...

Punya Website Sendiri? Begini Cara Urus Pengiriman Mandiri

Kebingungan saat mengurus pengiriman untuk bisnis di website? Jangan panik, simak artikel ini untuk mengetahui bagaimana cara urus pengiriman saat jualan di website sendiri!

Jualan di website memang penuh dengan tantangan dan menyita banyak waktu. Mulai dari membangun website dari 0 dan sudah menghabiskan waktu 2-3 minggu sampai bisa jualan produk. Eh, tapi saat ada orderan masuk, kamu masih masih bingung gimana cara kirim paketnya.

Berbeda dengan di marketplace yang dimana kamu mengaturnya di seller center, sedangkan saat jualan tanpa marketplace di website sendiri kamu harus mencari tahu dan mengatasi urusan pengiriman dengan baik.

Untungnya, saat ini terdapat sistem pengiriman yang gak ribet dan sangat membantu para seller yang jualan secara mandiri di website terutama bagi mereka yang masih awam. Nah, pada artikel ini kami akan memberikan panduan lengkap untuk urus pengiriman lebih sat-set meski tanpa marketplace.

Jangan sampai ketinggalan informasi bermanfaat di bawah ini!

Apa yang Hilang Ketika Keluar dari Seller Center Marketplace?

Saat berjualan di marketplace, banyak proses operasional sebenarnya “disembunyikan” di seller center. Semuanya terasa mudah karena bisa mengatur semua urusan bisnis seperti logistik, pembayaran dan pelacakan dalam satu dashboard.

Saat pindah ke website sendiri, kamu gak cuma kehilangan traffic marketplace tapi juga keuntungan yang bisa didapatkan dari marketplace tersebut. Padahal fitur yang ada di marketplace itu sangat penting dan bermanfaat dalam membantu mengontrol operasional bisnis.

Sebelum migrasi ke website sendiri pastikan mengetahui dengan baik cara migrasi toko online ke website dengan mudah.

Berikut perbandingan fitur antara Seller Center Marketplace dan Website Sendiri:

Ada penawaran khusus dari kami buat kamu!

Promo Diskon

Fitur Operasional Seller Center Marketplace Website Sendiri
Pilihan ekspedisi  Sudah terintegrasi otomatis  Harus daftar ke ekspedisi satu per satu 
Generate resi  Resi otomatis muncul setelah order dikonfirmasi  Seller input nomor resi manual 
Pickup paket  Bisa langsung request pickup dari dashboard  Harus hubungi ekspedisi sendiri 
Tracking pengiriman  Tracking real-time di satu dashboard  Harus cek di platform masing-masing ekspedisi 
COD  Pencairan COD terjadwal otomatis  Rekap pencairan dilakukan manual 
Rekap pengiriman  Laporan otomatis tersedia  Data harus dikumpulkan sendiri 
Ongkir  Tarif otomatis muncul ke pembeli  Harus setup kalkulasi ongkir sendiri 
Status order  Update otomatis sinkron  Update status dilakukan manual 
Notifikasi pembeli  Sistem kirim update otomatis  Harus setup notifikasi sendiri 
Retur & komplain  Sudah ada alur bawaan marketplace  Harus buat SOP dan alur sendiri 

Baik jualan di marketplace atau jualan di website sendiri memiliki kelebihannya masing-masing. Namun, bisa dilihat dari tabel di atas jika marketplace menawarkan kemudahan karena semua fitur bersifat otomatis. Sedangkan kelebihan jualan di website sendiri adalah bisa memegang penuh kontrol, margin keuntungan yang tidak terpotong jika sudah menggunakan sistem yang tepat.

Langkah 1: Tentukan Sistem Pengiriman Sebelum Promosi

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh seller untuk mengurus pengiriman saat jualan di website sendiri adalah sudah menentukan sistem pengiriman dan sudah ditest sebelum menjalankan iklan pertama.

Banyak seller yang keliru dan melewatkan langkah ini dengan melakukan iklan dan promosi terlebih dulu sebelum sistem pengiriman siap. Kadang saat orderan masuk kita dilanda kepanikan karena sistem pengiriman belum ready.

Ada tiga opsi utama untuk sistem pengiriman jualan melalui website:

1. Daftar Ekspedisi Satu Per Satu

Opsi yang pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mendaftar langsung ekspedisi satu per satu.

  • Kelebihan: kontrol penuh, bisa negosiasi harga kalau kirim dalam jumlah besar.
  • Kekurangan: memakan waktu, butuh adaptasi karena tiap ekspedisi punya dashboard yang berbeda, harga yang didapat seller baru biasanya tidak kompetitif karena pengiriman masih dalam skala kecil.

2. Gunakan Aggregator Logistik

Opsi kedua menggunakan aggregator logistik seperti Everpro Shipping yang sudah bekerjasama dengan banyak jasa ekspedisi terbaik dan terpercaya di Indonesia juga dilengkapi fitur berguna.

  • Kelebihan: satu pendaftaran untuk akses ke 20+ jasa ekspedisi, menawarkan harga kompetitif, satu dashboard untuk semua jasa ekspedisi.

Opsi ini merupakan opsi yang paling direkomendasikan untuk mereka para seller yang masih dalam skala yang kecil sekalipun.

3. Integrasi API ke Website

Opsi yang terakhir adalah dengan melakukan integrasi API ke website. Cara ini cocok untuk website yang sudah memiliki traffic yang cukup tinggi.

  • Kelebihan: bisa resi regenerate otomatis dan tracking proses pengiriman langsung di website.
  • Kekurangan: butuh setup teknis lebih tapi paling efektif hasilnya.

Ketiga opsi ini bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan dengan layanan Everpro Shipping. Layanan yang mendukung ketiga opsi di atas untuk membuat urusan pengiriman paket jadi lebih cepat dan efisien.

Langkah 2: Setup Cara Hitung dan Tampilkan Ongkir ke Pembeli

Nah, ini yang paling membedakan pengalaman belanja di website sendiri vs marketplace. Di marketplace, pembeli bisa langsung melihat estimasi ongkir ke alamat tujuan secara otomatis sebelum checkout. Sedangkan di website sendiri, harus ada sistem yang menggantikan pengalaman ini.

Berikut ada tiga model yang bisa dipilih untuk menampilkan biaya ongkir ke pembeli untuk website sendiri:

  • Ongkir Ditanggung Pembeli

Model ini merupakan model paling transparan dan paling aman untuk margin seller. Tapi cara melakukannya membutuhkan integrasi fitur cek ongkir di halaman checkout website. Cocok untuk produk dengan margin tipis atau produk berat yang ongkirnya bervariasi signifikan per area.

  • Ongkir Flat

Pembeli bayar biaya ongkir yang sama ke seluruh Indonesia, model ini mudah untuk dikelola dan pembeli dapat memprediksinya. Tidak perlu untuk integrasi teknis ke website tapi seller harus menanggung selesih untuk pengiriman di luar jarak harga flat.

  • Gratis Ongkir dengan Minimum Pembelian

Strategi ini dapat mendorong tingkat AOV naik. Dengan penawaran menarik seperti gratis ongkir dengan order diatas 50 ribu dapat membuat pembeli cenderung menambah item agar bisa memenuhi syarat tersebut.

Kalau masih bingung juga gimana cara memilih model gratis ongkir yang tepat, ini panduannya:

  • Pilih model flat atau minimum pembelian untuk seller yang baru setup website. Model ini mudah dikomunikasikan ke pembeli dan tidak butuh integrasi teknis. Jika volume pengiriman sudah mulai meningkat, baru bisa beralih ke model ongkir ditanggung pembeli.

Langkah 3: Proses Order dan Cetak Resi secara Efisien

Ini jadi salah satu kendala terbesar pada operasional bagi para seller website yang jualan secara mandiri. Tanpa sistem yang tepat, proses ini memakan waktu yang cukup besar. Berikut tiga level efisiensi berdasarkan volume order:

  • Volume rendah (dibawah 20 order/hari): input resi satu per satu dari dashboard aggregator masih bisa di handle asalkan ada template data yang konsisten untuk setiap order berupa nama, alamat, berat, jenis layanan agar tidak terlewat.
  • Volume menengah (20–100 order/hari): kalau sudah mencapai 100 order perhari harus menggunakan fitur upload CSV massal. Dengan begitu bisa ekspor data order dari website atau sheet dan upload ke dashboard aggregator dengan mudah. Resi akan langsung regenerate otomatis untuk semua order sekaligus.
  • Volume tinggi (di atas 100 order/hari): kalau order sudah lebih dari 100 per hari sudah waktunya menggunakan integrasi API di website. Penggunaan API dapat berguna untuk operasional karena bisa generate resi otomatis begitu order terkonfirmasi di web. Semua sudah serba otomatis sehingga lebih efisien untuk scale up bisnis.

Semua level di atas didukung dengan fitur dan layanan dari Everpro Shipping. Layanan aggregator logistik yang menawarkan kemudahan untuk urusan pengiriman terutama untuk seller skala kecil.

Langkah 4: Kirim Notifikasi Pengiriman Otomatis ke Pembeli

Pembeli yang belanja di website, terutama bagi mereka yang pertama kali di luar marketplace pastinya punya rasa kekhawatiran terkait pesanan mereka. Nah, salah satu yang bisa membuat mereka merasa percaya adalah dengan menggunakan notifikasi pengiriman otomatis.

Dengan begitu, mereka juga tidak akan menanyakan terus menerus tentang proses pengiriman yang berlangsung karena sudah mendapatkan notifikasi otomatis.

Notifikasi yang baik harus mencakup:

  • Konfirmasi order diterima
  • Resi sudah dibuat
  • Paket siap dikirim
  • Paket dalam perjalanan
  • Konfirmasi paket sudah diterima.

Ada dua cara yang bisa digunakan untuk mengirimkan keempat notifikasi penting di atas:

  • via email otomatis dari Website: Fitur sudah tersedia di Shopify dan terkenal karena sangat praktis, rapi dan langsung aktif begitu toko online dikonfigurasi
  • via WhatsApp otomatis: Notifikasi otomatis langsung ke WA yang lebih personal dan pasti langsung dibaca dan menimbulkan ras aman karena terlihat lebih profesional.

Langkah 5: Setup Prosedur Retur yang Jelas

Saat berjualan tanpa marketplace atau secara mandiri melalui website, kamu harus memposisikan diri sebagai penengah. Terutama saat adanya pengajuan retur dari pembeli karena berbagai alasan. Berbeda dengan marketplace yang memiliki tombol retur otomatis, kamu harus punya kebijakan yang transparan agar pembeli merasa aman untuk checkout.

1. Pajang Kebijakan Retur

Pembeli harus tahu kebijakan retur yang tertulis jelas dan bisa diakses dari halaman website seperti produk apa yang bisa diretur, dalam beberapa hari, dan kondisi seperti apa. Dengan melakukan ini, pembeli bisa membaca sebelum memutuskan untuk membeli sehingga menimbulkan rasa percaya.

2. Prosedur Operasional Retur

Pembeli harus menghubungi CS via WA dengan foto bukti, CS verifikasi dan approve atau tolak sesuai kebijakan, seller kirim instruksi pengiriman balik dan proses refund atau tukar dilakukan setelah barang diterima.

3. Siapa yang Tanggung Jawab Ongkir Retur

Buat kebijakan retur yang sangat jelas sedari awal. Beritahu siapa yang akan menanggung ongkir retur barang. Misalnya ongkir retur ditanggung pembeli jika alasannya bukan cacat produk dan ditanggung seller jika produk cacat atau salah kirim.

Mengurus pengiriman mandiri untuk website sendiri memang banyak tantangannya. Mulai dari banyaknya yang harus diperhatikan dan dilakukan berbeda dengan jualan di marketplace yang menawarkan kemudahan. Tapi apabila sistem yang baik telah terpasang dengan baik, jualan secara mandiri di website punya kelebihan seperti efisiensi karena kontrol dipegang sepenuhnya oleh seller.

Kontrol yang dimaksud adalah mulai dari memilih ekspedisi terbaik per rutenya, optimasi biaya dan tidak ada biaya admin atau layanan yang memotong margin keuntungan itulah beberapa kelebihan jualan di website sendiri. Intinya sistem yang digunakan harus siap dan sudah teruji sebelum order masuk, bukan malah sesudahnya.

Nah, jika kamu sedang mencari sistem yang bisa menawarkan itu untuk bisnis, Everpro hadir sebagai jawabannya. Sistem pengiriman di Everpro Shipping memudahkan para seller untuk mengelola pengiriman dengan efisien dan efektif. Semua juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis jadi kontrol penuh masih berada di tanganmu.

Siap jadi jutawan dari bisnis bersama aggregator logistik terbaik, Everpro Shipping? Yuk, segera konsultasi gratis sekarang juga!

Shipping
Picture of Adhitya Rivaldi
Adhitya Rivaldi
Seorang SEO Content Writer yang memiliki minat pada dunia digital dan teknologi. Menulis berbagai artikel informatif seputar bisnis, ekspedisi, digital marketing dan lain lain yang berkaitan dengan blog Everpro. Memiliki semangat untuk tetap mengasah dan mempelajari bidang SEO. Semoga hasil tulisan saya bermanfaat bagi Anda.
Share:
\"Everpro\"

Yuk, Dapatkan Promo dan Penawaran Istimewa dari Berbagai Layanan Everpro untuk Tingkatkan Bisnismu! 

Artikel Lainnya