Ingin jualan melalu website sendiri tapi takut pembeli di marketplace saat ini pada kabur? Tenang, cari tahu panduan migrasi toko online ke website sendiri selengkapnya di bawah ini!
Biaya admin marketplace yang terus naik kini bisa menggerus margin keuntungan seller hingga 15-25% dari total penjualan. Wajar jika semakin banyak seller mulai mempertimbangkan migrasi toko online ke website sendiri sebagai solusi jangka panjang.
Memang, pindah dari marketplace bukan keputusan yang mudah, terutama bagi seller yang sudah nyaman dengan traffic besar dari platform. Tapi bergantung pada satu saluran saja berisiko tinggi, apalagi saat biaya admin terus naik dan kebijakan platform bisa berubah sewaktu-waktu.
Kabar baiknya: migrasi tidak berarti kamu harus menutup toko marketplace sekarang juga. Website sendiri punya banyak kelebihan, kendali penuh atas bisnis, data pelanggan 100% milikmu, dan bebas dari potongan platform yang bisa dibangun secara paralel.
Panduan ini akan memandu kamu langkah demi langkah, dari persiapan hingga sistem berjalan otomatis.
Mengapa Jualan di Website Sendiri Lebih Menguntungkan?
Sebelum membahas teknisnya, penting untuk memahami mengapa migrasi ini layak dilakukan. Berikut perbandingan langsung antara berjualan di marketplace vs website sendiri:
| Aspek | Marketplace | Website Sendiri |
| Biaya platform | 15–25% dari penjualan | Hampir nol (hanya hosting) |
| Data pelanggan | Milik platform | 100% milik kamu |
| Kontrol harga | Terbatas (tekanan diskon) | Penuh |
| Risiko akun banned/ditutup | Ada | Tidak ada |
| Repeat order | Sulit, bersaing dengan seller lain | Mudah lewat CRM & WA blast |
| Branding | Tenggelam di antara kompetitor | Bebas dibangun sendiri |
Kesimpulannya sederhana: marketplace adalah tempat yang bagus untuk mencari pembeli baru, tapi bukan tempat terbaik untuk membangun bisnis jangka panjang. Website sendiri memberi kamu kendali penuh atas bisnis, data, dan keuntungan.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Migrasi?
Tidak semua seller harus langsung cabut dari marketplace. Berikut tanda-tanda kamu sudah siap untuk mulai migrasi:
- Margin bersihmu di bawah 15% setelah semua potongan platform dihitung
- Kamu punya produk hero yang sudah terbukti laku dan punya permintaan stabil
- Ada basis pelanggan setia yang sudah pernah beli lebih dari sekali
- Kamu kesulitan scale-up karena pembatasan akun iklan atau algoritma platform
Jika minimal dua dari empat poin di atas berlaku untukmu, ini saat yang tepat untuk mulai membangun ekosistem mandiri, tanpa harus langsung menutup toko di marketplace.
Persiapan Sebelum Mulai Migrasi Toko Online ke Website Sendiri
Sebelum mulai melakukan migrasi toko online ke website, kamu harus menyiapkan tiga hal ini terlebih dulu agar transisi yang dilakukan berjalan mulus:
1. Export Data Pembeli
Data pembeli adalah aset bisnis paling berharga yang kamu miliki di marketplace, dan sayangnya, aset ini bisa hilang begitu saja jika kamu menutup toko tanpa memindahkannya. Unduh semua riwayat order, nomor kontak yang tersedia, hingga daftar ulasan. Data ini akan menjadi bahan bakar pertama untuk strategi retensi pelanggan di ekosistem mandirimu.
2. Nomor WhatsApp Business Terpisah
Di ekosistem D2C Indonesia, WhatsApp adalah “kasir” utama, hampir semua transaksi terjadi atau setidaknya dimulai dari sini. Siapkan nomor terpisah khusus bisnis dan rencanakan untuk upgrade ke sistem WhatsApp Business API agar bisa dikelola lebih profesional dengan fitur multi-CS dan broadcast resmi. Jika belum paham gambarannya, amu bisa cari tahu cara mengoptimalkan jualan di WhatsApp Business di Everpro!
3. Menentukan “Wajah” Toko
Ada tiga pilihan utama:
- Landing Page + WhatsApp: paling cocok untuk pemula dan produk single hero
- Toko Shopify/WooCommerce: untuk katalog produk yang lebih besar
- Kombinasi keduanya: untuk brand yang sudah siap scale
Rekomendasi untuk pemula: mulai dari landing page yang terhubung ke WhatsApp. Sederhana, cepat dibangun, dan terbukti konversinya tinggi.
Tahap Migrasi Toko Online ke Website Sendiri
Tahap 1: Bangun Kolam Pelanggan Sendiri
Sebelum memutuskan untuk benar-benar menutup toko di marketplace, segera lakukan pemindahan data pembeli setia ke WA atau grup. Taktik yang bisa kamu gunakan adalah dengan memberikan kartu ucapan di packaging produk, optimasi bio di WhatsApp dan melakukan broadcast message di chat marketplace tentang website baru yang dibuat.
Tahap 2: Setup WhatsApp Business API
WhatsApp Business API merupakan salah hal wajib yang harus digunakan seller. Layanan ini dapat menunjang seluruh aktivitis bisnis biar makin sat-set. WA Business API ini menawarkan banyak keunggulan di banding WA Business biasa seperti anti-banned, multi CS dan broadcast resmi. Kamu bisa mendapatkan layanan ini di Everpro Chat. Berikut langkah-langkahnya:
- Daftar akun di Everpro
- Pilih layanan Everpro untuk integrasi WhatsApp Business API
- Lakukan verifikasi Facebook Business Manager (proses ini dibantu tim Everpro)
- Estimasi waktu biasanya memakan waktu 1-3 hari kerja untuk aktivasi penuh
- Biayanya tergolong terjangkau dibanding resiko kehilangan ribuan kontak karena aku kena banned
Tahap 3: Koneksi Sistem Pengiriman Pengiriman
Pengiriman menjadi faktor yang menentukan kesuksesan bisnis online, oleh sebab itu pilihlah sistem pengiriman yang terbaik seperti agregator logistik Everpro. Layanan pengiriman Everpro ini memungkinkan kamu untuk integrasi ke 20+ ekspedisi dan dilengkap dengan sistem COD.
Tips menggunakan Everpro:
- Tentukan ekspedisi default untuk area tertentu misal: JNT untuk luar pulau, Grab/Gojek untuk dalam kota dan lakukan uji coba satu order manual untuk memastikan resi keluar dengan benar.
Tahap 4: Jalankan Order Pertama Secara Mandiri
Inilah tahap-tahapan yang akan kamu lewati saat order dari pembeli tiba dalam dashboard Everpro:
- Pembeli chat WA melalui nomor WhatsApp Business API.
2. CS membalas secara otomatis/manual dan melakukan cek ongkir langsung di dashboard tanpa pindah aplikasi.
3. CS memasukkan detail order seperti alamat pembeli, nomor telp dan detail lainnya.
4. Cetak resi pembeli dengan mudah hanya satu tombol dan tempel resi di paket.
5. Notifikasi otomatis akan muncul ke WhatsApp pembeli terkait informasi status pengiriman.
6. Paket akan segera dikirim setelah kurir menjemput paket ke lokasi pick-up.
Semua informasi pengiriman dapat dilihat secara lengkap di dashboard Everpro.
Tahap 5: Aktifkan Sistem Retensi Sedini Mungkin
Berbeda dengan marketplace, seller harus melakukan inisiatif dengan melakukan strategi retensi pelanggan atau Customer Relationship Management sejak awal. Simpan data dengan rapi, kirimkan pesan follow-up otomatis dan minta review dari buyer.
Fondasi repeat order ini harus dibangun secara perlahan dengan memberikan perhatian kecil yang jarang didapatkan di marketplace yang lebih impersonal. Cara ini sangat penting saat melakukan migrasi toko online ke website.
Kesalahan Sering Terjadi Saat Migrasi Toko Online ke Website Sendiri
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat melakukan migrasi toko online ke website jauhi ketiga hal berikut ini:
1. Menutup Toko Marketplace Terlalu Cepat
Marketplace tetap bisa menjadi sumber traffic, oleh karena itu jangan terlalu cepat menutup toko. Tetap arahkan transaksi besar ke website dan manfaatkan toko di marketplace sebagai “etalase”.
2. Tidak Memindahkan Data Pembeli
Data pembeli sangat bermanfaat untuk strategi bisnis bisa tepat sasaran. Pastikan untuk memindahkan semua data yang dipunya karena jika tidak memulai bisnis akan lebih sulit dan mahal.
3. Tidak Mempunyai Sistem CS Otomatis
Kecepatan dalam hal membalas cepat menjadi nilai lebih. Mulai tinggalkan cara manual dan beralih dengan sistem otomatis. Selain mempercepat proses komunikasi, kamu juga bisa fokus ke hal lainnya yang lebih penting.
Migrasi toko online ke website dari marketplace memang bukanlah pekerjaan yang mudah, tapi untuk lompat ke sistem bisnis yang mandiri seperti website bisa membuat bisnis jadi lebih efektif dan mengurangi banyak biaya.
Tapi perpindahan harus dilakukan dengan terencana, dengan bantuan layanan seperti Everpro dapat membantu bisnis yang dijalani sendiri bisa lebih menguntungkan dan tetap profesional. Mulai bangun bisnismu ke arah yang lebih baik tanpa biaya admin yang mencekik dengan Everpro!
Coba gratis sekarang dan rasakan kemudahan mengelola pengiriman serta chat pelanggan dalam satu pintu. Yuk, mulai jualan tanpa marketplace dengan sistem pengelolaan bisnis yang profesional dengan Everpro sekarang!
