bisnis pengguna tetap sehat dan berkelanjutan. Salah satu kebijakan yang diberlakukan adalah penonaktifan sementara layanan J&T Express pada akun dengan tingkat RTS (Return to Sender) yang tinggi.
Kebijakan ini bertujuan untuk membantu pengguna mengontrol performa pengiriman, khususnya menjaga RTS rate tetap di bawah 10%, sekaligus menghindari potensi kerugian akibat biaya retur yang tidak terkendali.
Apa Itu Penonaktifan Layanan J&T Express?
Penonaktifan layanan adalah kondisi di mana pengguna tidak dapat menggunakan layanan pengiriman J&T Express untuk sementara waktu melalui platform Everpro.
Layanan yang terdampak meliputi:
- J&T Express Reguler
- J&T Express Next Day
- J&T Express Sameday
Selama periode penonaktifan, pengguna tetap dapat menggunakan opsi ekspedisi lain yang tersedia di Everpro untuk memastikan operasional bisnis tetap berjalan.
Penonaktifan ini dilakukan secara otomatis berdasarkan performa akun, sehingga setiap keputusan bersifat objektif dan berbasis data.
Kriteria Penonaktifan Layanan
Layanan J&T Express akan dinonaktifkan apabila akun memiliki:
- RTS Rate J&T Express ≥ 10%
RTS (Return to Sender) adalah kondisi ketika paket gagal diterima oleh pelanggan dan dikembalikan ke pengirim. RTS rate sendiri merupakan persentase jumlah paket retur dibandingkan total pengiriman dalam periode tertentu.
Contoh cara perhitungan RTS J&T Express:
| Total Order (Resi) | 1000 |
| RTS keseluruhan | 8% |
| dari total order tersebut terdapat order J&T express seperti dibawah ini: | |
| Total Order J&T Express (resi) | 100 |
| Order return J&T Express (resi) | 50 |
| RTS J&T Express | 50% |
(RTS J&T Express hanya mengacu ke total order J&T Express, bukan keseluruhan order)
Angka RTS yang tinggi umumnya menjadi indikasi adanya kendala dalam proses bisnis, baik dari sisi kualitas order, validitas data pelanggan, maupun proses pengiriman.
Tujuan Kebijakan Penonaktifan Layanan
Kebijakan ini tidak hanya berfungsi sebagai pembatasan layanan, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk membantu pengguna menjaga kualitas bisnis.
Beberapa tujuan utama dari kebijakan ini antara lain:
- Menjaga RTS rate tetap berada di bawah batas aman (10%)
- Menghindari akumulasi biaya retur yang dapat mengurangi profit
- Mendorong peningkatan kualitas order dan pengiriman
- Membantu pengguna mengelola operasional secara lebih efisien
Dengan adanya sistem ini, pengguna dapat lebih cepat mengidentifikasi masalah dan mengambil tindakan sebelum kerugian menjadi lebih besar.
Dampak RTS Tinggi terhadap Bisnis
RTS yang tinggi tidak hanya berdampak pada pengiriman, tetapi juga dapat memengaruhi keseluruhan performa bisnis.
1. Biaya Retur yang Meningkat
Setiap paket yang gagal dikirim akan tetap menimbulkan biaya, baik untuk pengiriman awal maupun proses retur. Jika terjadi secara berulang, biaya ini dapat menumpuk dan mengurangi margin keuntungan.
2. Gangguan pada Cashflow
Produk yang seharusnya terjual menjadi tertahan karena proses pengembalian, sehingga memengaruhi perputaran modal bisnis.
3. Penurunan Efisiensi Operasional
Tim operasional harus menangani lebih banyak paket gagal, yang pada akhirnya mengurangi efisiensi kerja secara keseluruhan.
4. Risiko Pembatasan Layanan
RTS yang tidak terkendali dapat menyebabkan pembatasan atau penonaktifan layanan pengiriman, seperti yang terjadi pada J&T Express.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Layanan Dinonaktifkan?
Jika layanan J&T Express pada akun Anda dinonaktifkan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memulihkan layanan:
1. Evaluasi dan Turunkan RTS Rate
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menurunkan RTS rate hingga berada di bawah 10%.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:
- Memastikan alamat pengiriman lengkap dan valid
- Melakukan konfirmasi pesanan sebelum pengiriman
- Menghindari pengiriman ke order yang berisiko tinggi
2. Lakukan Monitoring Secara Berkala
Pantau performa pengiriman secara rutin agar dapat mengetahui perubahan RTS rate dan mencegah peningkatan yang tidak terkontrol.
3. Ajukan Reaktivasi Layanan
Setelah RTS rate membaik, pengguna dapat menghubungi Customer Service Everpro untuk mengajukan aktivasi kembali layanan J&T Express.
Cara Mengaktifkan Kembali Layanan J&T Express
Penonaktifan layanan bersifat sementara dan dapat dipulihkan melalui proses berikut:
- Pastikan RTS rate sudah di bawah 10%
- Ajukan permintaan reaktivasi melalui Customer Service Everpro
- Tunggu proses evaluasi dari tim terkait
Jika hasil evaluasi menunjukkan performa yang sudah stabil, layanan J&T Express akan kembali diaktifkan dan dapat digunakan seperti biasa.
Langkah Preventif untuk Menjaga RTS Tetap Rendah
Agar layanan tetap aktif dan tidak terkena penonaktifan, penting bagi pengguna untuk menerapkan langkah-langkah preventif berikut:
1. Validasi Data Pelanggan
Pastikan data pelanggan yang masuk lengkap dan akurat, terutama alamat dan nomor kontak.
2. Konfirmasi Pesanan
Melakukan konfirmasi sebelum pengiriman, terutama untuk pesanan dengan metode COD, dapat mengurangi risiko penolakan.
3. Pantau Performa Pengiriman
Monitoring secara rutin membantu pengguna mengetahui kondisi bisnis secara real-time dan mengambil tindakan lebih cepat.
4. Evaluasi Pola Order
Identifikasi jenis order atau area pengiriman yang sering mengalami gagal kirim, lalu lakukan penyesuaian strategi.
Pentingnya Monitoring Performa Secara Real-Time
Salah satu penyebab utama tingginya RTS adalah kurangnya visibilitas terhadap performa pengiriman. Tanpa monitoring yang rutin, pengguna sering kali terlambat menyadari adanya masalah.
Dengan monitoring secara real-time, pengguna dapat:
- Mengetahui tren performa pengiriman
- Mengidentifikasi potensi masalah sejak awal
- Mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat
Penonaktifan layanan J&T Express merupakan bagian dari kebijakan optimasi Everpro untuk menjaga kualitas pengiriman dan kesehatan bisnis pengguna. Kebijakan ini diterapkan secara otomatis berdasarkan RTS rate dan bertujuan untuk memastikan performa tetap berada di level yang aman.
Lakukan monitoring performa pengiriman secara berkala melalui dashboard Everpro dan segera ambil tindakan jika terjadi peningkatan RTS, agar operasional bisnis tetap lancar tanpa gangguan.







