7 Kelebihan Jualan di Website Sendiri vs Marketplace

Meski aktivitas belanja online kian meningkat, namun ada satu fenomena unik yang terjadi di tahun 2026 ini, yaitu banyaknya brand lokal, terutama kosmetik dan fashion, mulai menutup dan mengurangi kehadiran toko mereka di marketplace

Bukan karena bisnisnya gagal, namun brandbrand ini menemukan peluang yang lebih menguntungkan dibanding menjadikan marketplace sebagai platform utama bisnis. 

Jika kamu juga seorang seller di sebuah marketplace, tentu kamu turut merasakannya. Beberapa kebijakan terbaru dari marketplace memang menjadi tantangan bagi sebagian seller, mulai dari fee admin yang naik, margin tipis, hingga persaingan yang semakin ketat. 

Namun, bagi seller yang masih ragu untuk migrasi, pertanyaan seperti “apakah saya masih bisa dapat pembeli, tetap menyediakan COD, dan tetap kompetitif setelah keluar dari marketplace?” masih sering muncul.

Keraguan ini wajar terjadi, dan kamu tak perlu khawatir, karena artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut lewat 7 keuntungan nyata yang tidak akan pernah kamu dapatkan selama bergantung penuh pada marketplace

1. Data Pembeli Sepenuhnya Milik Kamu, Bukan Milik Platform

Mari kita mulai dengan analogi sederhana. Bayangkan kamu berjualan di sebuah mall, dan setiap hari ada ratusan orang yang datang membeli produkmu. Tapi sayangnya, seluruh data pembeli, dari nama, nomor HP, alamat, sampai kebiasaan belanja mereka dicatat oleh manajemen mall, bukan oleh kamu. 

Ketika kamu mau menjalankan strategi promosi, kamu harus membayar ke pihak mall agar bisa menjangkau pembeli yang sebetulnya sudah pernah belanja di toko kamu. 

Nah, hal inilah yang sering dialami brand yang berjualan di marketplace. Ketika data pelanggan seharusnya bisa menjadi aset bisnis jangka panjang, seller tidak punya akses penuh terhadap data tersebut karena adanya kebijakan dan sistem yang diterapkan platform.

Sementara ketika kamu berjualan di luar marketplace, seperti mengelola website sendiri salah satunya, maka kamu akan punya akses penuh terhadap data pembeli. 

Ada penawaran khusus dari kami buat kamu!

Promo Diskon

Ada beberapa cara memanfaatkan database pelanggan yang bisa kamu lakukan, seperti:

  • Menghubungi atau follow up pelanggan lewat WhatsApp.
  • Menargetkan ulang audiens di website bisnis. 
  • Mengarahkan mereka langsung ke form order untuk mempercepat closing
  • Mengirim pesan broadcast promo secara langsung tanpa perlu bayar iklan. 
  • Mengetahui kebiasaan belanja setiap pembeli, yang nantinya bisa dipakai untuk crosssell dan upsell
  • Menjalankan program loyalitas yang bisa pakai pendekatan personal. 

2. Tidak Ada Komisi yang Menggerus Margin

Ada salah satu kekeliruan yang sering tidak disadari seorang seller di marketplace, yaitu hanya menganggap biaya admin sebagai beban satu-satunya saat berjualan di platform. Padahal, ada beberapa lapis biaya yang bisa membuat total potongan marketplace bisa besar, diantaranya: 

  • Biaya Admin atau Layanan Platform: Potongan biaya yang dikenakan marketplace untuk mendukung operasional, keamanan transaksi, dan pengembangan fitur platform. Bahkan, sejak biaya admin Shopee naik di tahun 2026, total potongan admin di beberapa kategori produk kini bisa mencapai hingga 10% per transaksi. 
  • Biaya Program Gratis Ongkir: Potongan komisi yang dibebankan ke penjual per produk yang terjual dengan besaran sekitar 4% – 7% atau lebih, tergantung level penjual dan program opsional yang dipakai. 
  • Biaya Iklan In-App: Biaya yang dikeluarkan seller ketika ingin menampilkan iklan berbayar di aplikasi marketplace. Untuk marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, biaya ini bisa mencapai 4,25% – 10,2% per produk terjual.
  • Biaya Program Flash Sale yang Wajib Diikuti: Biaya yang ditanggung seller untuk ikut program dari platform, seperti flash sale, voucher spesial belanja pertama, hingga gratis ongkir XTRA dengan potongan sekitar 5% – 20% dari harga produk. 

Untuk memudahkan kamu, mari pahami perbedaan beban biaya di marketplace dan jualan mandiri melalui tabel perbandingan berikut ini:

Komponen Biaya

Jualan di Marketplace

Jualan di Platform Mandiri

Komisi platform 2,5% – 10% per transaksi 0% per transaksi
Biaya iklan wajib Berkisar Rp25 ribu – Rp200 ribu per hari Opsional
Subsidi ongkir Berkurang dengan aturan yang diperketat Bisa diatur sendiri
Estimasi total potongan 15% – 20% per transaksi 2% – 5,5% per transaksi

Sebagai contoh sederhana, ketika pembeli melakukan transaksi sebesar Rp100 ribu di marketplace, kamu bisa saja hanya menerima sekitar Rp80 ribu – Rp85 ribu setelah dipotong biaya admin, biaya program, subsidi ongkir, hingga biaya iklan.

Sementara itu, jika kamu jualan di website sendiri, dengan transaksi Rp100 ribu, kamu bisa berpeluang menerima bersih sekitar Rp94.500 – Rp 98 ribu, tergantung metode pembayaran dan strategi promosi yang kamu pakai. 

Selisih tersebut tentu akan sangat terasa, terutama jika order yang masuk setiap hari cukup banyak. Keuntungan lebih itu bisa kamu pakai untuk memberikan harga yang lebih kompetitif ke pembeli, menambah budget iklan, atau menjadi tambahan profit bagi bisnismu.

3. Tidak Ada Kompetitor yang Muncul di Sebelah Produkmu

Sekarang, coba kamu buka halaman produkmu di marketplace. Scroll halamannya hingga ke paling bawah dan kamu akan melihat puluhan produk serupa dari seller lain. Beberapa diantara mereka bahkan punya rating lebih tinggi atau harga jual yang lebih mudah. 

Faktanya, sistem algoritma marketplace memang dirancang untuk menampilkan banyak pilihan ke pengguna, bukan untuk memastikan pembeli di tokomu akan selalu beli produk kamu. 

Namun menariknya, di website atau WhatsApp yang dikelola sendiri, kompetisi ini tidak terjadi.

Pembeli yang masuk ke halaman produkmu hanya akan melihat produkmu saja. Tidak ada produk serupa dari toko lain yang bisa mengalihkan perhatian mereka. 

Artinya, ketika jualan di website sendiri, kamu tidak perlu lagi ikut perang harga atau saling mengungguli untuk tetap terlihat di layar pembeli. Setiap upaya yang kamu kerahkan untuk menghitung harga yang paling kompetitif bisa kamu alihkan ke kualitas produk dan layanan.

4. Branding Kamu Lebih Kuat dan Diingat Pembeli

Jika kamu menjual produk di kategori yang kompetitif, seberapa banyak pembeli yang benar-benar mengingat nama brand atau toko kamu di marketplace?

Beberapa riset digital menunjukkan bahwa kebanyakan pembeli hanya ingat nama marketplace tempat mereka membeli produk, bukan nama brand, toko, ataupun penjualnya. 

Sementara di website atau akun WhatsApp bisnis sendiri, setiap transaksi yang berlangsung menjadi kesempatan besar bagi kamu untuk mengelola branding bisnis, bisa dengan cara: 

  • Membuat nama domain atau username WA yang konsisten dengan nama brand
  • Membuat tampilan landing page yang sesuai dengan estetika brand
  • Mengarahkan customer service (CS) untuk membalas chat sesuai karakter brand
  • Membuat packaging atau kemasan produk yang dikustomisasi

Melalui berbagai peluang ini, kamu tidak perlu terus-terusan pakai iklan berbayar untuk menjangkau ulang pembeli. Ketika mereka mengingat brand kamu, mereka akan langsung meluncur ke website atau WA bisnismu untuk melakukan repeat order. 

Kelebihan ini tentu bukan sekadar teori, karena udah banyak brand yang menerapkannya. Sebagai contoh, kalau kamu familiar dengan brand Buttonscarves, BLP Beauty, dan 3Second, mereka telah lebih dulu membangun branding yang kuat lewat website dan WhatsApp.

5. Bisa Jangkau Ulang Pembeli Lama Kapan Saja Tanpa Bayar Platform

Jualan di website atau WhatsApp menandakan bahwa kamu mulai membangun owned channel, yaitu channel komunikasi yang dimiliki dan dikontrol sepenuhnya oleh seller, termasuk dalam hal data pembeli. 

Ketika kamu punya nomor WhatsApp pembeli, kamu bisa hubungi mereka kapan saja, baik untuk menawarkan promo, mengenalkan produk baru, atau sekadar follow up sampai closing

Nah, situasinya tentu berbeda jika kamu jualan di marketplace. Untuk menjangkau kembali pembeli lama yang pernah belanja di tokomu, biasanya kamu perlu membayar CPAS, yaitu iklan untuk menargetkan ulang pelanggan lama melalui platform.

Padahal, jika menggunakan owned channel seperti WA dan website, biaya untuk menjangkau pelanggan lama jauh lebih murah dibanding mendapatkan pelanggan baru. Kamu bisa mendorong repeat order dengan biaya yang jauh lebih minim, bahkan nyaris nol. 

Hanya saja, kamu tetap perlu tools yang tepat agar pengelolaan WA tetap aman dan efisien. Di sinilah Everpro Chat bisa bantu kamu, mulai dari kirim broadcast ke banyak kontak sekaligus, kelola chat pelanggan, hingga menjaga performa akun agar tak mudah terblokir. 

6. COD Tetap Bisa dan Pencairannya Lebih Cepat

“Kalau keluar dari marketplace, apakah saya masih bisa menyediakan layanan COD?”

Pertanyaan ini memang hampir selalu muncul ketika seller mulai mempertimbangkan untuk migrasi dan beralih ke website atau WhatsApp Business sendiri. Jika kamu bertanya hal serupa, maka jawabannya, bisa! bahkan bisa lebih menguntungkan bisnismu. 

Sekarang, mari pahami perbedaan mekanisme COD dari dua strategi yang berbeda ini. 

  • Jualan di Marketplace: Sistem COD  akan dikelola sepenuhnya oleh platform, termasuk pencairan dana yang biasanya memakan waktu 1-2 minggu mengikuti siklus platform. 
  • Jualan di Platform Mandiri: Kamu bisa mengandalkan platform pengiriman seperti Everpro Shipping. Tanpa perlu daftar satu per satu ke setiap ekspedisi, kamu sudah bisa mengakses COD yang tersedia lewat 20+ ekspedisi mitra. Menariknya, pencairan dana jauh lebih cepat dengan estimasi 1×24 jam setelah diterima pembeli.

Menggunakan sistem COD di platform mandiri tentu bisa lebih menguntungkan bagi bisnis. Karena tidak perlu menunggu siklus pencairan marketplace yang cukup panjang, cash flow bisnis pun jadi lebih sehat dan perputaran modal terasa lebih cepat.

7. Kamu Tahu Persis Berapa Laba Bersih yang Masuk ke Kantong

Pernahkah kamu kebingungan ketika melihat dashboard marketplace? Angka penjualan terlihat besar, tetapi uang yang masuk ke rekening justru jauh lebih kecil dari perkiraan?

Hal ini biasanya terjadi karena seller belum benar-benar melihat keseluruhan potongan biaya yang berjalan di dalam platform, mulai dari promo, voucher, subsidi ongkir, hingga biaya admin. Akibatnya, kamu merasa omzet tinggi, tetapi profit yang diterima ternyata tidak sebesar yang dibayangkan.

Berbeda ketika kamu mulai jualan di luar marketplace dengan sistem dan tools yang lebih terintegrasi seperti di Everpro. Setiap order yang masuk bisa tercatat lebih jelas, mulai dari harga jual, ongkir, hingga estimasi keuntungan yang didapat.

Lewat fitur laporan dari Everpro, kamu jadi lebih mudah memahami angka bisnis yang sebenarnya secara real-time. Bukan lagi hanya tahu ramai tidaknya pembeli, kamu juga jadi tahu berapa keuntungan yang masuk, produk paling laris, sampai produk yang kurang laku. 

Tujuh kelebihan jualan di website sendiri ini bukan berarti mengajak kamu sepenuhnya pamit dari marketplace, karena platform ini tetap efektif menjangkau pasar lebih luas dan memperoleh pembeli baru.

Namun, jangan sampai marketplace jadi satu-satunya tempat bisnis bertumbuh. Kamu juga perlu membangun channel milik sendiri, seperti website dan WA bisnis. Tujuannya, agar kamu punya kontrol lebih besar terhadap data pelanggan hingga strategi jangka panjang.

Nah, jika sekarang kamu semakin yakin untuk beralih ke website atau WA sebagai channel penjualan utama, sekarang bisa jadi waktu yang tepat untuk mulai langkah pertamamu. 

Selain bisa berkonsultasi dengan tim Everpro, kamu juga bisa membaca panduan lengkap migrasi toko online ke website sendiri di sini.

Shipping
Picture of Sania Majida
Sania Majida
Sania is a SEO Content Writer with experience in the technology, retail, and finance industries. Sania support businesses in increasing sales through the top Web Builder (brand awareness) by creating content for the right audience.
Share:
\"Everpro\"

Yuk, Dapatkan Promo dan Penawaran Istimewa dari Berbagai Layanan Everpro untuk Tingkatkan Bisnismu! 

Artikel Lainnya