Masih bingung apa aja yang harus dipersiapkan sebelum benar-benar migrasi bisnis dari marketplace? Simak 7 checklist jualan mandiri yang harus kamu lakukan sebelum tutup toko hanya di bawah ini!
Margin yang semakin tipis membuat banyak seller yang ingin meninggalkan marketplace dan mencoba untuk jualan tanpa marketplace karena dianggap lebih untung. Tapi banyak yang nggak sadar kalau transisi yang cepat tanpa persiapan juga bisa berisiko untuk bisnis.
Oleh karena itu, butuh mengerti dahulu bagaimana cara migrasi yang tepat ke website agar bisnis yang sebelumnya sudah berjalan bisa dilanjutkan. Memindahkan bisnis terutama dari marketplace itu membutuhkan proses yang bertahap.
Pasalnya marketplace tetap punya fungsi penting untuk traffic dan berguna untuk akuisisi pelanggan baru. Jadi jangan gegabah dengan langsung tutup toko di marketplace, seller harus mempersiapkan beberapa hal penting.
Apa aja hal penting yang dimaksud? pada artikel ini kami akan menjelaskan beberapa checklist jualan mandiri yang wajib kamu lakukan agar bisnis tetap stabil dan bisa berkembang. Yuk, simak informasi selengkapnya sampai habis!
Kenapa Banyak Seller Mulai Pertimbangkan Jualan Mandiri?
Jualan mandiri seperti di jualan website memang mempunyai kelebihannya tersendiri, apalagi saat ini marketplace seperti Shopee menaikkan biaya admin. Belum lagi ada faktor lainnya seperti perang harga yang kompetitif hingga tingginya biaya iklan sehingga margin keuntungan semakin tercekik.
Selain itu ada masalah lainnya yang juga tidak kalah penting yaitu di marketplace kamu tidak punya data pelanggan. Karena itu, seller tidak bisa mengirim pesan secara personal untuk menawarkan promo atau membuat pelanggan melakukan repeat order.
Makanya saat ini banya seller yang mulai beralih jualan sendiri agar punya kendali penuh atas data, komunikasi dan strategi bisnis mereka sendiri.
Jangan Tutup Marketplace Terlalu Cepat

Perlu diingat jika jualan di channel lain memiliki tujuan utama untuk melebarkan sayap/diversifikasi dan menjangkau lebih banyak pelanggan. Meski ada beberapa alasan seller untuk menutup toko marketplace dan mempertimbangkan migrasi, marketplace tetap memiliki kelebihan terutama untuk menjaring pembeli baru.
Fokus utamanya adalah mengurangi ketergantungan dengan satu channel yang disini adalah marketplace. Manfaatkan marketplace sebagai pintu masuk lalu arahkan pelanggan tersebut untuk melakukan pembelian sebagai aset di kemudian hari.
Checklist Jualan Mandiri yang Harus Disiapkan
Sebelum melepaskan ketergantungan dari marketplace sepenuhnya, pastikan poin-poin atau checklist jualan mandiri di bawah ini sudah dipersiapkan dengan baik:
1. Sudah Punya Sumber Traffic Sendiri
Jika bisnismu sudah punya sumber traffic sendiri misalnya dari media sosial seperti TikTok, Instagram, komunitas atau dari iklan dan database dari customer lama, kamu bisa dikatakan bisa memulai jualan mandiri. Tapi kalau belum punya ini saatnya untuk mencari traffic di channel-channel tersebut untuk menarik pelanggan.
2. Sudah Punya Channel Closing Sendiri
Selain sumber traffic sendiri, checklist jualan mandiri selanjutnya yang wajib dipersiapkan adalah channel closing sendiri. Berbeda dengan marketplace, jualan mandiri menuntut seller untuk mempersiapkan semuanya secara manual.
Pada marketplace closing bisa dilakukan langsung, sedangkan saat jualan mandiri kamu membutuhkan channel closing sendiri. Bisa melalui WhatsApp, landing page atau website. Cari tahu cara optimasi WhatsApp agar closing bisa lebih mudah.
Cari tahu cara memindahkan pembeli ke WhatsApp bisnis yang tepat agar bisnis tidak kehilangan pembeli.
3. Sudah Siap Mengelola Chat Customer
Kalau mau jualan mandiri, kamu harus mempersiapkan bagaimana cara mengelola chat customer dengan baik. Komunikasi dapat berdampak kepada kepuasaan pelanggan yang sangat penting dalam keberlangsungan bisnis.
Oleh karena itu, butuh adanya sistem komunikasi yang bisa mengakomodir semua kebutuhan layanan pelanggan. Mulai dari follow-up cepat, fitur multi CS hingga punya kemampuan respon kilat.
4. Sudah Punya Sistem Pengiriman dan COD
Selanjutnya ada checklist jualan mandiri terkait urusan pengiriman dan COD. Pengiriman juga memegang peranan penting dalam bisnis apalagi kalau dijalankan secara mandiri. Butuh adanya sistem pengiriman yang cepat dan bisa diandalkan.
Lebih baik lagi jika sistem pengiriman sudah memiliki fitur multi ekspedisi, tracking yang mudah diakses secara real-time, hingga fitur COD yang memudahkan. Penggunaan sistem pengiriman bisa menekan angkat retur dan menjaga kepuasan pelanggan.
5. Sudah Memiliki Database Customer
Data pelanggan dapat digunakan untuk melakukan promosi atau menjaga hubungan dengan pelanggan agar bisa repeat order. Memiliki data pelanggan memungkinkan kamu punya kendali penuh atas bisnis.
6. Sudah Menghitung Margin Secara Realistis
Jualan mandiri juga punya biaya tersembunyi yang bisa membuat margin makin tipis. Pastikan untuk menghitung margin secara realistis mulai dari operasional, biaya iklan, biaya pengiriman hingga retur.
7. Sudah Punya Produk yang Cocok untuk Repeat Order
Mempunyai produk yang winning atau yang sering dibeli terus-menerus oleh pembeli menjadi salah satu checklist jualan mandiri. Produk seperti skincare, fashion atau kebutuhan rutin jadi rekomendasi untuk jualan mandiri karena pelanggan cenderung beli berulang kali.
Tanda Seller Sudah Siap Mengurangi Ketergantungan Marketplace

Kamu boleh mulai perlahan mengurangi ketergantungan dengan marketplace andai:
-
Orderan di luar marketplace sudah stabil: Pastikan jika bisnis di channel lainnya sudah stabil untuk mengurangi dampak penutupan marketplace.
-
Pelanggan datang secara organik (bukan selalu dari iklan): Pelanggan yang datang secara organik membuktikan jika bisnis punya daya tarik.
-
Tingkat repeat order sudah tinggi: Kalau udah ada produk yang winning dan sering buat pelanggan jadi repeat order, itu menjadi salah satu tanda kamu bisa mengurangi ketergantungan dengan marketplace.
-
Operasional pengiriman dan CS sudah berjalan sistematis: Pengiriman harus dipikirkan dengan baik jika urusan pengiriman sudah sangat baik dan layanan pelanggan juga membuat pelanggan puas, kamu bisa mempertimbangkan untuk jualan mandiri.
Kesalahan Seller Saat Pindah ke Jualan Mandiri
Setelah tahu semua hal yang tidak dan harus dilakukan sebaiknya jangan gegabah dengan langsung tutup marketplace jika checklist jualan mandiri belum terpenuhi. Pastikan sudah memenuhi checklist yang dibahas di atas.
Jangan langsung tutup marketplace kalau belum punya traffic sendiri, tidak punya sistem komunikasi yang baik, pengiriman masih manual dan nggak punya data customer. Semua checklist ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis kedepannya.
Pastikan melakukan transisi dari marketplace ke jualan mandiri secara bertahap agar bisnis bisa bertahan dan stabil meski nggak jualan di marketplace lagi. Manfaatkan marketplace sebagai salah satu channel bukan bergantung.
Bangun aset customer sendiri untuk menjalankan strategi bisnis guna meraup banyak keuntungan. Perlu diingat jika operasional customer dan pengiriman jadi fondasi penting dalam sebuah bisnis yang dijalankan mandiri.
Oleh karena itu butuh adanya sistem yang bisa membantu membangun fondasi jualan mandiri seperti Everpro Chat dan Everpro Shipping. Dua layanan yang menawarkan layanan pelanggan via WhatsApp menjadi lebih baik dan teroptimasi serta layanan pengiriman yang cepat, anti ribet dengan banyak kelebihan.
Sudah siap transisi dari marketplace ke jualan mandiri? Daftar Everpro sekarang agar bisnis makin meroket!