everpro

4 Perbedaan E-Commerce dan Social Commerce, Simak Disini!

perbedaan e-commerce dan social commerce

Apakah perbedaan e-commerce dan social commerce? Simak penjelasan perbedaan kedua jenis commerce dalam bisnis dalam artikel ini.

Perkembangan digital saat ini, menyebabkan model bisnis online yang semakin bervariasi. Ragam bentuk model bisnis online ini dapat memberi pengalaman belanja konsumen yang lebih mudah dan interaktif.

Kedua model bisnis online yang sering digunakan perusahaan adalah e-commerce dan social commerce. Meski terdengar serupa, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Lalu apa perbedaan e-commerce dan social commerce? Baca artikel ini hingga tuntas untuk temukan jawabannya.

Pengertian E-Commerce dan Social Commerce

perbedaan e-commerce dan social commerce
Sumber: google.com

Untuk mengetahui apa perbedaan e-commerce dan social commerce adalah dengan memahami pengertian dari setiap commerce terlebih dahulu.

Berikut adalah pengertian dari e-commerce dan juga social commerce.

Baca juga: Penjelasan Lengkap Tentang Ecommerce, Baca Disini!

Pengertian E-Commerce

E-commerce merupakan singkatan dari electronic commerce yang dalam Bahasa Indonesia artinya adalah perdagangan elektronik. 

Menurut Wikipedia, perdagangan elektronik adalah suatu penyebaran, pembelian, penjualan, serta pemasaran barang dan/atau jasa melalui sistem elektronik seperti internet.

Everpro

Sementara mengutip dari Investopedia, e-commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk maupun layanan nyata secara online. Proses ini melibatkan lebih dari satu pihak sejalan dengan pertukaran data atau mata uang untuk menyelesaikan transaksi.

Jadi singkatnya, e-commerce adalah bentuk perdagangan secara online melalui platform yang perusahaan sediakan seperti website maupun aplikasi. Adapun contoh e-commerce yaitu aplikasi belanja online dari Uniqlo, Zalora, dan masih banyak lagi.  

Pengertian Social Commerce

Selanjutnya terdapat model bisnis online lainnya yaitu social commerce. Menurut Wikipedia, social commerce adalah bagian dari electronic commerce dengan melibatkan media sosial serta media online lainnya untuk mendukung interaksi sosial.

Dengan melibatkan media sosial maupun media online juga dapat mendukung terjadinya pembelian dan penjualan produk atau layanan secara online.

Sedangkan melansir dari Blog Hootsuite, social commerce adalah suatu proses penjualan produk maupun layanan secara langsung melalui media sosial.

Dengan social commerce, seluruh pengalaman belanja mulai dari menemukan barang dan melakukan riset, hingga checkout dapat dilakukan langsung di sosial media.

Saat ini beberapa sosial media yang mendukung fitur social commerce adalah Facebook, Instagram, dan Tiktok.

Perbedaan E-Commerce dan Social Commerce

perbedaan e-commerce dan social commerce
Sumber: pexels.com

Dengan memahami pengertian dari e-commerce serta social commerce, dapat tersirat secara langsung perbedaan di antara keduanya.

Adapun perbedaan e-commerce dan social commerce mengutip dari Blog Hootsuite, yaitu terletak pada platform yang digunakan. Pada e-commerce perusahaan menggunakan platform khusus belanja online atau situs untuk memudahkan transaksi jual-beli secara online.

Sedangkan pada social commerce, perusahaan memanfaatkan fitur belanja di media sosial sembari memasarkan produk melalui konten di media sosial. Biasanya pada media sosial tersebut terdapat tombol “Pesan Sekarang” atau “Beli Sekarang”.

Adapun perbedaan lain berdasarkan beberapa faktornya adalah berikut ini:

  • Fokus Tujuan

Berdasarkan faktor fokus tujuan penggunaannya, e-commerce lebih berfokus pada transaksi jual beli secara online.

Sedangkan, fokus social commerce lebih pada interaksi dan komunikasi antara konsumen dan penjual.

  • Cara Penjualan

Sedangkan dari cara penjualannya, pada platform e-commerce tersedia berbagai fitur seperti keranjang belanja, daftar produk, serta proses pembayaran, dan pilihan metode pengiriman yang memungkinkan konsumen untuk bisa menyesuaikannya.

Berbeda dengan social commerce, yang hanya tersedia fitur seperti ‘Beli Sekarang’ untuk memungkinkan konsumen membeli tanpa keluar dari aplikasi media sosial.

  • Penggunaan Data

Biasanya pada e-commerce data pelanggan terkumpul melalui proses pendaftaran untuk kemudian bisa melakukan pembelian. 

Sementara itu, pada social commerce pengumpulan data melalui interaksi calon konsumen dengan konten di akun penjual. Kemudian calon konsumen dapat langsung membeli dengan menekan tombol ‘Pesan Sekarang’ atau ‘Beli Sekarang’.

  • Pemasaran

Umumnya, pemasaran e-commerce yaitu melalui strategi pemasaran seperti email marketing, display ads, dan affiliate marketing.

Sedangkan pada social commerce perusahaan dapat memasarkan melalui unggahan konten, influencer, serta memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia di media sosial.

Jadi, pada umumnya penggunaan e-commerce bagi bisnis bertujuan untuk memudahkan transaksi jual beli secara online melalui platform dengan tujuan khusus. 

Sedangkan social commerce dapat membantu bisnis untuk berinteraksi dan memiliki hubungan lebih dekat dengan konsumen, yang akhirnya dapat terjadi transaksi.

Kelebihan dan Kekurangan E-Commerce untuk Bisnis

kelebihan kekurangan ecommerce
Sumber: pexels.com

E-commerce atau perdagangan elektronik memiliki beberapa kelebihan serta kekurangannya untuk bisnis. 

Adapun kelebihan dari e-commerce adalah:

  1. Mampu meningkatkan kepercayaan konsumen, karena dengan memiliki situs atau menggunakan platform khusus untuk transaksi jual beli online, bisnis terkesan lebih profesional. 
  2. E-commerce dapat meningkatkan efisiensi bisnis serta mengurangi biaya overhead dan waktu untuk melakukan transaksi.
  3. Dalam e-commerce tersedia data yang cukup banyak, meliputi traffic situs, data pelanggan, serta data penjualan yang berguna untuk mengembangkan bisnis.

Di samping itu, terdapat juga kekurangan dari e-commerce seperti berikut ini:

  1. Dalam membuat dan menjalankan e-commerce perlu investasi modal yang cukup besar, khususnya untuk membuat sistem pembayaran yang aman dan terpercaya.
  2. E-commerce sangat bergantung pada teknologi, apabila terdapat masalah terkait teknologi maka akan mengganggu bisnis.
  3. Pada e-commerce terdapat kelemahan kurangnya terjadi interaksi langsung antara penjual dengan pembeli, yang dapat berpengaruh pada kepercayaan pembeli.

Kelebihan dan Kekurangan Social Commerce untuk Bisnis

kelebihan kekurangan perdagangan media sosial
Sumber: pexels.com

Pada social commerce juga terdapat kelebihan serta kekurangannya. Berikut adalah beberapa kelebihan dari social commerce:

  1. Memungkinkan terjadinya interaksi yang lebih dekat antara penjual dan pembeli, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pembeli atas produk atau layanan bisnis.
  2. Merupakan bentuk pemasaran yang efektif karena dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan tertarget.
  3. Biaya yang rendah karena tidak perlu membuat situs atau aplikasi khusus.
  4. Memungkinkan untuk memberi feedback kepada konsumen dengan lebih cepat dan mudah, hal ini juga berguna untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan.

Sementara itu, terdapat juga beberapa kekurangan dari social commerce seperti:

  1. Keterbatasan fitur untuk menyelesaikan transaksi, seperti keranjang belanja ataupun pilihan metode pembayaran dan pengiriman.
  2. Keamanan yang lebih rendah dibandingkan dengan e-commerce, karena transaksi menggunakan media sosial yang belum terjamin terkait kebijakan proses pembayaran.
  3. Kurangnya privasi, karena transaksi melalui media sosial bersifat terbuka atau umum.
  4. Ketergantungan pada platform yang digunakan, jika platform mengalami masalah atau menutup akses, maka akan berdampak pada bisnis.

Baca juga: Kenalilah! Social Commerce di Indonesia

Pentingnya Menggunakan E-Commerce dan Social Commerce dalam Bisnis

perbedaan e-commerce dan social commerce
Sumber: pexels.com

Meskipun terdapat perbedaan e-commerce dan social media dalam menjual produk atau jasa secara online. Namun keduanya dapat membantu bisnis untuk meningkatkan penjualan serta brand awareness.

Perusahaan dapat memanfaatkan kedua model bisnis online ini untuk mengembangkan bisnis. Karena secara umum, penggunaan social commerce dan e-commerce dapat membantu bisnis untuk meningkatkan pangsa pasar.

Selanjutnya, penggunaan keduanya juga dapat memberi peluang untuk menjangkau calon konsumen di seluruh dunia serta operasional yang lebih efisien.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan e-commerce dan social commerce yang merupakan model bisnis online yang layak perusahaan gunakan.

Semoga informasi dari artikel ini bermanfaat untuk anda. Simak juga berbagai artikel informatif lainnya hanya dari Everpro!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Telegram
Artikel Terkait