Cara menentukan harga jual dengan ongkir adalah dengan menghitung seluruh biaya bisnis, mulai dari modal produk, packing, biaya admin marketplace, hingga ongkos kirim dan margin keuntungan. Perhitungan ini penting agar seller online tidak rugi saat menjalankan promo gratis ongkir maupun subsidi ongkir.
Bagi seller online shop, UMKM, reseller, hingga dropshipper, ongkir sering menjadi penyebab margin keuntungan menipis. Banyak seller hanya menghitung modal produk tanpa memperhitungkan biaya pengiriman, packing, biaya COD, dan potongan marketplace.
Akibatnya, keuntungan bisnis jadi tidak stabil bahkan bisa rugi saat ongkir naik atau promo gratis ongkir berjalan.
Karena itu, seller perlu memahami cara menghitung harga jual termasuk ongkir agar bisnis tetap untung dan lebih mudah berkembang.
Mengapa Ongkir Harus Masuk ke Perhitungan Harga Jual?

Dalam bisnis online, biaya pengiriman adalah salah satu komponen pengeluaran terbesar setelah modal produk.
Jika ongkir tidak diperhitungkan sejak awal, seller bisa mengalami:
- margin keuntungan terpotong
- kerugian saat subsidi gratis ongkir
- salah menentukan harga jual
- kesulitan menghadapi ongkir yang berbeda tiap wilayah
Selain ongkir, ada beberapa komponen lain yang juga perlu dimasukkan ke harga jual:
| Komponen | Fungsi |
| Modal produk | Harga pokok barang |
| Packing & kemasan | Bubble wrap, kardus, plastik |
| Ongkir | Biaya pengiriman |
| Admin marketplace | Potongan Shopee/Tokopedia |
| Biaya COD | Fee layanan COD |
| Margin keuntungan | Profit bisnis |
Dengan menghitung semua biaya tersebut, seller bisa menentukan harga jual yang lebih aman dan realistis.
Rumus Menghitung Harga Jual Termasuk Ongkir
Secara umum, rumus menentukan harga jual produk yang sudah termasuk biaya kirim adalah:
Harga Jual = Modal Produk + Packing + Ongkir + Biaya Admin + Margin Keuntungan
Contoh Perhitungan Harga Jual dengan Ongkir
Misalnya Anda menjual produk fashion dengan rincian berikut:
| Komponen | Biaya |
| Modal produk | Rp50.000 |
| Packing | Rp5.000 |
| Ongkir rata-rata | Rp12.000 |
| Admin marketplace | Rp6.000 |
| Margin keuntungan | Rp27.000 |
Maka perhitungannya:
50.000+5.000+12.000+6.000+27.000=100.000
Jadi harga jual produk yang ideal adalah Rp100.000.
Cara ini cocok digunakan oleh:
- seller Shopee dan Tokopedia
- online shop
- UMKM
- dropshipper
- reseller
Cara Menghitung Ongkir untuk Menentukan Harga Jual
1. Identifikasi Tarif dari Beberapa Ekspedisi
Setiap jasa kirim memiliki tarif berbeda tergantung:
- berat paket
- dimensi barang
- lokasi pengiriman
- jenis layanan
Karena itu, seller perlu membandingkan ongkir dari beberapa ekspedisi sebelum menentukan harga jual.
Dengan Everpro Shipping, seller bisa cek ongkir multi ekspedisi dalam satu dashboard tanpa perlu membuka aplikasi kurir satu per satu. Cara ini membantu seller menentukan ongkir yang lebih hemat sekaligus menjaga margin keuntungan.
2. Hitung Ongkir Berdasarkan Berat Produk
Cara menghitung ongkir produk kecil tentu berbeda dengan barang besar atau berat.
Contohnya:
- aksesoris → ongkir relatif murah
- skincare → ongkir sedang
- furniture → ongkir lebih mahal
- frozen food → perlu same day atau instant delivery
Semakin besar volume dan berat paket, semakin besar biaya pengiriman yang perlu dimasukkan ke harga jual.
3. Gunakan Ongkir Rata-Rata (Average Shipping Cost)
Banyak seller menggunakan strategi ongkir rata-rata agar harga lebih stabil untuk seluruh wilayah.
Cara menghitung ongkir rata-rata:
- lihat area pengiriman terbanyak
- hitung rata-rata biaya kirim
- masukkan estimasi ongkir ke harga jual
Strategi ini cocok untuk:
- UMKM yang baru mulai
- seller marketplace
- dropshipper
- seller dengan pengiriman seluruh Indonesia
Cara Menghitung Margin Keuntungan Setelah Dipotong Ongkir
Salah satu kesalahan seller adalah tidak menghitung margin bersih setelah packing dan ongkir.
Padahal keuntungan sebenarnya baru terlihat setelah seluruh biaya dikurangi.
Rumus sederhananya:
Harga Jual = Modal Produk + Packing + Ongkir + Biaya Admin + Margin Keuntungan
Contoh Margin Bersih Setelah Ongkir
| Komponen | Biaya |
| Harga jual | Rp100.000 |
| Modal produk | Rp50.000 |
| Packing | Rp5.000 |
| Subsidi ongkir seller | Rp10.000 |
| Admin marketplace | Rp6.000 |
Maka:
100.000−(50.000+5.000+10.000+6.000)=29.000
Margin bersih seller adalah Rp29.000.
Dengan perhitungan ini, seller bisa:
- menjaga profit tetap stabil
- menghitung BEP subsidi ongkir
- mengelola selisih ongkir
- menghindari kerugian saat promo
Lebih Baik Harga Include Ongkir atau Ongkir Terpisah?
Banyak seller bingung menentukan apakah harga produk lebih baik sudah termasuk ongkir atau ongkir dipisah.
Berikut perbandingannya:
| Strategi | Kelebihan | Kekurangan |
| Harga termasuk ongkir | Lebih menarik untuk pembeli | Margin bisa terpotong |
| Ongkir terpisah | Profit lebih aman | Checkout terlihat lebih mahal |
| Gratis ongkir minimum belanja | Meningkatkan transaksi | Perlu strategi margin |
Dampak Psikologis Gratis Ongkir terhadap Konversi
Dalam bisnis online, banyak pembeli lebih tertarik pada tulisan “gratis ongkir” dibanding harga produk murah tetapi ongkir mahal.
Karena itu, banyak seller menggunakan strategi:
- markup harga untuk gratis ongkir
- subsidi ongkir sebagian
- bundling beli 2 gratis ongkir
- promo ongkir area tertentu
Strategi ini efektif meningkatkan conversion rate jika perhitungan margin dilakukan dengan benar.
Strategi Gratis Ongkir Tanpa Rugi untuk Seller
1. Tentukan Minimum Checkout
Contohnya:
- gratis ongkir minimal belanja Rp150.000
Cara ini membantu meningkatkan average order value sekaligus menutup biaya pengiriman.
2. Gunakan Subsidi Ongkir Sebagian
Seller tidak harus menanggung seluruh ongkir.
Contoh:
- ongkir asli Rp20.000
- seller subsidi Rp10.000
- pembeli bayar Rp10.000
Cara ini lebih aman untuk margin bisnis.
3. Pilih Ekspedisi yang Lebih Efisien
Menggunakan ekspedisi dengan tarif lebih hemat dapat membantu seller menjaga profit.
Melalui Everpro Shipping, seller bisa membandingkan tarif dari berbagai ekspedisi sekaligus sehingga lebih mudah memilih pengiriman yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Selain itu, seller juga bisa mendapatkan:
- cashback ongkir
- layanan COD
- pickup paket
- pengelolaan pengiriman dalam satu dashboard
Cara Menentukan Harga Jual di Shopee dan Tokopedia
Seller marketplace perlu memperhitungkan biaya tambahan seperti:
- admin marketplace
- biaya layanan
- biaya COD
- promo marketplace
- ongkir ditanggung penjual
Karena itu, harga jual di marketplace biasanya berbeda dengan harga toko sendiri.
Contoh Perhitungan Harga Jual Marketplace
| Komponen | Biaya |
| Modal produk | Rp50.000 |
| Packing | Rp5.000 |
| Admin marketplace | Rp8.000 |
| Subsidi ongkir | Rp10.000 |
| Margin | Rp27.000 |
Maka harga jual minimal:
50.000+5.000+8.000+10.000+27.000=100.000
Dengan cara ini, seller bisa menentukan harga jual marketplace tanpa takut margin habis karena ongkir dan biaya admin.
Tips Seller Menjaga Margin Meski Ongkir Fluktuatif
Berikut beberapa tips penting untuk seller online:
- gunakan ongkir rata-rata
- evaluasi margin secara berkala
- sesuaikan harga saat tarif kirim naik
- hindari subsidi ongkir berlebihan
- gunakan promo gratis ongkir secara strategis
- pilih ekspedisi sesuai kebutuhan produk
Jika seller mengelola banyak pengiriman setiap hari, penggunaan platform shipping management juga dapat membantu proses operasional menjadi lebih efisien.
Dengan Everpro Shipping, seller dapat:
- cek ongkir multi ekspedisi
- mengatur pengiriman COD & non-COD
- memantau status pengiriman
- mengelola banyak order sekaligus
- mendapatkan pencairan COD lebih cepat
Hal ini membantu seller mengontrol biaya pengiriman sekaligus menjaga keuntungan bisnis tetap stabil.
FAQ Seputar Cara Menentukan Harga Jual dengan Ongkir
Bagaimana cara menghitung harga jual termasuk ongkir?
Tambahkan seluruh biaya seperti:
- modal produk
- packing
- ongkir
- admin marketplace
- margin keuntungan
Mengapa biaya pengiriman harus dimasukkan ke harga jual?
Karena ongkir mempengaruhi margin keuntungan. Jika tidak dihitung sejak awal, seller bisa rugi saat menjalankan promo atau subsidi ongkir.
Lebih baik gratis ongkir atau diskon?
Untuk bisnis online, gratis ongkir sering lebih menarik secara psikologis dibanding diskon biasa. Namun seller tetap perlu menghitung margin agar tidak rugi.
Bagaimana cara menghitung margin setelah dipotong ongkir?
Kurangi harga jual dengan seluruh biaya seperti modal, packing, ongkir, dan biaya admin marketplace.
Apakah harga marketplace dan toko sendiri harus berbeda?
Bisa berbeda, karena marketplace memiliki biaya tambahan seperti admin, layanan, dan potongan promo.
Cara menentukan harga jual dengan ongkir sangat penting untuk menjaga keuntungan bisnis online. Seller perlu menghitung seluruh komponen biaya mulai dari modal produk, packing, admin marketplace, hingga biaya pengiriman agar margin tetap aman.
Selain itu, strategi seperti gratis ongkir, subsidi ongkir, dan markup harga juga perlu disesuaikan dengan kondisi bisnis supaya tidak merugikan seller.
Agar perhitungan ongkir dan pengelolaan pengiriman lebih mudah, seller dapat menggunakan Everpro Shipping untuk cek ongkir multi ekspedisi, mengatur pengiriman COD dan non-COD, hingga memantau seluruh pengiriman dalam satu dashboard. Dengan begitu, seller bisa menentukan harga jual lebih akurat sekaligus menjaga profit bisnis tetap optimal.







