\"Everpro\"

Solusi pengiriman

Cashback besar, layanan lengkap

Dijamin 1×24 jam setelah delivered

Didukung teknologi dan support sigap

Bebas manual tanpa biaya per hit

\"Everpro\"

Solusi tools marketing

Scale tanpa limit dan bebas restrict

WABA resmi simple dan affordable

Loading cepat, tracking makin akurat

Kelola data pelanggan dengan CRM

\"Everpro\"

Solusi jasa dan konsultasi

Integrasi pemasaran, operasional, dan distribusi.

Dongkrak penjualan dengan praktek tersertifikasi

Urus Shop, konten FYP, Live, sampai GMV Max

Belajar tingkatin order dari para mentor Everpro

\"Everpro\"

Ilmu

Pelajari cara, tips, dan trik pakai Everpro

Dapatkan berbagai inspirasi buat bisnismu

Kendalikan spam leads dari iklan lewat rekomendasi teruji
\"Everpro\"

Tools

Cari tahu ongkir dan cashback di Everpro

Temukan kode pos akurat untuk alamat tujuanmu

Cara Segmentasi Pembeli Lama Setelah Pindah dari Marketplace

Bayangin kamu baru migrasi dari marketplace ke WhatsApp dan berhasil mengumpulkan sekitar 500 kontak pelanggan lama. Karena merasa udah punya audiens sendiri, kamu langsung semangat kirim broadcast promo ke semuanya sekaligus.

Tapi hasilnya malah jauh dari ekspektasi. Chat yang dibuka sedikit, orderan yang masuk minim, bahkan ada yang langsung blokir nomor WhatsApp bisnismu.

Kalau kamu mengalami hal ini, masalahnya sering kali bukan ada di produk atau copywriting promonya, tapi karena semua pelanggan diperlakukan sama padahal profilnya berbeda-beda.

Ada yang cuma pernah beli sekali bertahun-tahun lalu, ada repeat buyer, sampai pembeli dengan nilai belanja besar tapi jarang checkout. Nah, saat semua kontak dikirimi promo yang sama tanpa segmentasi, pesan jadi terasa kurang relevan dan akhirnya dianggap mengganggu.

Tapi tenang, di artikel ini kamu akan belajar cara membangun sistem segmentasi sederhana yang bisa langsung dijalankan seller mandiri tanpa perlu tim marketing besar!

Kenapa Segmentasi Jadi Lebih Kritis Setelah Keluar Marketplace?

cara segmentasi pelanggan WA
Sumber: freepik.com

Kalau kamu seller pemula di channel mandiri seperti WA atau website, ada perbedaan fundamental yang harus kamu pahami antara traffic di marketplace dan di channel mandiri. 

Di marketplace, algoritma platform bakal bekerja sebagai filter. Ia akan menampilkan produk kamu ke pembeli yang paling relevan berdasarkan riwayat pencarian atau pembelian mereka. Jadi, kamu nggak perlu memikirkan siapa yang lihat produknya pakai cara manual. 

Sementara di luar marketplace, nggak ada algoritma yang membantu untuk memfilter hal tersebut. Saat kamu kirim broadcast via WA atau menjalankan campaign CRM, kamu sendiri yang harus menentukan siapa yang dapat pesan apa. 

Kalau semua mendapatkan pesan yang sama, hasilnya bisa diibaratkan sebagai “tembakan ke segala arah”. Artinya, banyak yang kena, tapi sedikit yang memberikan hasil. 

Menariknya, penelitian juga menunjukkan bahwa pesan yang dipersonalisasi berdasarkan segmen bisa menghasilkan conversion rate 3-5x lebih tinggi dibanding broadcast generik.

Bagi seller mandiri yang belum punya budget iklan besar, perbedaan ini tentu sangat signifikan.

Data Apa yang Perlu Dikumpulkan untuk Bisa Segmentasi?

Segmentasi pembeli itu penting banget untuk keberlangsungan bisnis online. Tapi sayangnya, banyak seller yang mengabaikan karena merasa data-data pembeli tidak lengkap. 

Padahal, untuk melakukan segmentasi dasar yang efektif, seller cuma butuh tiga data penting dari pembeli, diantaranya: 

1. Frekuensi Belanja

Data yang menunjukkan berapa kali seorang pembeli pernah order atau checkout di toko kamu. Biasanya data ini yang paling mudah didapat dari histori penjualan marketplace sebelum kamu menonaktifkan toko. 

2. Waktu Transaksi Terakhir

Data yang menunjukkan kapan seorang pembeli terakhir belanja di toko kamu. Pembeli yang baru checkout bulan lalu tentu punya perilaku yang berbeda dengan pembeli yang terakhir kali belanja di toko kamu satu tahun yang lalu. 

3. Riwayat Produk yang Dibeli

Data tentang produk apa saja yang pernah dibeli oleh pelanggan. Data ini bisa membantu kamu melakukan cross-sell atau memberikan rekomendasi produk yang lebih relevan saat ingin broadcast pesan secara spesifik. 

Nah, ketiga data di atas bisa kamu kumpulkan dengan cara export data pesanan jika fitur download tersedia, atau minimal simpan screenshot dan catat data-data penting tersebut.  

Nantinya, kalau kamu udah mulai jualan lewat WA, kamu bisa lanjutkan pencatatan data pelanggan ini secara lebih terstruktur. Misalnya, setiap order yang masuk langsung dicatat ke spreadsheet atau lebih baik lagi dengan sistem CRM sederhana. 

Melalui cara ini, database pelanggan akan terus berkembang dan lebih mudah kamu pakai untuk segmentasi maupun strategi follow-up ke pelanggan ke depannya. 

4 Segmen Dasar yang Bisa Langsung Dipakai

Agar kirim broadcast promo jadi lebih relevan dan tidak terasa seperti spam, sebagai seller mandiri kamu bisa mulai dengan membagi pelanggan ke dalam empat segmen sederhana ini: 

Segmen 1: Pembeli yang Aktif 

Segmen pertama ini adalah pelanggan yang baru aja checkout di tokomu kurang lebih 30-60 hari terakhir dan masih familiar dengan brand maupun produkmu. Menariknya, tingkat kepuasan mereka masih terbilang fresh, sehingga kemungkinan repeat order lebih tinggi. 

Untuk menjangkau pembeli yang aktif ini, kamu bisa pakai pendekatan:

  • Follow up terkait pengalaman mereka setelah pakai produkmu. 
  • Minta mereka memberikan honest review. 
  • Lalu, tawarkan produk pelengan yang relevan dengan produk yang sudah dibeli. 

Segmen 2: Pembeli yang Setia/Repeat Buyer 

Segmen kedua merupakan pembeli yang loyal terhadap tokomu. Mereka sudah beli setidaknya 3 kali atau lebih, sehingga punya kontribusi besar terhadap bisnismu. Segmen ini bisa dibilang sebagai aset terbesar bisnis yang perlu diperlakukan layaknya VIP. 

Nah, tugas kamu adalah mempertahankan loyalitas mereka. Bisa dengan pendekatan: 

  • Mengapresiasi karena sudah berlangganan di tokomu. 
  • Memberi early access ke produk baru yang belum launching secara resmi. 
  • Menawarkan pengalaman eksklusif yang tidak tersedia di channel lain. 
  • Membangun komunikasi yang lebih personal. 

Kuncinya, jangan perlakukan segmen kedua ini sama dengan pembeli baru, sehingga mereka tetap bisa setia untuk jadi pelanggan tetap di tokomu. 

Segmen 3: Pembeli yang Potensial

Segmen ketiga ini mengacu pada pelanggan yang belum terlalu sering belanja di tokomu atau hanya 1-2x saja, tapi sekalinya closing, nilai ordernya bisa di atas rata-rata. 

Meski belum jadi repeat order, namun mereka punya peluang untuk loyal dan naik ke segmen 2. Nilai belanja yang di atas rata-rata ini menunjukkan bahwa mereka tidak price-sensitive. 

Untuk mengirim broadcast ke pembeli yang potensial ini, kamu bisa gunakan pendekatan: 

  • Berikan edukasi lebih dalam soal produkmu. 
  • Showcase produk-produk premium yang ada di tokomu. 
  • Tawarkan bundle untuk meningkatkan value per transaksi.

Segmen 4: Pembeli yang Dormant (tidak beli lebih dari 90 hari)

Terakhir, ada segmen empat yang mencakup pelanggan yang sudah lama tidak checkout atau tidak bertransaksi di tokomu selama setidaknya 90 hari atau 3 bulan. 

Nah, kamu perlu memperlakukan mereka berbeda dengan pembeli aktif, karena mereka perlu alasan yang lebih kuat untuk kembali ke tokomu dan tertarik untuk checkout lagi.

Ada beberapa pendekatan yang bisa kamu coba untuk broadcast ke segmen 4 ini, yaitu: 

  • Terapkan win-back campaign dengan memberikan penawaran yang lebih kuat dari biasanya. Bukan berupa diskon biasa, tapi sesuatu yang lebih terasa eksklusif. 
  • Cukup siapa mereka melalui konten-kontenmu yang informatif sebelum jualan. 

Cara Eksekusi Broadcast yang Berbeda untuk Tiap Segmen

Segmentasi yang udah tepat tidak ada gunakan kalau eksekusi broadcast kamu masih umum. Kamu bisa ikuti panduan praktis ini untuk membedakan eksekusi tiap segmen:

Aspek Eksekusi Segmen 1 Segmen 2 Segmen 3 Segmen 4
Konten Pesan Langsung berikan promo karena minat beli masih hangat. Beri info produk baru, promo eksklusif, atau akses spesial sebelum publik. Fokus mengedukasi produk, value, dan rekomendasi bundle yang relevan. Mulai dari konten yang ringan, informatif, atau entertaining.
Timing Ikuti jadwal promo normal karena mereka masih aktif berinteraksi. Berikan early access 24-48 jam sebelum promo umum dibuka agar lebih spesial. Saat mereka masih ingat pengalaman belanja sebelumnya, misalnya setelah lihat produk serupa. Hindari timing yang terlalu agresif karena udah lama tidak berinteraksi.
Frekuensi Lebih toleran broadcast yang lebih sering, misalnya 1–2x seminggu. Tidak perlu terlalu sering. Pastikan konsisten dan terasa eksklusif. Berkala agar tidak spam, misalnya saat ada produk atau bundle yang relevan. Jangan terlalu sering broadcast agar tidak rentan di block karena kontak bisnis. 
Tone Komunikasi Lebih direct dan fokus ke penawaran atau repeat order. Lebih personal, sebut nama pelanggan atau referensikan produk yang pernah dibeli. Edukatif dan konsultatif agar mereka merasa dibantu, bukan sekadar menjual. Ringan, santai, dan tidak terlalu pushy agar mereka nyaman memulai engage lagi.

Nah, kalau kamu udah paham dengan perbedaan pendekatan setiap segmen di atas, maka proses eksekusinya dijamin jauh lebih efektif. Apalagi kalau dibantu dengan tools yang tepat.

Di tahap inilah fungsi Everpro Chat mulai terasa penting untuk kamu. Melalui dua fiturnya yaitu segmentasi dan broadcast, kamu bisa membuat grup pelanggan yang berbeda-beda hingga pakai tempat pesan yang bisa disesuaikan untuk tiap segmen. 

Kamu bahkan juga bisa jadwalkan pengiriman broadcast yang otomatis. Kabar baiknya, semua proses ini cukup dikelola dari satu dashboard tanpa perlu kirim chat manual satu per satu. 

Jadwal Review Segmentasi yang Realistis untuk Seller Mandiri

Segmentasi bukan pekerjaan operasional yang cukup dilakukan sekali, tapi proses yang perlu dijalankan dan diperbarui secara rutin seiring perkembangan pelanggan. 

Untuk memudahkan seller, coba berikan jadwal yang realistis, seperti berikut ini: 

  • Segmentasi Awal

Menjadi fondasi untuk kedepannya, tapi hanya dilakukan satu kali saat seller baru migrasi dari marketplace ke WhatsApp, sehingga data yang dimasukkan mengacu pada data histori marketplace. 

  • Review Bulanan

Lakukan setiap 30 hari atau per 1 bulan dengan memindahkan data pembeli yang akhirnya repeat order dari segment dormant ke segmen aktif. Lalu, pindahkan juga pembeli aktif yang sudah lebih dari 60 hari tidak transaksi ke segmen dormant. 

  • Update Berbasis Event

Perbaharui data segmen pembeli setiap kali mereka melakukan pembelian terbaru. Jika kamu pakai layanan CRM seperti di Everpro Chat, proses ini bisa diatur otomatis, jadi tidak harus update manual lagi yang seringkali terlupakan. 

Ketika kamu melakukan segmentasi pelanggan dengan sistem yang sederhana tapi konsisten, data yang dikumpulkan justru bisa jauh lebih valuable dibanding sistem kompleks yang cuma dijalankan sekali saja.

Saatnya Kelola Database Pelanggan dengan Lebih Strategis

Pada akhirnya, database pembeli yang kamu bawa dari marketplace bisa jadi aset paling berharga sebagai seller mandiri, asalkan dikelola dengan benar. 

Karena itu, mulailah dulu dengan 4 segmen dasar di atas agar broadcast promo jadi lebih relevan dan efektif. Seiring bertambahnya data pelanggan, strategi segmentasi pun bisa terus disesuaikan.

Agar prosesnya lebih praktis, kamu juga bisa memanfaatkan tools seperti Everpro Chat untuk membantu segmentasi, follow up pelanggan, hingga broadcast promo dalam satu sistem yang lebih rapi dan terstruktur.

Jika tertarik menggunakan tools Everpro Chat ini, kamu bisa konsultasi gratis terlebih dahulu bersama tim Everpro atau langsung berlangganan sekarang juga!

Picture of Sania Majida
Sania Majida
Sania is a SEO Content Writer with experience in the technology, retail, and finance industries. Sania support businesses in increasing sales through the top Web Builder (brand awareness) by creating content for the right audience.
Share:
\"Everpro\"

Yuk, Dapatkan Promo dan Penawaran Istimewa dari Berbagai Layanan Everpro untuk Tingkatkan Bisnismu! 

Artikel Lainnya
\"Everpro\"
Solusi

\"Everpro\"

Solusi pengiriman

Cashback besar, layanan lengkap

Dijamin 1×24 jam setelah delivered

Didukung teknologi dan support sigap

Bebas manual tanpa biaya per hit

\"Everpro\"

Solusi tools marketing

Scale tanpa limit dan bebas restrict

WABA resmi simple dan affordable

Loading cepat, tracking makin akurat

Kelola data pelanggan dengan CRM

\"Everpro\"

Solusi jasa dan konsultasi

Dongkrak penjualan dengan praktek tersertifikasi

Urus Shop, konten FYP, Live, sampai GMV Max

Belajar tingkatin order dari para mentor Everpro

Miliki LP yang didesain khusus untuk konversi

Bahan Gratis

\"Everpro\"

Ilmu

Pelajari cara, tips, dan trik pakai Everpro

Dapatkan berbagai inspirasi buat bisnismu

Kendalikan spam leads dari iklan lewat rekomendasi teruji
\"Everpro\"

Tools

Cari tahu ongkir dan cashback di Everpro

Dapatkan proses terkini dari nomor resimu

Temukan kode pos akurat untuk alamat tujuanmu