Ingin jualan melalu website sendiri tapi takut pembeli di marketplace saat ini pada kabur? Tenang, cari tahu panduan migrasi toko online ke website sendiri selengkapnya di bawah ini!
Jualan selain di marketplace memang terlihat menarik, apalagi saat ini hidden cost di marketplace mulai menyerang margin keuntungan. Tapi memutuskan untuk melakukan migrasi toko online ke website dari marketplace bukanlah pilihan yang mudah bagi sebagian seller.
Sebelum pindah dari marketplace kita perlu memastikan dengan seksama sistem mandiri yang digunakan sudah matang. Karena pasti muncul kekhawatiran pada seller terkait kemungkinan hilangnya para pembeli di marketplace. Website bisa jadi pilihan tepat untuk seller yang ingin jualan mandiri.
Website punya banyak kelebihan yang ditawarkan yang tidak kalah dari marketplace. Contohnya seperti bisa pegang penuh kendali bisnis, bebas dari biaya admin yang mencekik dan lain sebagainya.
Marketplace memang tempat berjualan yang punya traffic yang besar, namun sebagai seller bergantung kepada satu jalur saja bukanlah hal yang bijak. Keluar dari ketergantungan bukan berarti kamu menutup pintu rezeki.
Migrasi toko online ke website memang masih menjadi “momok” yang menakutkan untuk sebagian besar para seller, terutama untuk mereka yang sudah merasakan kenikmatan di marketplace. Tapi kebijakan yang mendadak dan biaya admin naik yang buat margin makin tipis bisa jadi alasan kuat untuk melakukan migrasi.
Nah, pada artikel ini kami akan memberikan panduan migrasi toko online ke website sendiri dengan lengkap. Kami akan membeda semua tahapan dengan detail so, jangan sampai kelewat!
Persiapan Sebelum Mulai
Sebelum mulai melakukan migrasi toko online ke website, kamu harus menyiapkan tiga hal ini terlebih dulu agar transisi yang dilakukan berjalan mulus:
1. Export Data Pembeli
Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan export data pembeli. Data pembeli sangat penting untuk bisnis kamu yang bisa digunakan untuk memperkenalkan dan mengajak mereka ke website kamu. Ambil data histori order, ulasan hingga daftar follower.
2. Nomor WhatsApp Business Terpisah
Selanjutnya yang harus dilakukan adalah menyiapkan nomor WhatsApp Business terpisah. Gunakan nomor khusus untuk bisnis yang nantinya akan diupgarde ke sistem yang lebih profesional. Sayangnya masih banyak seller yang belum paham bagaimana cara mengoptimalkan jualan di WhatsApp Business.
3. Menentukan “Wajah” Toko
Tentukan platform apa yang akan kamu gunakan, apakah kamu ingin membangun toko di Shopify, menggunakan landing page untuk satu produk hero atau sekedar menggunakan pesanan via WhatsApp aja. Rekomendasi untuk pemula adalah menggunakan landing page ditambah dengan chat WA sebagai kombinasi paling efektif.
Tahap 1: Bangun Kolam Pelanggan Sendiri
Sebelum memutuskan untuk benar-benar menutup toko di marketplace, segera lakukan pemindahan data pembeli setia ke WA atau grup. Taktik yang bisa kamu gunakan adalah dengan memberikan kartu ucapan di packaging produk, optimasi bio di WhatsApp dan melakukan broadcast message di chat marketplace tentang website baru yang dibuat.
Tahap 2: Setup WhatsApp Business API
WhatsApp Business API merupakan salah hal wajib yang harus digunakan seller. Layanan ini dapat menunjang seluruh aktivitis bisnis biar makin sat-set. WA Business API ini menawarkan banyak keunggulan di banding WA Business biasa seperti anti-banned, multi CS dan broadcast resmi. Kamu bisa mendapatkan layanan ini di Everpro Chat. Berikut langkah-langkahnya:
- Daftar akun di Everpro
2. Pilih layanan Everpro untuk integrasi WhatsApp Business API
3. Lakukan verifikasi Facebook Business Manager (proses ini dibantu tim Everpro)
4. Estimasi waktu biasanya memakan waktu 1-3 hari kerja untuk aktivasi penuh
5. Biayanya tergolong terjangkau dibanding resiko kehilangan ribuan kontak karena aku kena banned
Tahap 3: Koneksi Sistem Pengiriman Pengiriman
Pengiriman menjadi faktor yang menentukan kesuksesan bisnis online, oleh sebab itu pilihlah sistem pengiriman yang terbaik seperti agregator logistik Everpro. Layanan pengiriman Everpro ini memungkinkan kamu untuk integrasi ke 20+ ekspedisi dan dilengkap dengan sistem COD.
Tips menggunakan Everpro:
- Tentukan ekspedisi default untuk area tertentu misal: JNT untuk luar pulau, Grab/Gojek untuk dalam kota dan lakukan uji coba satu order manual untuk memastikan resi keluar dengan benar.
Tahap 4: Jalankan Order Pertama Secara Mandiri
Inilah tahap-tahapan yang akan kamu lewati saat order dari pembeli tiba dalam dashboard Everpro:
- Pembeli chat WA melalui nomor WhatsApp Business API.
2. CS membalas secara otomatis/manual dan melakukan cek ongkir langsung di dashboard tanpa pindah aplikasi.
3. CS memasukkan detail order seperti alamat pembeli, nomor telp dan detail lainnya.
4. Cetak resi pembeli dengan mudah hanya satu tombol dan tempel resi di paket.
5. Notifikasi otomatis akan muncul ke WhatsApp pembeli terkait informasi status pengiriman.
6. Paket akan segera dikirim setelah kurir menjemput paket ke lokasi pick-up.
Semua informasi pengiriman dapat dilihat secara lengkap di dashboard Everpro.
Tahap 5: Aktifkan Sistem Retensi Sedini Mungkin
Berbeda dengan marketplace, seller harus melakukan inisiatif dengan melakukan strategi retensi pelanggan atau Customer Relationship Management sejak awal. Simpan data dengan rapi, kirimkan pesan follow-up otomatis dan minta review dari buyer.
Fondasi repeat order ini harus dibangun secara perlahan dengan memberikan perhatian kecil yang jarang didapatkan di marketplace yang lebih impersonal. Cara ini sangat penting saat melakukan migrasi toko online ke website.
Kesalahan Sering Terjadi Saat Migrasi Toko Online ke Website
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat melakukan migrasi toko online ke website jauhi ketiga hal berikut ini:
1. Menutup Toko Marketplace Terlalu Cepat
Marketplace tetap bisa menjadi sumber traffic, oleh karena itu jangan terlalu cepat menutup toko. Tetap arahkan transaksi besar ke website dan manfaatkan toko di marketplace sebagai “etalase”.
2. Tidak Memindahkan Data Pembeli
Data pembeli sangat bermanfaat untuk strategi bisnis bisa tepat sasaran. Pastikan untuk memindahkan semua data yang dipunya karena jika tidak memulai bisnis akan lebih sulit dan mahal.
3. Tidak Mempunyai Sistem CS Otomatis
Kecepatan dalam hal membalas cepat menjadi nilai lebih. Mulai tinggalkan cara manual dan beralih dengan sistem otomatis. Selain mempercepat proses komunikasi, kamu juga bisa fokus ke hal lainnya yang lebih penting.
Migrasi toko online ke website dari marketplace memang bukanlah pekerjaan yang mudah, tapi untuk lompat ke sistem bisnis yang mandiri seperti website bisa membuat bisnis jadi lebih efektif dan mengurangi banyak biaya.
Tapi perpindahan harus dilakukan dengan terencana, dengan bantuan layanan seperti Everpro dapat membantu bisnis yang dijalani sendiri bisa lebih menguntungkan dan tetap profesional. Mulai bangun bisnismu ke arah yang lebih baik tanpa biaya admin yang mencekik dengan Everpro!
Coba gratis sekarang dan rasakan kemudahan mengelola pengiriman serta chat pelanggan dalam satu pintu. Daftar dan konsultasi gratis di Everpro sekarang juga!