Kenapa Banyak Seller Mulai Kesulitan Menjaga Profit?
Seller mulai kesulitan menjaga profit di marketplace karena biaya admin marketplace yang semakin naik, biaya iklan yang makin mahal, subsidi promo yang berkurang, tingginya retur COD, serta perang harga dengan kompetitor.
Omzet Besar Belum Tentu Untung Besar
Omzet yang besar kadang bikin seller senang duluan. Padahal, omzet yang besar belum tentu untungnya juga besar. Inilah realita yang terjadi di marketplace, yaitu seller yang sering fokus dengan order dan revenue, sampai-sampai lupa menghitung biaya operasional yang sepenuhnya dibebankan ke mereka.
Setelah dihitung-hitung, sayangnya margin sebenarnya tipis. Kebanyakan terkuras karena hidden cost, seperti admin marketpplace, biaya payment, iklan, cashback, retur, hingga subsidi ongkir.
Cara Hitung Profit Jualan Online
Hitung Omzet Kotor
Pertama, hitunglah total penjualan dengan rumus berikut:
Total penjualan = Jumlah Order x Harga Jual
Kurangi Semua Biaya Operasional
Kemudian, totalkan semua biaya operasional, lalu kurangi dengan omzet kotor tadi. Biaya operasional ini meliputi:
- biaya marketplace
- ads
- packaging
- ongkir subsidi
- retur
- gaji admin
- tools operasional
Pisahkan Profit per Channel Penjualan
Selanjutnya, pisahkan profit per channel penjualan, mulai dari marketplace, TikTok Shop, website, WhatsApp, live selling. Dengan begitu, seller mulai memahami channel mana yang paling sehat marginnya.
Perhatikan Biaya Customer Acquisition
Perhatikan juga biaya akuisisi pembeli, seperti biaya iklan, biaya traffic, conversion rate, CAC. Faktanya, biaya cari customer baru semakin semakin mahal.
Hitung Repeat Order dan Lifetime Customer
Terakhir, hitunglah repeat order yang nyatanya lebih profitable dan lifetime customer. Seller mulai membangun customer sendiri melalui WhatsApp dan channel mandiri.
Kenapa Banyak Seller Kini Mulai Diversifikasi Channel?
- tidak hanya bergantung marketplace
- membangun landing page & WA
- menjaga margin lebih sehat
- punya kontrol lebih besar terhadap customer
Operasional yang Tidak Rapi Juga Bisa Menggerus Profit
- chat tercecer
- retur tinggi
- salah input order
- pengiriman tidak efisien
- multi-channel chaos
Kenapa Seller Sekarang Mulai Fokus ke Laba Bersih?
- bisnis lebih sustainable
- margin lebih sehat
- scaling lebih aman
- seller lebih data-driven
Seller yang mulai membangun channel penjualan sendiri biasanya membutuhkan sistem operasional yang lebih terintegrasi agar customer management, pengiriman, dan proses order tetap efisien saat bisnis scale up. Karena itu banyak bisnis mulai menggunakan kombinasi Everpro Chat dan Everpro Shipping untuk membantu menjaga operasional dan profit bisnis mereka.







